Satu berita di Halaman satu koran SINDO klik SINDO) hari ini, sepantasnya mempermalukan SBY.
Meskipun kebijakan ini tetap menuai kritik dari kalangan oposisi di dalam negeri
Malaysia, misalnya ada yang menunding ini sebagai kebijakan untuk mempertahankan
popularitas pemerintahan Badwai yang akhir-akhir ini semakin terpuruk di mata
masyarakat Malaysia, atau yang lebih teknis mengatakan pemotongan gaji menteri
dan pejabat tinggi negara sebesar 10% tidak akan menolong banyak anggaran
negara, namun seperti dikatakan Badawi kebijakan ini menunjukkan bagaimana
sebuah pemerintahan mau bersama-sama dengan rakyat merasakan dan menanggung
beban krisis yang tengah melanda

Kebijakan pemotongan itu sendiri, disebutkan akan memotong gaji seluruh menteri
dan pejabat tinggi negara sebesar 10%, yang meliputi pula gaji sang PM, deputi
PM, dan wakil menteri. selain itu juga dikurangi fasilitas liburan ke luar
negeri bagi para pejabat tinggi.

Terkepas dari unsur politis, dan besaran pemotongan atau efeknya pada keuangan
negara, paling tidak apa yang dikatakan Badawi bisa diambil sebagai satu fakta.
Ketika rakyat ketambahan beban, maka para pejabat tinggi seharusnya juga sedikit
merasakan dan mau menanggung beban itu.

Indonesia?

Belum-belum deputi menpan Indonesia sudah menolak usulan tersebut. Belum bisa
diterapkan di Indonesia, katanya. Alasannya?

"Masih terlalu pagi itu, nanti dulu. Kita kan masih sibuk dengan evaluasi kerja
pegawai golongan,"

“Bagaimana bisa tiba-tiba dipotong, sementara patokan gaji saja belum
ditentukan,”

Nggak bisa atau nggak mau?

mbuh….

yang saya tahu lebih pasti sih…

Gak tahu malu…

Sentaby,
DBaonk