23 Mei 2008 Kesehatan sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita, pengaruh buruk dari lingkungan yang kurang sehat dapat menyebabkan pelbagai jenis penyakit.

Lingkungan yang sehat dapat kita jumpai di Gadungan, sebuah desa di lereng gunung Lawu dengan ketinggian kurang lebih 800 m di atas permukaan laut, berjarak kurang lebih 30 km dari kota Solo. Hawanya sejuk, sepanjang pandangan mata pepohonan hijau menyegarkan. Daerah ini sangat subur cocok untuk tanaman perkebunan dan memang sejak jaman Belanda Gadungan telah menjadi daerah perkebunan kopi dan teh, sampai sekarang. Jalan-jalan yang mulanya merupakan jalan setapak sekarang telah menjadi jalan yang di hotmix, mulus untuk dilalui kendaraan.

Penduduknya yang sebagian besar petani hidup dengan damai, berkecukupan dan memiliki toleransi yang tinggi. Di daerah ini terdapat multi agama, Islam, Hindu, Kristen, Katolik namun demikian kehidupan masyarakat berlangsung dengan damai. Kehidupan masyarakat di sana penuh dengan toleransi yang tinggi. Warga saling menghargai dan dengan tulus membantu warga yang lain apabila tertimpa kesulitan, warga sangat menyadari akan kenyamanan lingkungan, itu semua membuat hidup ini menjadi indah.

Setiap rumah bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan serta jalan di depan rumah mereka masing-masing. Apabila salah satu warga tidak membersihkan jalan yang ada di depan rumah,  maka keluarga tersebut akan didenda dengan diwajibkan membayar sejumlah tertentu. Dan mereka dengan legowo membayar apa yang diwajibkan karena menyadari lingkungan yang tidak sehat sekecil apapun akan mempengaruhi lingkungan keseluruhan.

Mikro kosmos akan mempengaruhi makro kosmos!

Masyarakat yang yang harmonis tersebut memberikan suasana yang menyejukkan hati serta keseimbangan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Demikian pula dalam skala yang lebih kecil, kondisi tubuh manusia juga demikian, bilamana sistem yang ada dalam tubuh kita dalam keseimbangan maka kita akan harmonis, sehat jasmani dan rohani.

Bukankah dalam pepatah dikatakan bahwa dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tetapi sebaliknya juga  demikian di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat.

Mengapa demikian? Karena pikiran, emosi yang tidak terkendali, kesedihan serta depresi berkepanjangan dapat mengakibatkan penyakit atau gangguan fisik. Di dunia kedokteran dikenal penyakit psikosomatis, keluhan fisik yang diakibatkan dari pikiran.

Orang yang sehat adalah orang yang dalam status seimbang.

Cara makan yang sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan komposisi yang seimbang.

Hidup yang sehat adalan cara hidup yang seimbang:  tidur teratur, bekerja tidak terlalu berat serta belajar dan beristirahat yang cukup.

Bagaimana upaya kita agar sehat?

Upayakan agar hidup kita dalam keseimbangan. Pola hidup yang seimbang akan membentuk energi serta kekuatan di dalam tubuh dan jiwa kita.

Dengan demikian tubuh serta jiwa kita kuat dan sehat.

You are healthy – body and soul!

Di dalam filosofi Cina orang yang sehat itu ditengarai dengan 3 indikator utama,

–         Enak makan
–         Enak tidur
–         Enak defekasi (ke belakang)

Pada hakekatnya sehat itu berarti kondisi kita dalam keseimbangan.

Enak makan, menandakan bahwa metabolisme kita baik, artinya asupan makanan akan diubah menjadi energi untuk kegiatan kita sehari-hari, menggantikan sel tubuh yang mati, serta menjalankan sistem yang ada di dalam tubuh kita agar sistem dapat berjalan seimbang.

Enak tidur, berarti kita berada dalam kondisi psikologis yang baik.

Sulit tidur bisa menimbulkan stres, tetapi sebaliknya stres bisa mengakibatkan sulit tidur. Situasi yang demikian dapat menimbulkan sindroma karena stres (stress related syndrome).

 

Enak defekasi (buang air besar), defekasi adalah bagian dari sistem pembuangan atau ekskresi sisa-sisa metabolisme, pembuangan kuman serta zat-zat yang tidak diperlukan tubuh.

Kalau zat-zat  tersebut tidak terbuang karena sistem ekskresi terganggu berarti tubuh kita akan menimbun racun.

Coba salah satu dari ketiga hal di atas kurang maka kita akan merasakan sesuatu yang tidak nyaman dalam tubuh kita.

Kurang tidur, kita tidak bergairah, energi kurang sampai-sampai mengganggu emosi kita, menjadi cepat marah, membuat kesalahan di dalam tindakan dan kerja.

Nafsu makan kurang, tidak enak makan berarti input makanan yang merupakan sumber energi akan kurang sehingga badan kita tdak cukup fit untuk melakukan kegiatan.

Sulit defekasi, berarti terjadi timbunan zat-zat yang seharusnya dibuang yang sebenarnya merupakan racun bagi tubuh kita. Akibatnya mengganggu sistem lain yang ada di tubuh kita.

Itu tadi ketiga indikator yang menengarai bahwa kita sehat, tetapi bagaimana upaya kita agar indikator selalu positif?

 

Agar kita sehat dan fit maka Tiga Serangkai Kesehatan (Health Triad) yang terdiri dari 3 elemen ,

–         Badan/fisik (Body)

–         Pikiran (Mind)

–         Sistem (System)

Kita akan sehat apabila ketiga elemen diatas seimbang.

 

Badan/fisik (Body)

Tubuh kita merupakan hardware atau perangkat keras yang mempunyai bentuk fisik terdiri dari himpunan sel, otot, kerangka, organ-organ tubuh.

Fungsi masing-masing organ dikelola oleh beberapa sistem yang dimiliki tubuh yang sifatnya kompleks.

Bila kita mendapat serangan penyakit misalnya, secara otomatis sistem pertahanan tubuh kita berusaha untuk memerangi penyakit tersebut.

Jika daya tahan tubuh kita kuat, kita dapat memenangkan pertempuran, berarti kita akan sehat kembali.

Tetapi sebaliknya, kalau kita kalah perang maka kita akan jatuh sakit.

Dalam keadaan demikian, seringkali orang menjadi protes akan kejadian sakit tersebut, bertanya pada dirinya sendiri: Mengapa harus saya yang kena? (Why me?).

Kalau sudah demikian pikiran kita juga akan terganggu, terpengaruh akan keberadaan penyakit di tubuh kita.

Jadi, apapun penyakit yang kita derita, walaupun yang kena penyakit adalah bagian dari tubuh, tetapi pikiran kita akan terganggu.

Ini membuktikan adanya hubungan yang erat antara pikiran dan tubuh (Mind-body connection)

Penyakit adalah suatu proses alami yang harus kita hadapi, bukan untuk kita musuhi!.

Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi penyakit yang hadir di tubuh kita. Sebaiknya bersikap friendly terhadap penyakit, utamanya terhadap penyakit yang sifatnya menahun atau kronis, seperti halnya hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes. Penyakit menahun tersebut tidak bisa disembuhkan, tidak perlu kita musuhi, kita dapat mengendalikan penyakit kronis dengan baik, asal kita disiplin.

Kata kuncinya adalah mampu beradaptasi dengan penyakit yang kita idap. Misalnya kebetulan Anda seorang penyandang diabetes, untuk beradaptasi dengan penyakit diabetes, gaya hidup Anda harus diubah, makan dibatasi, melakukan olahraga ringan secara teratur dan tidak boleh terlalu lelah.Tubuh dan pikiran harus selalu sinkron, mampu menciptakan situasi yang kondusif agar dapat mengendalikan penyakit.

 

Pikiran (Mind)

Pada mulanya orang berpendapat bahwa antara pikiran (mind) dan tubuh (body) adalah dua hal yang terpisah.

Tetapi kenyataannya antara fungsi tubuh dan pikiran saling berkaitan.

Hal ini dibuktikan oleh Ivan P. Pavlov (1849-1936) ahli fisiologi Rusia dengan teori ‚refleks kondisional'nya.

Coba kita bayangkan buah-buahan yang asam, mangga muda, jeruk muda maka tanpa kita sadari air liur kita keluar.

Pada penyakit psikosomatis, penyakit yang berhubungan dengan pikiran, maka pikiran dapat mempengaruhi ekskresi asam lambung yang dapat mengakibatkan iritasi lambung sampai terbentuknya tukak lambung atau dalam bahasa awamnya sakit mag.

Kaitan antara pikiran dan tubuh erat sekali bahkan tidak terpisahkan..

Penderita penyakit yang berkaitan dengan fisik akan mempengaruhi pikirannya. Sekecil apapun penyakitnya, semisal jerawat, perasaan minder akan mempengaruhi pikiran dan sikap penderita. Pikiran dapat menyebabkan penyakit psikosomatis, sebaliknya, penyakit dapat menimbulkan beban pikiran. Orang yang mentalnya kuat artinya orang yang tidak mudah stres, maka penyembuhannya akan lebih sempurna ketimbang mereka yang mudah stres.

Pikiran yang positif akan memberikan nutrisi positif terhadap tubuh sehingga daya tahan tubuh akan lebih kuat. Pikiran yang negatif akan memberikan dampak negatif terhadap tubuh serta sistem yang ada, sehingga pencernaan terganggu, menjadi lemah, sulit tidur dan sebagainya. Secara klinis terbukti bahwa pengobatan hipertensi dan diabetes yang dibarengi dengan relaksasi meditasi untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Jika pengobatan dibarengi dengan relaksasi meditasi yang dilakukan secara benar, hasil pengobatan akan lebih signifikan bila dibandingkan dengan terapi obat-obatan saja. Tetapi jangan disalah-artikan, relaksasi meditasi bukan pengobatan alternatif yang dapat menggantikan obat yang diresepkan dokter tetapi merupakan terapi komplementer, melengkapi terapi yang dilakukan dokter, walaupun dosis obat nantinya dapat diperkecil dan hasilnya akan lebih optimal.

 

Sistem (System)

Tubuh kita memiliki sistem terpadu yang sampai sekarang belum tertandingi oleh sistem komputer manapun. Ibarat software (perangkat lunak) yang sangat canggih, sistem yang ada di dalam tubuh kita mengatur fungsi organ mulai dari sistem produksi, sistem pertahanan dengan Early Warning System, sampai sistem pembuangan limbah. Network dari sistem yang ada sangat kompleks, sistem yang satu akan saling mempengaruhi sistem yang lain.

Misalnya kita menghadapi bahaya yang kita deteksi melalui indera mata, maka sistem syaraf pusat kita bekerja mengolah strategi untuk menghadapi bahaya tersebut. Diambil keputusan untuk lari, maka tubuh akan melepaskan hormon adrenalin yang memacu jantung untuk memompa darah lebih banyak ke otot mensuplai tenaga yang lebih besar untuk lari.

Dari contoh yang sederhana di atas, di dalam menghadapi bahaya, beberapa sistem dilibatkan secara terpadu mulai dari indera, sistem syaraf, endokrin (hormon), jantung dan kardiovaskular serta fungsi motorik otot. Demikian pula dengan gangguan salah satu fungsi organ tubuh, sistem yang lain juga ikut terpengaruh. Misalnya dalam kasus hipertensi. Dengan menurunnya elastisitas pembuluh darah arteri, tekanan darah perifer naik sehingga tekanan darah naik. Tekanan darah normal 120 mmHg sistole, 80 mmHg diastole, dengan garis batas 150/90 mm Hg, artinya diatas garis batas dinyatakan hipertensi.

Karena gangguan terjadi di sistem kardiovaskuler, yang menyangkut sistem suplai darah, makanan/nutrisi, oksigen, pasukan pertahanan tubuh, maka dampaknya akan ke mana-mana. Sekuele atau akibat buruk dari hipertensi dapat terjadi di otak, jantung, dan ginjal, karena ketiga organ tersebut merupakan network sistem terpadu yang saling berkaitan. Boleh dikatakan setiap penyakit atau gangguan yang terjadi pada tubuh kita akan mempengaruhi tiga serangkai kesehatan, tubuh, pikiran dan sistem.

Oleh karena itu penanganannya seharusnya secara terpadu.

Kita sehat apabila seluruh sistem yang ada di dalam tubuh bekerja secara selaras. Atau kata lain, apabila salah satu sistem terganggu sehingga kerja sistem tidak selaras maka kita tidak sehat ! Kita berupaya agar sistem yang ada di dalam tubuh kita menjadi selaras.

Salah satu upaya yang kita lakukan  agar sistem  di dalam tubuh selaras adalah dengan relaksasi meditasi.

 

Pertanyaannya adalah bagaimana kita menghadapi penyakit atau gangguan pada salah satu sistem di tubuh kita?

Di dalam mengatasi penyakit ada dua pendekatan utama, dengan diberikan obat-obatan atau dilakukan prosedur medis misalnya dengan tindakan bedah atau penyinaran.

Kita ambil contoh misalnya kita mendapatkan infeksi, maka dokter akan meresepkan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi serta memberikan multivitamin untuk memperbaiki kondisi tubuh kita yang menurun akibat memerangi penyakit infeksi tersebut.

Penderita yang mengidap hipertensi, dokter memberikan koreksi dengan meresepkan obat untuk menurunkan resistensi perifer sehingga tekanan darah turun, kembali normal. Prosedur medis antara lain tindakan bedah pada infeksi usus buntu, tumor atau bedah plastik untuk memperbaiki penampilan fisik tubuh,  pasca luka bakar. Kedua tindakan tersebut, pemberian obat-obatan dan prosedur medis merupakan upaya perbaikan fisik dan sistem yang ada dalam tubuh kita. Apabila di dalam tubuh kita terdapat keseimbangan, di mana sistem yang ada dalam tubuh kita bekerja selaras, asupan dan keluaran nutrisi kita seimbang, maka tubuh kita sehat, kita tidak memerlukan kedua tindakan di atas.

 

Pertanyaannya adalah bagaimana agar kita sehat?

Agar kita sehat, tubuh  harus memiliki ketahanan fisik yang kuat serta sistem  yang ada di dalam tubuh kita bekerja selaras, sehingga terjadi keseimbangan. Latihan fisik yang bersifat aerobik akan memperbaiki sistem peredaran darah, akan memperkuat jantung serta organ-organ yang berkaitan seperti halnya ginjal dan pembuluh darah.

Men sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sebenarnya tidak hanya jiwa yang sehat, tetapi harus didukung oleh sistem yang berjalan selaras sehingga body and mind, tubuh dan pikiran kita menjadi seimbang dan sehat. Olah tubuh diperlukan oleh semua orang pada setiap usia. Bahkan semakin tinggi usia kita, kita harus selalu meningkatkan olah tubuh. Tetapi olah tubuh yang kita lakukan harus proporsional dengan meningkatnya usia.

 

Pikiran juga perlu dilatih!

Pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Tetapi, berlaku juga pameo, pada jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Artinya, pikiran kita yang sehat, tenang, tidak stres akan memberikan kesehatan tubuh dan fungsi sistem yang normal. Keseimbangan tiga serangkai kesehatan, Health Triad sangat penting untuk menjaga kesehatan kita. Bagi mereka yang mengidap penyakit menahun seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, pengendalian penyakit akan lebih optimal apabila ditunjang dengan keseimbangan pikiran dan tubuh melalui relaksasi meditasi yang dilakukan secara teratur.