Bagian-5: British Education System berbeda dengan Depdikbud Sistim. Saya tidak familier dan mula-mula saya sedikit bingung karena begitu banyak bedanya. Ringkasan dari pendidikan Dhani selama di Rossall seperti ini.

"Pre GCSE", 1 term lamanya 5 bulan. Dhani memulai pendidikan di UK
ketika umurnya 13 tahun, dan joined Pre-GCSE. Kursus Pre GCSE ini
memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,
digabung dengan beberapa mata pelajaran lainnya yang diajarkan di
GCSE. Core subjects of English diajarkan 15 jam seminggu, ditambah
mathematic, Science, Physical Education, Art dan Computer/IT. Jumlah
murid dalam kelas itu sedikit sekitar 13 anak. Perkembangan setiap
murid dimonitor dengan seksama oleh para guru, dan dituliskan dalam
monthly high light report yang diberikan kepada guardiant parents.
Dhani benar2 dipersiapkan untuk masuk ke GCSE.

"GCSE", 6 term selama 2 tahun. GCSE singkatan dari General Certificate
of Secondary Education. Umur Dhani masuk GCSE 14 tahun. Umur lulus
GCSE 16 tahun. Pada tahun terakhir ada ujian GCSE dari mata pelajaran
yang dipilih oleh Dhani. Di UK Compulsory High School Education akan
berakhir di GCSE, semua anak UK harus mendapat pendidikan sampai GCSE,
dijamin oleh Negara, dibiayai oleh Negara, ada undang2nya yang
mengatur itu semua. Sekolah2 GCSE milik pemerintah tidak memungut
bayaran sepeserpun. Sekolah2 GCSE milik swasta memungut bayaran sesuai
dengan misi dan visinya. Lulusan GCSE boleh berhenti sekolah dan
mencari pekerjaan atau meneruskan ke perguruan tinggi. Sebagian dari
teman2 Dhani dari UK berhenti sekolah dan mencari pekerjaan. Sebagian
lagi ingin meneruskan ke perguruan tinggi melalui A level, Foundations
atau yang lain.

 Mata pelajaran di GCSE ada 6, yaitu 3 core subjects (wajib) dan 3
optional subjects. Total 6 pelajaran saja. Inilah yang diuji pada
akhir tahun ke-2.

Pelajaran wajib di GCSE adalah matematik, English dan computer
science. Optional subyek memilih tiga dari mata pelajaran ini antara
lain Accounting, Art, Biology, Business Studies, Chemistry, Economics,
Geography, Natural Economy and Physics. Dari 6 pelajaran yang diambil
di GCSE, semuanya lulus dengan grade yang berfariasi. Ini sangat
mnentukan kemampuan dari anak. Yang menyelenggarakan ujian GCSE bukan
sekolah Rossal dan bukan Negara, tetapi Institusi external.

Ujian di GCSE UK sangat disiplin. Inilah regulations yang harus
ditaati semua murid Rossall dan di UK pada umumnya, dengan sangsi yang
amat berat. Murid2 di UK diajarkan kejujuran dalam menjawab soal2
ujian. Dhani berceritera bahwa ujian GCSE di Rossall sangat ketat
sekali. Meja2 diatur berjauhan satu sama lain. Yang menjaga ditiap
kelas 4 orang guru. Suasana ujian sunyi sekali tidak ada suara apa2.
Yang ikut ujian sekitar 15 – 20 orang saja.

Regulations.

1. All coursework which you submit for assessment must be your own work
2. If you have had any help, other than that given by your teacher,
you must tell your teacher
3. If you have quoted directly from books or other sources you must
state which ones you have used
4. If you copy from another candidate or let another candidate copy
from you, you may be disqualified, at least from the subject concerned
5. If you cheat or try to cheat you may be disquliafied from all your
examination subjects.
6. You may be required to sign a Cover Sheet to say that you have read
and understood the regulations and that your coursework is your own
apart from any help which you have stated on the Cover Sheet.

Always remember – your coursework must be your own.

"Advanced Level", 6 term selama 2 tahun. Pelajar2 Advanced Level
berumur antara 16-18 di England, Wales dan Northern Ireland. Jalur
Advanced Level paling popular untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi
yang ngetop dan bagus di UK. Jumlah pelajaran yang diambil hanya 3
maksimum 4 matapelajaran saja. Subyek yang dipilih sudah pilihan dan
benar2 dipakai untuk persiapan masuk keperguruan tinggi.

Dhani mengambil 4 mata pelajaran untuk Advanced Level, yang dipelajari
dengan lebih mendalam dan persiapan untuk masuk ke Perguruan Tinggi
ternama dan terkenal di UK. Pelajaran ini harus disukai dan dihayati
benar2.

Subyek cukup 4 pelajaran saja dan memilih dibawah ini.

Untuk Science, Medicine dan Engioneeering : Maths, Further Maths,
Physics, Chemistry and Biology.

Untuk Business, Humanities and Law : Maths, Economics, Accountacy,
Business Studies, English Literaure and Psychology.

Advanced Level Stage 1 – dikenal denga nama Advanced Subsidiary (AS)
Level, terdiri dari 3 module dan setelah lulus diberikan completion
certificate AS Level.

Advanced Level Stage 2 – dikenal dengan A2 Level, akan mempelajari
second set of 3 units yang sudah diambil di AS dan ini akan menjadi
full A Level.

Hasil ujian grade bisa AAB, BCC, CCC

A Levels
Grade Points
A 120
B 100
C 80
D 60
E 40

AS Levels
Grade Points
A 60
B 50
C 40
D 30
E 20

Dengan total score yang didapat, lulusan A Level mendaftar secara
tertulis ke University2 di UK. Semua University di UK sudah dievaluasi
dan diberi ranking. The Top Ten disebut Premier League University.
Ada First Grade/Division University di UK yang jumlahnya 33. Lalu ada
Second Grade/Division University di UK yang jumlahnya sekitar 40
universities. Terakhir Third Division di UK yang jumlahnya mencapai 50
universities. Daftar itu disebar luaskan di semua sekolah2 di UK.

Jalur Advanced Level disebut the Gold Standard untuk masuk ke
university. Murid2 di Rossall berusaha agar mencapai grade `A' agar
bisa masuk ke Top Ten University di UK. Siapa yang bisa masuk di Top
Ten sepertinya dijamin karirnya dimasa datang akan mencoron. Masuknya
saja sudah sangat susah sekali, perlu grade yang AAA atau AAB. Setelah
masuk di top ten university, masih dihadapkan dengan kesulitan
mengerjakan tugas membuat essay setiap minggu. Dan tidak boleh
nyontek, tidak boleh meniru. Semua essay harus hasil kerja sendiri.
Hasil bacaan sendiri yang sangat diawasi oleh para supervisor. Kalau
ketahuan maka si murid akan didisqualify untuk subyek itu, atau di DO.

Dengan kerja keras, anakku Dhani mampu menyelesaikan Advanced Level di
Rossall dengan hasil diatas rata2 hampir cum laude. Dhani berumur 18
tahun. Sebelum ujian Advanced Level sudah ada 3 University yang
bersedia menerima Dhani, dengan mengandalkan Evaluation Report yang
ditulis oleh guru2 nya. Nilainya merupakan nilai perkiraan, yang
ternyata tidak jauh berbeda dengan hasil ujian sesungguhnya.

University yang dipilih Dhani adalah Oxford Brookes University dan dia
mengambil Computer Science. Dhani mulai kuliah umur 18 tahun. Empat
tahun kemudian sudah lulus BSc, umur Dhani 22 tahun, sudah termasuk
setahun internship/bekerja di KVS sebuah software company di UK. Untuk
master nya Dhani memilih Marketing di Oxford Brookes University. Umur
23 tahun anakku Dhani sudah lulus MSc dengan predikat high merit,
hanya kurang 3 % Dhani bisa meraih Distinction. Betapa beratnya meraih
predikat Distinction di Top Ten University di UK.

Kembali ke cerita tentang krisis ekonomi di tahun 1998 di Indonesia
yang berdampak sangat negatip ke keuangan kami. Saya menulis surat ke
Mr Rhodes, Dean of Rossall pada pertengahan 1998, menceriterakan
kondisi Indonesia ynag terkena krisis ekonomi, social dan politik.
Saya meminta tolong Mr Rhodes agar bersedia memberikan scholarship
kepada anak-anakku. Alhamdullilah. Surat saya dijawab. Saya diminta
mengisi formulir tentang kondisi financial kami. Data2 keuangan kami
dianalisa oleh Rossall, keputusannya positip yaitu mulai tahun ajaran
September 1998 Rossall School memberikan scholarship berupa discount
sebesar 50% atas annual fee dan living expense. Scholarship ini
diberikan kepada Dhani sampai dia lulus dari Rossall, alhamdullilah,
kewajiban saya hanya membayar 50% dari yang normal

"Me"
(oleh Dhani)

Born and grew up in Indonesia
Left home at the age of 13
Living away from parents and roaming Britain in the name of education
Now in early 20
Planning to go back to Indonesia one day
To give a contribution to the country

(Bersambung)
Gufron Sumariyono