Kamis, 19 Juni 2008  Terkejut dan kurang bisa menerima, bukannya kecewa karena jumlah yang berkurang akan tetapi bagaimana mungkin setelah 63 tahun NKRI Merdeka?? Sudah sekian lamanya, kita baru tahu??
Selama ini saya sudah ikut berpegangan angka 17000 pulau, bahkan salah satu, saya lupa siapa, yang bekerja di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mengatakan bahwa jumlahnya mungkin mencapai 19000. Bahkan jumlah-jumlah yang tersiar di masyarakat luas itu  sudah saya kutip berkali-kali di dalam tulisan-tulisan saya yang lalu.

Kita semua mengetahui bahwa jumlah pulau itu tidak bisa tetap angkanya karena semua relatip. Relasinya terhadap waktu dan relasinya terhadap dinamika yang ada di Planet Bumi tidak bisa diduga oleh siapapun. Kita semua sejak semula mengetahui bahwa sebuah pulau itu bisa saja lenyap ke bawah permukaan laut, dan sebaliknya juga bisa timbul yang baru. Itu adalah dinamika rupa Planet Bumi. Bisa karena gempa, bisa karena ada keluaran lahar dari bawah dasar air laut dan lain-lain sebab yang belum diketahui seperti lempengan benua dan lempengan pulau yang bergeser, yang bisa menyebabkan tsunami.

Saya terkejut bahwa pulau yang bisa dihitung sekarang jumlahnya hanya ada sekitar setengahnya dari 17000 buah jumlah pulau. Kita bisa baca pada berita Kompas hari ini (tercantum di bawah), bahwa penghitungan belum sepenuhnya tuntas selesai, akan tetapi telah diyakini petugas yang mengerjakannya bahwa benar-benar akan jauh berkurang di bawah 17000 buah pulau. Apakah teknologi pemotretan dengan satelit tidak bisa membantu. Bukankah dengan Google Earth, rumah tinggal siapapun dimuka bumi ini bisa dipotret, bahkan saya sudah menandai di mana saja saya sedang bertempat tinggal, apakah di Toronto-Kanada, di Bintaro yang terletak di Tangerang atau di Singapura.

Membaca data yang akurat memang kadang terasa pahit, akan tetapi dalam hal jumlah pulau ini sungguh amat memalukan saya. Saya bisa mengurangi banyak rasa malu saya mengenai hal ini, karena telah diberi wewenang resmi para petugas dari pemerintah dan akan melaporkan hasilnya kepada P.B.B. pada tahun 2012.

Semoga setelah bertemu angka yang mendekati sempurna, ditambah juga dengan pemberian nama yang benar dan tidak salah,  lain untuk setiap pulau sebuah nama yang berlainan, tidak sama!!

Silakan membacanya:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/19/00195079/jumlah.pulau.berkurang

Jumlah Pulau Berkurang

Hasil Verifikasi di 25 Provinsi Terhitung 8.172 Pulau

Kamis, 19 Juni 2008 | 00:19 WIB

Jakarta, Kompas – Selama ini pulau di Indonesia disebutkan berjumlah 17.508, tetapi ternyata data yang menjadi acuan itu tidak sesuai dengan yang ditemukan Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi di lapangan. Diperkirakan hasil verifikasi jauh di bawah jumlah itu.

Hal ini terungkap dalam bedah buku berjudul Toponimi Indonesia, Sejarah Budaya Bangsa yang Panjang dari Permukiman Manusia dan Tertib Administrasi yang ditulis oleh Prof Dr Jacub Rais dan kawan-kawan.

Buku setebal 280 halaman yang diterbitkan Pradnya Paramita itu dibahas oleh Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Alex Retraubun serta Direktur Wilayah Administrasi dan Perbatasan Departemen Dalam Negeri Kartiko Purnomo di Jakarta, Rabu (18/6).

Pada acara tersebut juga diluncurkan buku biografi Jacub Rais 80 Tahun, Merintis Geomatika di Indonesia, untuk memperingati 80 tahun usia guru besar emeritus Institut Teknologi Bandung dan mantan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) ini yang lahir pada 18 Juni 1928.

Selama ini, ungkap Jacub, penyebutan jumlah pulau di Indonesia memang tidak berdasarkan survei yang menyeluruh. Meski demikian, pada tahun 1987 Indonesia telah melaporkan pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perubahan jumlah pulaunya, dari 13.667 menjadi 17.508.

"PBB sebenarnya tidak minta laporan tentang jumlah pulau. Namun, menjadi kegiatan negara untuk melakukan pembakuan nama geografis, termasuk pembakuan nama pulau," ujar Jacub, pakar toponimi atau penamaan unsur daerah di muka bumi.

Di Indonesia, pada tahun 1987 jumlah pulau yang bernama tercatat hanya 5.707 pulau.

Tinggal delapan provinsi

Alex, yang menjadi penanggung jawab survei penamaan pulau pada Timnas Pembakuan Nama Rupabumi, menjelaskan, survei yang dilakukan sejak tahun 2005 hingga medio 2007 menghasilkan data 4.981 pulau yang tersebar di enam provinsi.

Jumlah itu telah dibakukan oleh pihak terkait, yaitu Departemen Dalam Negeri, Departemen Kelautan dan Perikanan, serta Bakosurtanal, dan dilaporkan pada Konferensi Ke-9 PBB tentang pembakuan nama geografis.

Menurut Kartiko, sampai Juni 2008 ini terakumulasi 8.172 pulau dari 25 provinsi yang telah diverifikasi.

Ada delapan provinsi lagi yang akan disurvei, antara lain, Nanggroe Aceh Darussalam, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kartiko dan Alex yakin hasil akhir verifikasi jumlah pulau itu akan jauh lebih sedikit dari 17.508 pulau yang diyakini sekarang ini.

"Data keseluruhan jumlah dan nama pulau di Indonesia akan dilaporkan kepada PBB pada tahun 2012," lanjut Kartiko.

Sebelumnya, daftar nama pulau tersebut akan dikukuhkan dengan peraturan presiden dan menjadi referensi resmi negara untuk penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, atau kepentingan lain. (YUN)