Saat ini sedang dibangun perluasan Busway. Halte dimana-mana mulai dibangun, dari ujung ke ujung Jakarta. Bagusnya, saat ini sudah banyak angkutan feeder Busway, banyak dari real estate di pinggir Jakarta ke pusat Jakarta, biasanya ke halte Busway terdekat. Ini berita yang cukup menggembirakan bagi angkutan massal penduduk Jakarta.

Tapi kalau kita lihat, Singapore yang tahun 1970an belum apa-apa saat ini
sungguh jauh dibanding Jakarta. Subway menjadi andalan utama. Dari ujung ke
ujung hanya bayar $2 saja. Bandingkan dengan biaya taksi.

Semua rakyat bisa menikmati kota bersama-sama, yang tinggal di pusat kota,
maupun mahasiswa yang tinggal di ujung dengan pantai. Semua bisa menikmati.

Tahun 1993 saya ke Kuala Lumpur belum ada apa-apa, boro-boro Menara Petronas
yang tertinggi di dunia, paling hanya ada ruko-ruko menjual makanan kaki lima.
Sekarang kita lihat Di Kuala Lumpur saya kaget setengah mati. Keluar dari
terminal Subway, saya ke atas, keluar lihat pemandangan ada Menara tingiiiiiiii
sekali, tidak kelihatan ujungnya. Lho ini kapan dibangun?

Tahun 1991 saya ke Bangkok macet tiada ampun, semua pada pakai polisi pakai
raungan mengendarai Harley Davidson, untuk menembus kemacetan jalan raya.
Sekarang Bangkok lancar banget.

Herannya, di tahun 90an kita lebih maju dibandingkan dengan Malaysia, sekarang
kita seperti negara mangkrak. Ibarat real estate, negara lain banyak mengundang
investor, mengundang pembangunan baru, investasi baru, ibarat seperti kawasan
Pondok Indah, atau kawasan Darmo Satelit, minimal seperti Bintaro Jaya atau BSD.

Sebaliknya, negara kita terlihat lesu darah, seperti suasana berkabung ada
kematian di rumah kita. Suasanya seperti Cilincing, atau Pondok Labu. Tidak
ada pembangunan baru, tidak ada Mall baru, tidak ada investasi baru, tidak
terjadi multiplier effect, menjadi kawasan mangkrak.

Ibarat gadis cantik, negara yang menarik investor banyak dilirik oleh pemilik
modal. Dari mana? Bisa dari India, Eropa, Amerika, bahkan dari negara-negara
yang belum pernah kita dengar. Cyprus, Belgia, Autria, mereka banyak duit, dan
tentu mereka ingin mengembang biakkan duitnya.

Masalahnya, mengapa tidak tertarik Indonesia?

Sedangkan negara-negara lain, adik kelas kita dulu sekarang maju: Vietnam,
Kamboja. Kita sekarang tidak lagi dikelompokkan Asean. Asean itu Thailand,
Malaysia, Singapore. Kalau Indonesia masuk Asia Selatan, bareng Srilanka,
Bangladesh, Pakistan, Bhutan, Nepal.

India yang ruwetnya minta ampun bisa menarik investor. Gaungnya: Incredible
India! dimana-mana. Malaysia: Trully Asia! Indonesia?

salam,
Goen