Bandung, 9 Agustus 2008  Marak diwacanakan belakangan ini soal niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengharuskan terdakwa korupsi mengenakan baju khusus dan tangan diborgol di persidangan kasusnya. Sudah cukup diliput di media cetak dan elektronik pendapat-pendapat yang berseberangan, pro dan kontra. Ada yang mengusulkan agar remisi TIDAK diberikan bagi terpidana korupsi dan harus menjalani secara penuh hukuman seperti telah diputuskan pengadilan. Kemudian, kasus korupsi ini dibeberkan di situs Internet. Et cetera.
Agaknya rakyat sudah muak melihat foto dan tayangan di televisi para terdakwa korupsi ini bersolek bak mau ke pesta layaknya. Berjas, berdasi. Baju batik mahal lengan panjang. Yang wanita, rambutnya disasak kencang, wajah di-makeup tebal, baju aduhai. Tersenyum lebar menebar pesan. seakan tidak berdosa. Rakyat sudah merasa Enough is Enough.

Media massa juga membeberkan betapa rendahnya hukuman yang telah dijatuhkan pengadilan atas berbagai kasus korupsi. Padahal korupsi itu adalah bentuk kejahatan luar biasa. Merampok uang negara dan menyengsarakan rakyat banyak, Hukuman yang tidak terlalu berat tentu saja tidak memberikan efek jera. Saya pribadi tidak sependapat bahwa hukuman mati adalah hukuman yang tepat bagi koruptor. Walaupun mungkin saja ada efek semacam shock therapy. Namun di Cina konon tidak begitu memberi efek jera seperti yang diharapkan.

Dalam salah satu tayangan talkshow televisi ada pendapat sebagai berikut. Motivasi yang paling dasar seseorang melakukan korupsi adalah keinginan menjadi kaya dalam waktu yang cepat. Betul, ingin menjadi cepat kaya! Karena itu menurut pembicara, seyogyanya hukuman yang paling berat bagi orang semacam ini adalah membuat dan menjadikannya tidak akan pernah bisa kaya setelah ia keluar dari penjara. TIDAK AKAN PERNAH BISA MENJADI KAYA. SEPANJANG SISA HIDUPNYA.

Saya sangat setuju dengan pola pikir ini. Hanya keterbatasan saya tidak mengijinkan saya mengembangkan metode implementasinya. Bagaimana membuat seseorang tidak akan pernah menjadi kaya seumur hidupnya? Maksud tulisan pendek ini adalah mengharapkan masukan dari berbagai pihak tentang berbagai caranya. Silakan

Iklan