34 Partai politik akan bertarung untuk mendapatkan suara pemilih di pemilihan umum 2009 mendatang. 34 Partai bukan lah sedikit, dimana partai lama yang lolos tanpa perlu verifikasi lagi 'hanya' 16 partai.

Bisa jadi untuk masyarakat awam akan kebingungan dengan banyaknya partai
ikut pemilihan umum, padahal sudah 2 kali pemilu ( 1999 dan 2004 ) partai
yang eksistensinya tidak banyak berubah tidak pernah lebih dari 7 partai (
sudah biasa disebut partai besar dengan perolehan suara di pemilu Legislatif
diatas 3 %

Aku sebagai kader partai juga suka heran, koq tidak ada istilah kapok untuk
membuat partai partai baru lagi, sedang dua pemilu yang lalu seharusnya
sudah bisa dijadikan cermin bahwa masyarakat pemilih lebih banyak bingungnya
dibandingkan dengan sedikit partai yang ikut pemilu.

Dan setelah sedikit nanya kesana kesini, akhirnya aku bisa menyimpulkan
bahwa membuat partai baru pada hakekatnya bukan semata untuk menang, biarpun
targetnya menang melainkan untuk sebuah misi lain lagi.

Bila aku memiliki modal awal dalam bentuk uang dan pemilih yang bisa di
prediksi maka hitungan ekonomi di akhir pemilu Legislatif akan menjadi
sasaran berikutnya, ya pemilu Presiden adalah target akhir, baik untuk
posisi maupun untuk ekonomi, sedang untuk masyarakat pemilih partainya masih
menjadi tanda tanya saja.

Semisal aku sudah memiliki modal dan aku memiliki kelompok yang
tersebar di sekian banyak propinsi ( untuk lolos verifikasi KPU ), maka
akupun akan membuat Partai Politik, dengan target pencapaian Pemilu
Legislatif cukup 1 % dan syukur syukur mencapai diatas target 1 %, karena
suara yang didapat tersebut adalah tabungan uang yang sangat berharga untuk
dipakai pada pemilu Presiden.

Diasumsikan partai ku mendapatkan perolehan suara 1 % dari pemilih ( kurang
lebih 1 juta suara ), maka minimal suara tersebut bisa menjadi sasaran dari
para kandidat Calon Presiden, daripada sulit untuk melakukan kampanye ke 1
juta suara, mengapa tidak langsung ke Partai nya ?

Berapakah nilainya dari 1 juta suara tersebut ?, dalam hal ini menjadi
menarik karena hitungan ekonomi menjadi berjalan.
Diasumsikan lagi nilai sebuah suara Rp 10.000,- maka minimal bisa didapat 10
Milyar Rupiah, itu bila memang dinilai Rp 10.000,-, dalam hal ini mau tidak
mau akan terjadi tawar menawar yang akhirnya akan didapat nilai kesepakatan
antara tim sukses Capres yang masuk di Pemilu Presiden.
( berapa nilai persuara nya menjadi relatif, tergantung solid tidak nya
suara tersebut ).

Apakah dengan cara ini akan ada yang dirugikan antara Capres dan Partai
Politik yang aku bentuk ?, tentunya tidak  karena dalam hal ini yang terjadi
adalah win win solution, dimana akupun harus 'komit' dengan perjanjian yang
sudah saling setuju, dimana aku akan mengerahkan segala kemampuanku kepada
para pimpinan yang memperoleh suara sampai 1 juta suara di daerah daerah
pemenangan pemilu Legislatif agar 'mencoblos' pilihan sesuai dengan
kesepakatan dan ini biasa disebut Koalisi.

Bagaimana bila suara di PilPres lari/tidak memilih sesuai dengan keinginan
partai ?, maka nama Partaiku akan menjadi terpuruk, dan solusinya pun mudah,
bikin pecah partai dan membuat lagi Partai Baru dengan nama baru ekpose ke
media massa tentunya dengan sedikit membuat berita bombatis, sehingga
pemilih bisa bingung dan nama partai yang sudah terpuruk akan diingat untuk
dipakai lagi pemilu yang akan datang.

Berapa modal membuat sebuah partai ?, tergantung dengan jumlah personal inti
yang memiliki massa dan bisa patungan bisa pula mencari dana dari sponsor,
dalam hal ini donatur bisa dicari dari banyak kelompok dan sumbangan dari
Pemerintah yang memang sudah mengalokasikan dana untuk peserta Partai yang
lolos Pemilu.

Menarik memang lahan membuat Partai Politik, dan hal ini menjadi syah syah
saja, karena sebuah Partai Politik yang sudah lolos verifikasi minimal
memiliki suara yang bisa mempersingkat proses di Pemilu Presiden.

Ide membuat Pemilu yang digabung hari pemilunya antara Legislatif dan
Presiden tentunya akan berdampak beda lagi ke Partai Baru, karena dengan
digabungnya hari pemilihan suara tersebut otomatis membuat Partai yang mampu
mengusung Capres akan berusaha berkampanye secara maksimal dan koalisi untuk
mejadi win win solution menjadi lebih sulit terlaksana……

sur