Rabu, 20 Februari 2008    Sore tadi (pk. 15:30 sampai pk 18) selama dua jam lebih saya memasang, tepatnya saya dipasangi  implant. Implant di dalam bahasa Inggris dipakai untuk arti kata yang menggambarkan kegiatan menanam (kata kerja transitifnya: menanamkan). Kata bendanya penanaman. Menanam apa? Yang menanam adalah seorang dokter gigi, drg., dentist. Seorang dokter gigi ya tentu saja pantaslah kalau menanam gigi, gigi manusia. Tentu saja bukan gigi manusia asli tetapi gigi palsu, apabila gigi aslinya sudah tidak bisa dipakai lagi seperti sebelumnya dengan sempurna. Gigi tetap yang asli bisa mulai karies, keropok, berlubang, pecah bagaimanapun sebelum tanggal sendiri atau ditanggal (copot,cabut)-paksakan oleh seorang dokter gigi, atau tukang gigi atau yang lain.

Implant yang dipasangkan oleh dokter gigi di dalam mulut saya itu bukan gigi palsu tetapi hanya penunjang gigi palsu disebut: Dental Implant yang dibuat dari bahan logam [Titanium Alloy (Ti 6Al-4V ELI)] dan ditanam di tempat yang dulu pernah dihuni oleh gigi susu dan yang menjadi tanggal/copot, kerena didorong oleh gigi tetap yang dimiliki oleh orang dewasa. Dental implant ditujukan untuk desain agar dapat duduk diatas tulang rahang. Pemasangan dental implant dilakukan dengan membuat lubang bor untuk akses kedekat tulang rahang sedekat mungkin. Meneliti apa yang terlihat di photo X-Ray (Sinar X – Tembus Pandang) yang biasanya dilakukan dengan membuat panoramic photo (photo yang 360°), seorang dokter gigi pasti mengetahui apa yang akan dikerjakannya. Dari panoramic photolah maka akan terlihat contour tulang rahang dan letak alur urat-urat syaraf yang berada di akar gigi. Semua ini akan menjadi pertimbangan dokter gigi bagaimana melakukan pelaksanaan pemasanmgan dental implant. Tugas implant adalah memindahkan beban yang diakibatkan oleh kerja gigi palsu ke atas gusi menjadi ke atas tulang rahang.

Dengan cara memindahkan beban ke tulang rahang maka, pada waktu usia bertambah, dan gusi yang menjadi mengkerut karena usia, akan tidak menanggung beban lagi dari kegiatan mengunyah, menggigit serta menyobek makanan di dalam mulut kita.

Seperti diketahui maka gigi manusia itu terdiri dari dua tahapan pertumbuhan, yakni tahap gigi susu (mulai umur 6-8 bulan sampai umur 2 tahun 4 bulan. Jumlah gigi susu yang bentuknya kecil, masih lemah ini, akan lengkap pada umur 2 tahun 4 bulan, itu berarti menyamai angka yang sama dengan angka dari  tanggal kalender bulan Februari 2008, ketika saya selesai menjalani proses pemasangan implant  di klinik dokter gigi, yakni: 20.

Pada usia kanak-kanak mencapai 6 tahun, mulailah tumbuh gigi geraham pertama, geraham kedua dan geraham ketiga, masing-masing 3 buah di kiri dan di kanan. Pertambahan enam buah gigi graham ini selain tumbuh di rahang bawah-mandible juga tumbuh di rahang atas-maxilla, juga di kiri dan di kanan.

Dengan demikian gigi tetap manusia dewasa yang telah lengkap, tumbuh sebanyak dua puluh ditambah enam di rahang bawah dan  enam di rahang atas menjadikan jumlah  keseluruhannya menjadi sebanyak tiga puluh dua buah gigi.

Sesungguhnya jumlah seluruh gigi yang bisa tumbuh di dalam mulut manusia normal adalah 52 buah. Hal ini karena termasuk dihitung dan dimasukkan jumlah gigi susu yang akhirnya tanggal (copot, tercabut) semua, sesuai usia itu, disebabkan karena terdorong keluar dari gusinya. Terdorong keatas untuk gigi-gigi yang ada di rahang bawah dan terdorong kebawah untuk gigi-gigi yang ada di rahang atas. Gigi susu, seperti telah disebutkan diatas, sudah mulai berguguran  (copot sendiri) atau memang dicopot oleh dokter gigi atau tukang gigi.

Setelah masa pengabdian gigi tetap selama usia dewasa manusia,  gigi tetap ini sudah tanggal atau ditanggalkan, seperti biasanya, ditempat bekas dimana gigi tetap tadi, akan dipasangi gigi palsu.

Pemasangan biasa menggunakan cara ditanam, atau ditumpangkan diatas gusi,  tetapi "didudukkan dengan diikat" menggunakan gigi (atau gigi-gigi) yang terdekat letaknya sebagai tempat titik ikat. Letak bekas gigi ini sebaiknya tidak dibiarkan terbuka atau ompong terlalu lama. Hal ini disebabkan karena biasanya akan menyebabkan kedua gigi yang terletak disebelahnya akan condong untuk menjadi miring kearah tempat luang di tempat di mana berada bekas gigi yang sudah meninggalkan tempatnya, sudah tidak ada lagi disitu. Kondisi kedua gigi menjadi miring posisinya di gusi, tidak vertikal, akan menyebabkan kedua gigi itu goyah dan tidak stabil serta menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan rasa nyeri atau sakit, kalau dipakai menggigit sesuatu.

Bagi mereka yang beruntung di anugerahi usia panjang di atas 65 tahun, maka amat penting secepatnya mengamati gigi dengan cara lebih teliti serta detil. Masih belum terlambat, sebab saya telah melakukan pemasangan dental implant pada umur 70 tahun.

Yang terjadi di dalam mulut saya, rahang kiri dan kanan saya baik di bawah maupun di atas, banyak gigi telah tanggal (copot) sejak beberapa puluh tahun terakhir ini.

Saya mengunjungi dokter gigi untuk pertama kali ketika saya masih berumur sembilan tahun, sendiri tanpa ditemani ayah atau ibu. Ibu sedang tidak bisa mengantar saya dan ayah saya sedang berada di daerah pedalaman, bergerilya. Saya ingat saya sakit gigi yang tak tertahankan rasa sakitnya dan saya pergi sendirian ke seorang dokter gigi di kota Malang, waktu seluruh keluarga ayah saya telah mengungsi dari Surabaya ke kota Malang, yang masih daerah Republik. Dokter ternyata mencabut gigi saya yang sakit itu dan hilanglah sakitnya. Saya tidak ingat diberi anti biotik, apalagi diberi anesthesi atau anesthesia (bisa juga dieja anaesthesia). Jadi proses pencabutannya memang seperti itu pada tahun 1947, apalagi suasana perang dengan tentara belanda, semua serba darurat dan memang obat-obatan langka atau tidak ada. Bagaimanapun penghilangan rasa sakit memang amat berhasil seratus persen, dan saya berterima kasih saja kepada pak Dokter Gigi. Sekarangpun saya amat heran tidak bisa mengingat saya membayar atau tidak membayar jasa dokter waktu itu.

Pada sekitar umur saya mencapai enam puluh tahunan, saya sudah memiliki gigi palsu sebanyak sekitar 50% dari gigi tetap yang seharusnya berjumlah 32 buah gigi itu. Rahang bawah saja sudah mengalami kehilangan gigi sebanyak 11 gigi tetap.

Satu buah gigi taring (canine) sebelah kanan di mandible (rahang bawah) telah dipasang sebuah gigi palsu berupa mahkota (crown) yang diikat dengan menggunakan screw-sekrup ulir dari bahan anti karat, dimasukkan dengan cara diputar ke dalam tulang gigi yang tersisa yang masih kokoh di dalam gusi.

Sisanya, sebanyak delapan gigi palsu empat buah masing-masing di kiri dan di kanan diikat menjadi satu dengan satu ikatan yang dihubungkan satu sama lain dengan kokoh.

Dalam kondisi seperti ini saya bisa mengunyah dengan baik dan tidak menyebabkan bagian-bagian tubuh atau organ tubuh menjadi bekerja keras ikut menghancurkan makanan yang saya konsumsi atau saya cerna. Saya menikmati makanan sekeras kacang goreng minyak maupun goreng tanpa minyak, saya masih menikmati macam-macam sate, rawon, rujak cingur.

Masakan Thailand, China atau Jepang dan steak daging sirloin maupun tenderloin atau ribs (iga), bahkan sea food saya makan dengan mudah. Saya sama sekali tidak mempunyai keluhan apapun terhadap makanan yang terhidang dihadapan saya, kecuali yang memang tidak doyan.

Pada momen-momen seperti inilah yang telah saya sebutkan di atas, mulai pengamatan saya terhadap alat gigit dan alat kunyah serta alat penyobek makanan yang ada di dalam mulut saya, yaitu seperangkat gigi saya, baik gigi asli maupun gigi palsunya. Ternyata pengamatan saya terhadap gigi saja kurang cukup kalau saya tidak mengalami kesempatan melihat gusi (gum)saya secara lebih detil. Gusi adalah semacam daging yang komposisinya tidak persis dengan daging manusia yang ada di dalam jaringan-jaringan di bagian tubuh yang lain. Dari sumber bacaan di buku-buku dan dari percakapan dengan orang-orang di sekitar saya, juga karena saya mengingat apa yang terjadi kepada gusi ayah saya sekitar empat puluh tahun yang lalu.

Saya ketaui bahwa gusi tidak tetap bentuknya pada setiap tahun berjalannya umur manusia. Bentuk gusi bisa berubah karena beban-beban yang dideritanya dalam menjalani tugasnya selaku gusi. Hal ini bisa mengakibatkan pengaruh selanjutnya berupa tulang yang resorb-melesak masuk karena beratnya beban  yang menjadi penyebab bagian samping muka orang menjadi mengkerut dan keriput sehingga membuat penampilan yang kurang sedap dipandang.

Jaringan gusi ini juga berubah bentuk dan ketahanannya sesuai dengan umur siempunya, yakni saya, anda dan kita manusia pada umumnya. Dengan beban gigi palsu saya sebanyak delapan buah seperti saya sebutkan, empat di kiri dan empat dikanan, maka kemungkinan gusi saya selain berubah bentuk karena beban, juga akan berubah ketahanannya.

Bentuknya menjadi mengkerut atau menurun garis sentuhnya dengan perangkat gigi palsu, sebagai akibat dari tulang yang resorb.

Tahun lalu sewaktu saya berada di Toronto saya sempat berdialog dengan dokter gigi saya di kliniknya. Dia mengatakan sebagai berikut: "Don't worry too much about your gum, it is still strong to be used by you now. Perhaps another year, then  we shall see to that" – Janganlah terlalu khawatir mengenai gusimu. Masih cukup kuat dan berfungsi baik. Mungkin setelah satu  tahun sejak sekarang kita akan periksa kembali."

Semua dokter di Kanada, dan dokter gigi tidak terkecuali, selalu terlebih dahulu lebih mengutamakan / menangani yang emergency-darurat, dan kemudian membuat janji perawatan. Janji perawatan semacam ini paling sedikit (paling cepat): satu bulan dimuka.  Ada yang harus menunggu perawatan gigi lebih dari enam bulan hanya karena itu tidak dianggap emergency.

Di Jakarta, saya mengenal seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan  bernama PT Megantara Persada Utama Perdana Dental (disingkat MPU DENTAL) yang mengimport implant gigi dengan menggunakan merek dagang BICON buatan Amerika Serikat.

Mulailah saya melakukan penjajagan dan penelitian kecil, apa bisa saya ikut menggunakan kesempatan ini untuk melakukan langkah nyata, serta tidak menghiraukan dentist Kanada tersebut. Saya lihat dalam websitenya di http://www.bicon.com bahwa mereka adalah yang pertama di  dunia. Pertama dalam research sejak tahun 1965 dan mulai memproduksi pada tahun 1982, meskipun banyak dokter gigi yang baru-baru ini saja, pernah mendengar dan melihat Bicon. Ada merek lain yaitu Nobel Biocare dan Straumann yang buatan Amerika serta Osstem yang buatan Korea beredar di Indonesia. Saya putuskan untuk menjajagi semua aspek yang mungkin saya alami kalau saya melakukan pemasangan dental implant di Jakarta dan juga tidak lupa mencari tau berapa biaya yang harus dibayar dari segi pembiayaannya.

Saya mendapat keterangan bahwa untuk pemasangan dental implant dan termasuk jasa dokter serta pembuatan gigi palsu yang dipasangkan diatasnya, biayanya  minimum sekitar 15 juta Rupiah per satu implant dan per satu gigi palsu. Saya belum tau tepatnya berapa kalau hal ini dilakukan di Toronto, Kanada atau di Amerika Serikat. Menurut perkiraan saya pribadi, kemungkinan biayanya akan sekitar lima kali dari biaya di Jakarta. Ini mengingat bahwa untuk mengganti sebuah gigi yang rusak dan disertai memasang penggantinya (denture) saja biayanya mencapai Canadian Dollar 1500 atau juga sekitar lima belas juta Rupiah.

Sebanyak empat buah dental implant dipasang dua di kiri dan dua di kanan di rahang bawah saya. Panjang implant yang terpasang adalah jenis yang 8 milimeter panjangnya. Dibuat lubang bor sebanyak empat buah dan ditanamkan empat buah implant di dalam masing-masing lubang.

Karena sudah di anesthesia maka saya tidak merasakan sakit yang sangat sama sekali. Saya sempat melihat sendiri melalui sebuah kaca cermin yang saya pegang dengan tangan kiri semua proses.  Dari membuat lubang bor, menginsisi (incision)-mengiris/menoreh memasukkan dental implant dan dan memasukkan implant dengan mengetokkan malet benda kecil berbentuk hammer (palu).

Kemudian menjahit-hetching atau suturing bekas torehan di atas satu per satu. Saya juga mencoba mengambilh photo melalui telepon celullar saya, akan tetapi hasilnya kurang bagus. Hal terakhir ini karena over exposed disebabkan oleh lampu sorot dokter gigi yang terlalu terang bagi camera saya. Lucu juga melihat photo mulut saya sendiri tetapi seakan malah ada cahaya keluar dari arah mulut keluar dengan terang sekali. Kalau saja saya mengaku sebagai seorang sakti yang bisa memuntahkan cahaya seperti itu, mungkin orang bisa percaya … Menurut petugas dari MPU DENTAL, saya adalah yang dipasangi sebagai nomor urut 3000, artinya nomor 2007, 2008, 2009 dan 3000 dental implant merek Bicon terpasang di dalam mulut saya sekarang. Saya bukan pasien ke-3000, karena seseorang bisa dipasangi lebih dari satu buah implant. Jadi yang telah dilakukan kepada saya masih termasuk tahap yang amat awal di Indonesia.

Kalau saja diambil perkiraan bahwa ada sebanyak yang sama orang Indonesia yang  dipasangi implant dari setiap produk pabrik yang lain, dengan jumlahnya yang sama maka keseluruhan implant yang dipasang di Indonesia itu baru mencapai empat merek dikali tiga ribu implant maka jumlah seluruhnya baru mencapai sekitar dua belas ribuan implant. Tidak banyak memang, karena penduduk Indonesia seluruhnya ada dua ratus tiga puluh lima juta jiwa.

Dari pengalaman anak saya yang tinggal di Toronto, Kanada hanya untuk melakukan penambalan (plombir atau filling) satu gigi berlubang serta membersihkan gigi saja, dikenakan biaya sebesar Canadian Dollar 600, yang waktu itu rate Dollar Kanada dengan Amerika Serikat adalah satu point satu dibandingkan dengan Dollar Kanada. Saat itu nilai Dollar Amerika Serikat lebih rendah, menjadikan jumlah tersebut di dalam Rupiah mencapai enam juta lebih.

Saya ingat sebuah peristiwa seorang anak muda warga negara Kanada berkulit putih, kurang dari tiga puluh tahun umurnya, akan tetapi lebih sembilan puluh persen giginya sudah tanggal dan ompong. Hal ini menyebabkan menjadi penghalang bagi dirinya dalam mencari pekerjaan.

Karena masalah ini mencuat di koran Toronto Star, maka mulai berdatanganlah tawaran dari para dermawan yang ingin ikut memberikan sumbangan berupa uang, termasuk para dokter gigi yang menawarkan jasanya dengan gratis. Pada pertengahan tahun 2007 selesailah perawatan gigi secara menyeluruh terhadap dirinya dengan gratis, berkat sumbangan-sumbangan dan terpampanglah kembali photonya di koran Toronto Star. Kali ini photonya dengan tersenyum simpul dan roman muka yang gembira ria serta cerah. Tak lupa giginya menjadi fokus yang utama. Ternyata media cetak itu bisa sekali menjadi amat berguna untuk kasus seperti ini.

Saya berpendapat bahwa gigi amat penting bagi upaya mencerna makanan secara benar dan perawatan tubuh agar sehat dan malah  menjadikan penampilan pada umumnya lebih baik dan keren. Yang saya alami adalah banyak sekali orang memberi saya diskon umur karena salah menyangka umur saya masih  jauh dibawah yang sesungguhnya, 70 tahun pada bulan Mei nanti.

Itu adalah  tiga bulan lagi sejak sekarang. Semua berkah ini adalah berkat gigi yang kondisinya prima dan olah raga yang teratur, hanya berjalan kaki (tidak usah lari) selama 30 menit menempuh tiga kilometer jauhnya setiap hari. Sudah sepuluh tahun saya berjalan setiap hari secara rutin. Olah raga (sport) mental saya adalah menulis banyak-banyak, demi kesehatan otak agar tidak senile (pikun). Saya dengan istri selalu mengkampanyekan kepada kawan-kawan kita agar menjaga kesehatan biar menjadi  tetap AWET TUA. Awet tua akan menyebabkan tidak aneh karena bersikap awet muda, tetapi panjang umur dan sebisa mungkin tetap dalam kondisi sehat walafiat.