Tag

 Orang yang mengira Habe itu total anti Arab, pastilah sangat  kecewa jika mereka tahu bahwa salah satu idol saya selain  tokoh Danny di Tortillas Flat-nya Steinbeck, Epen pemilik  warteg di Kebon Kacang- adalah seorang Arab tulen bernama Abu Lahab.


Kecintaan saya pada tokoh yang punya prinsip membela ajaran
nenek moyangnya di Mecca sana begitu mengharukan. Kadang
pernah air mata saya mengalir deras lantaran somehow saya ikut
mengerti betapa mustahilnya berjuang melawan seorang keponakan
yang punya backing  tuhan penguasa alam. Persis seperti perjuangan
miniatur saya untuk menyadarkan  200 juta lebih  manusia di tanah air dari
ajaran pembodohan masal yang berawal dari pedagang Gujarat itu di segala
milis. Perjuangan yang dimulai sekitar 9 atau 10 tahun yang lalu  itu adalah
perjuangan yang hampir sia sia tentu saja.

Selain Abu Lahab sebenarnya saya juga meng”idol”kan seorang sufi
besar dari Persia bernama Mansur Al Hallaj. Manusia yang lebih memiliki
spiritual purity yang lebih tinggi dari sang Al Amin with his gang. Saya
menangis tersedu sedu saat mengetahui betapa dalam rasa ketuhanan
manusia ini ketika dia memaklumatkan ” ana al haqq ” artinya truth is me.
or I am god, yang disalah tafsirkan oleh para fundamentalis -Al Hallaj
mengaku sebagai Allah. Well. Konon saat dia disiksa secara sadis
oleh penguasa Abbasid ( jaman kejayaan Islam) dia malah dengan
tertawa memafkan semua penyiksanya. Dalam perjalanan menuju
lokasi eksekusi, dia malah dancing in his chain. Seperti bahagia
karena tubuhnya akan segera dipotong  potong beberapa bagian
setelah disalib oleh  penguasa Islam.Bahagia karena menurut
dia rohnya akan bersatu  dengan apa yang dia sembah.

Al Hallaj begitu amat mirip dengan Jesus sehingga saya sempat berpikiran
mestinya orang Islam bangga memiliki this moslem Jesus. Kita buat tanggal
kematian dia sebagai hari kebangkitan rasio Islam. The day of Pantheism.

Yang membuat saya menaruh Abu Lahab di atas Danny, Epen dan Al Hallaj
adalah pengakuan Allah yang maha pengasih dan maha penyayang
juga maha pemurah plus maha pengampun di surah Al Masadd ( sura 111 )

” Perish the hand of the father of the flame ! ( Abu Lahab )Perish he!
No profit for him from all his wealth, and all his gains!
Burnt soon will he be in a fire of blazing flame!
His wife shall carry the wood-as fuel!-
A twisted rope of palm leaf fibre round her neck! ”

Dengan menyumpah serapah ini, Allah  dari  agama yang
selalu dengan bangga mengatakan ” tidak ada paksaan dalam
beragama ” malah menunjukan bahwa Abu Lahab plus sang Istri tercinta
memiliki nilai lebih walaupun dalam kondisi bersebrangan prinsip.
Allah marah karena dia tidak mampu merubah Abu Lahab untuk tidak
menyembah tuhan dia dan berhenti memuja dewa dewa nenek moyangnya.

Selain Abu Lahab saya juga dengan tulus hati menaruh
respek kepada Bani Qurayza. Konon ketika keputusan
hukum mati telah diberi restu oleh sang Rasul yang tindak
tanduknya di mata sekitar 1 milyar manusia begitu sempurna.
700 orang manusia yang siap disembelih itu diberikan pilihan
untuk masuk ke dalam agama tawhid penuh damai yang
bernabikan nabi pemaaf dan santun, atau kepala mereka  akan
lepas dari badan? dari 700 orang Yahudi penganut ajaran
Musa dan Ibrahim itu cuma 4 manusia yang pindah iman.
Selebihnya lebih memilih mati. Betapa fenomenal keimanan
mereka. Dan betapa luar biasa prinsip spektakular itu dipertahankan.

Maka dengan alasan ini saya kira sudah cukup untuk
membuat pembantaian bani Qurazya kita pakai sebagai
” hari prinsip internasional ” yang bagusnya dipakai sebagai
hari libur nasional di negara negara mayoritas Islam. Bukankah akan
nampak begitu harmony dan unik  jika the day of massacre of bani
Qurayzah berdampingan dengan hari Maulud Nabi dan Isra Miraj?

Abu Lahab adalah pahlawan saya. Al Hallaj adalah guru spiritual
saya. Dany sang maling humanis itu adalah kebandelan saya.
And Epen, well Bang Epen adalah nabi santun tempat saya dulu
bisa ngutang di warteg terenak di seluruh jagad raya.

Dengan alasan Abu Lahab -saya telah meruntuhkan tuduhan
rasis di email pada orang Arab bukan?

Habe

NB: Ya ya saya tahu mengulas soal agama memang tidak ada habisnya.
Membosankan dan membuat kepala berdenyut. Lain kali saya mau nulis
soal jalan jalan saja dan soal perempuan.Lebih asik kan?

Tapi untuk mentuntaskan dilema di dalam dada, saya mengundang
sodara sodara pakar agama, ulama besar,kyai and mullah, or any
habib or dosen IAIN, or ketua ormas islam, or cendikiawan islam,
or any ustad dari yang paling fundamentalis sampai yang paling
moderat untuk berdebat dengan habe yang  kata banyak orang
sudah murtad dan fasik  ini.

Adalah kewajiban sampeyan untuk  berusaha meluruskan jalan
bengkok yang sudah saya tempuh ini dengan berdebat di sini.
Tunjukan dimana kesalahan habe, dan kalau saya berubah
maka pahala kalian akan begitu besar.Ingat menyelamatkan
satu manusia adalah sama dengan menyelamatkan seluruh
umat, begitu kata  salah satu hadis.

dan saya akan berdoa sebelum saya offline di sini

” Ya tuhan tunjukan habe jalan yang lurus,jalan yang
seperti jalan tol yang pernah dilalui nabi nabi
sebelum kami….Amien!”