Anjing, konon hewan peliharaan yang paling setia. Atau kata konon yang lain, anjing itu teman terbaik buat manusia. Orang barat begitu meng-amin-inya, sampe-sampe kalau ada jomblo kelamaan dan peluangnya cari temen hidup semakin tipis, para psikiater yang menangani jomblo-ers macem ini selalu memberikan satu nasehat pamungkas : get a dog.



Dalam masyarakat islam, anjing tidak begitu disukai. Faktor haram dagingnya dan
najis membuat sosok anjing bukan jadi hewan peliharaan utama. Walau demikian,
sebenarnya kehadiran anjing dalam masyarakat Islam pun sudah ada sejak Nabi
masih hidup dulu. Memang yang ditekankan akhirnya anjing bukan dimanfaatkan
semata sebagai "sahabat" melainkan lebih pada kemampuannya sebagai penjaga dan
alat bantu untuk berburu.

Tapi, citra anijng sebagai "sahabat terbaik" sebetulnya tidak pula luntur
gara-gara penekanan itu. Karena dalam salah satu surat di kitab suci agama
islam-pun ada riwayat tentang seekor anjing yang "menemani" sekelompok pemuda,
ketika mereka bersembunyi dalam sebuah gua. Bahkan banyak tafsir yang sampai
menyatakan si anjing itu menjadi penghuni surga lantaran kesetiaannya.


* * *

Anjing yang setia, itu teman terbaik. Apalagi kalau tuannya juga berahlak baik,
dan memelihara sang hewan peliharaannya dengan baik. Kalau sudah demikian anjing
bukan cuma jadi teman, bisa jadi bodyguard paling galak. Sedikit saja tuannya
disakiti, anjingnya bisa jadi ganas luar biasa.

Rasul mungkin ndak melihara anjing secara khusus.
Tapi kalau ingat budi pekerti dan ahlak beliau yang begitu sempurna, kalau saja
ia punya anjing, pasti anjingnya akan setia luar biasa. Dan kalau Ia diganggu,
sesuai lazim sifatnya anjingnya pasti akan ganas luar biasa membela tuan yang
dicintainya.

Anda boleh berlega hati, kalau tak harus berhadapan dengan keganasan sang anjing
saat tak sengaja (atau sengaja) menyakiti tuannya.

Tapi yang paling lega, justru membayangkan bahwa kita manusia dan bukan anjing.
Kita tidak harus menjadi ganas dan buas, ketika membela orang yang kita cintai.
Membela dengan meniru ahlak sempurna orang yang kita cintai, yang membedakan
antara kita dan hewan, antara manusia yang bebas dan peliharaan.



Sentaby,
DBaonk 2008


sumber : http://dennybaonk.multiply.com/journal/item/240/Anjing_Rasul