Dari blog jadi buku. Hal ini banyak sudah terjadi dan gejalanya semakin banyak. Mengikuti jejak sukses Raditya Dika, buku-buku sejenis kemudian bermunculan di pasar buku. Saya tidak bisa menyebutkan judulnya satu per satu, karena banyak dan ndak hapal.

Tapi seperti saya tulis di atas, buku-buku itu memang "sejenis" karena bermain
dalam pola yang sama. Selain sama-sama diangkat dari tulisan-tulisan yang
tadinya dimuat di blog, isi dan pola penulisannya pun seragam. Menggunakan
bahasa gila-gilaan dengan tata bahasa yang tak mengikuti pakem bahasa indonesia
baku, dan isinya –boleh dikata– tidak memberikan apa-apa pada pembacanya
kecuali guyonan.

Bagus?

Tentu saja bagus-bagus saja. Buku-buku itu disukai, jadi memang jadi kenyataan
kalau market saat ini memang 'membutuhkan' buku seperti itu. Artinya, isi buku
seperti itu memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dengan buku
yang memiliki isi lebih serius.

Mengenai manfaat, dalam perspektif yang luas, buku seperti itu tentu saja
bermanfaat. Terutama kalau dikaitkan dengan "kebutuhan" yang ada dalam
masyarakat pembaca. Yang butuh guyonan segar akan mendapat manfaat besar membaca
buku seperti itu. Bagi yang membutuhkan hal lain, tentu saja lebih baik membeli
buku lain.

***

Kalaupun ada yang tidak bagus, atau kurang bagus, saya lebih memandangnya dari
perspektif yang lain.

Dari perspektif modernisasi dan memajukan peradaban, kenyataan bahwa membukukan
tulisan digital menjadi buku cetak, lucunya bisa dipandang sebagai sebuah
kemunduran, bukan kemajuan.

Dalam perspektif itu, seharusnya ada upaya untuk semakin mendorong masyarakat
untuk mengubah pola baca dengan mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, yang
pula memperhatikan aspek lingkungan.

Kita tahu, bahwa semakin banyak buku dicetak, akan berimbas pada sisi negatif
yaitu semakin banyak pohon ditebang. Ini adalah satu konsekuensi yang logis,
karena bahan baku kertas sampai saat ini masihlah dari tanaman kayu.

Kemudian, perkembangan teknologi seharusnya diadopsi dalam segala aspek
kehidupan, apalagi kalau perkembangan teknologi itu menawarkan jawaban untuk
kerusakan lingkungan kita.

Tak perlu bertindak bodoh ketik reg spasi Mama Lauren lalu kirim ke 378 378,
melihat perkembangan jaman dan alat teknologi kita tentu bisa meyakini kalau di
masa depan, penggunaan buku digital akan semakin marak.

Memang, saat ini mesin pembaca buku digital masih sangat terbatas, baik dalam
bentuk, disain, maupun kemudahan dan –apalagi– harganya. Komputer, PDA, atau
perangkat sejenis yang menjadi sarana pembaca buku digital, belum ada yang bisa
menawarkan suatu pola baca baru dengan kenyamanan yang bisa menggantikan buku
dalam formatkonvensional.

Tapi saya kira tidak lama lagi, orang akan menciptakan mesin-mesin yang lebih
canggih. Saya bayangkan sangat mungkin saat ini untuk dikembangkan mesin pembaca
buku digital berbentuk tablet, yang bisa mengeluarkan gambar holografis seperti
bentuk halaman buku (cetak), dan pengoperasiannya dengan mengikuti gestur gerak,
sehingga orang yang membaca seperti melihat halaman buku cetak dan
membalik-balik halamannya juga seperti membalik halaman buku cetak, hanya
bedanya halaman itu akan berbentuk holografis dan tidak menggunakan kertas.

Kalau menggunakan perspektif ke depan seperti itu, sangat baik kalau kita
mendorong pula pengubahan bentuk pola baca dengan menggunakan teknologi.

Anda pun bisa memulainya, misalnya dengan membuat halaman blog anda menjadi
halaman-halaman yang bisa dibaca off line, lalu membakarnya dalam sebuah
kepingan CD.

Untuk mempermudah pembaca anda bisa membuat menu interaktif yang akan menjadi
semacam sistem operasi untuk membaca halaman-halaman blog anda secara off line.

Dalam perkembangan software sekarang ini, CD demikian relatif mudah dibuat. Anda
bisa membuat menu menggunakan flash, lalu halamannya dibuat berformat web. Atau
dengan software lain anda bisa membuat buku digital anda dalam format seperti
arsip Help dalam sebuah software.

Membuatnya dalam bentuk audio MP3 juga bisa menjadi pilhan menarik. Anda bisa
membaca tulisan anda, dan merekamnya sehingga tulisan anda nantinya akan menjadi
file audio yang bisa didengarkan di pemutar CD biasa.

* * *
Tapi lupakan soal pandangan ke masa depan.

Ada satu kabar gembira terkait soal keseragaman isi guyonan dalam buku yang
berasal dari tulisan blogger. Anda mungkin anda segera menemukan di pasaran buku
dari seorang blogger tapi dalam isi yang berbeda.

Saya tidak mengungkapkan buku siapa dan buku apa. Biarkan itu jadi rahasia
sampai benar-benar terbuka. Tapi, kalau sudah beredar, saran saya hanya satu :
beli bukunya.

Dan temukan semangat-semangat baru di dalamnya.

Sentaby,
DBaonk 2008