Sample ImageKetika berpidato di depan peserta Kursus Lemhanas, SBY marah ketikamendapati ada peserta yang tertidur saat mendengarkan pidatonya. Dia bilang: "Sedang membahas masalah rakyat, kok tidur."Benarkah SBY marah karena ia begitu peduli pada rakyat?

 

Rasanya enggak deh. Bagi saya, SBY marah terutama karena merasatersinggung. Sebagai presiden, dia menganggap bupati yang tidur itutidak sopan. Ada orang penting ngomong, kok malah tidur.Kenapa saya tidak percaya bahwa SBY marah karena ia peduli padarakyat? Karena berbagai tindak tanduk SBY sebagai presiden tidak mencerminkan kepeduliannya pada rakyat.

 

Seorang pengantri gas elpiji di Surabaya marah besar. Dia sudahmengantri sehari penuh untuk mendapatkan satu tangki elpiji 12 kg,akhirnya gagal memperolehnya. Esoknya ia harus antri lagi 4 jam,baru akhirnya berhasil. Komentar dia: "Pemerintah sekarang ini, buta dan tuli, tidak mendengar dan melihat penderitaan rakyatnya."

 

Saya setuju dengan kemarahan orang itu. Hal yang sama digambarkandengan baik pada kartun Panji Koming minggu lalu (kalau nggaksalah), yang menggambarkan Presiden selesai menonton film ayat-ayatcinta, sementara sebelumnya seorang ibu bunuh diri setelah membunuhanak-anaknya karena stress akibat penderitaan yang tak tertahankan.Lalu Pailul berteriak pada Presiden: "Hooooooooi, sudah lihat ayat- ayat kemiskinan belum?"

 

Tidurnya si bupati saya kira pelajaran bagi SBY. Begitulah rasanyakalau suara kita tidak didengar. Bagi SBY ini cuma masalah ego. Iakesal. Tapi tak lebih dari itu. Bagi masyarakat lain, ketikasuaranya tak didengar, boleh jadi itu berarti ia tak bisa hidup lagi esok hari.

 

Pelajaran lain, SBY mungkin perlu lebih memperjelas ketulusannya.Orang yang berbicara dengan tulus, biasanya akan menarik pendengar.Tapi pembicara yang palsu akan membuat muak. Saya termasuk yang muaksetiap kali melihat SBY bicara di TV. Tidak tergambar ketulusan di raut mukanya. Mungkin bupati itu juga muak.

 

 
Lalu, SBY perlu sadar bahwa ia bukan presenter yang baik. Presenter yang baik tahu cara membuat pendengarnya betah.

 

 
Boleh jadi, SBY sudah tak lagi punya pesona. Nah, inilah mungkin yang paling mengesalkannya.

 

 

Salam

Hasan
09.04.2008