Motorku sayang .. Supra Fit 100 CC keluaran tahun 2006 . Di-over kredit dari tangan seorang saudara jauh yang kebetulan tidak mampu lagi meneruskan kreditan sebesar 500 ribu perbulan . Tiba di tangan pas 1 hari sebelum diambil oleh si kolektor . Tidak mulus lagi begitulah wajahmu , ada baret di beberapa tempat .. hanya ada satu spion , kunci garpu hilang karena seminggu sebelumnya hampir digondol oleh sang maling .. Begitulah perjumpaan kita yang pertama kali .

Fit-ku sayang , begitulah panggilan si kecil kribo untukmu , sejak saat itu bersama dengan kakakmu si Supra X 125 , si X – panggilannya menjadi bagian tak perpisahkan dari keluarga kecilku. Kau kebagian tugas mengantar dan menemami mencari nafkah , sedang si X mengantar si kecil kribo ke sekolah atau si nyonya belanja . Hampir setiap hari sebelum kita berangkat menempuh jarak 50 Km berangkat dan jarak yang sama ketika pulang , kamu mendapat ciuman di bagian stang atau lampu dari si kecil kribo .. biasanya dari mulut kecilnya keluar ucapan ”Hati-hati yach !” .. Lucu yah .. Aneh masa sich benda mati bisa diajak ngobrol .. tapi …. mungkin begitulah cara seorang anak lima tahun mengungkapkan perasaannya dan doanya agar ayahnya bisa selamat dalam perjalanan mencari nafkah .

Fit honey … sebenernya sich kamu bukan tipe kendaraan impian . Tidak nyaman , apalagi kalau hujan .. wuih , kadang terpaan air hujan akan sangat menyakitkan , belum lagi kalau angin besar atau kalau bus besar lewat , badanmu gampang sekali bergoyang . Ditambah kapasitas untuk penumpang yang sangat terbatas , sejak si kecil menjadi tambah gendut , kadang sulit sekali mengendalikanmu . Gengsi ..? Mana ada gengsi kalau naik motor kodian gitu , kalau naik motor ”bangsawan” sekelas Harley Davidson baru tuh .. Lalu kenapa yach kamu dan saudara-saudaramu dipilih oleh banyak orang di negeri ini . Bayangkan lebih dari 3 juta saudara-saudara sejenismu terjual tahun 2007 ini . Apa ya kira-kira ..? Ehmm .. iya sih kamu sangat irit , dengan perbandingan 1 L lawan 50 KM .. kamu bahkan lebih irit dibandingkan naik angkot atau bis sekalipun apalagi dibandingkan sama ojeg , buat bujet rumah tangga kamu sangat membantu . Ongkos servismu nggak lebih dari makan di Mac Donald , itupun sudah di bengkel resmi .. Oli-mu juga nggak semahal Big Mac . Terus kamu tuh cepat dan lincah . Dibandingkan kalau naik angkutan umum , aku bisa hemat 1-2 jam . Bayangkan naik bis ke kantor butuh 2.5 – 3 jam , sedang kalau naik kamu cuma 1 jam setengah doang .. sisanya kan bisa aku pake buat istirahat atau maen sama si kecil . Parkirmu juga gampang , kalau di rumah bisa dimasukin ke dalam .. kalau lagi belanja di mall , cukup nyempil . Cara mendapatkan kamu dalam kondisi baru juga nggak susah sebenarnya .. cukup uang muka 500 ribu , bahkan sekarang bisa kurang , Kartu Keluarga , KTP suami istri diperiksa sebentar dan OK lah kredit tiga tahun bisa didapat . Kalau nggak mampu nerusin paling diambil balik . Akhirnya kalau dipikir-pikir , untuk kalangan sepertiku kamu memang ternyata memang ”ideal” terlepas dari segala kekuranganmu , toh juga semua pasti ada kekurangan

Fit manis .. beberapa bulan yang lalu kabarnya saudara-saudaramu di Jakarta akan dilarang masuk ke beberapa ruas jalan protokol seperti Sudirman atau Thamrin . Alasannya karena kamu menyebabkan kemacetan di daerah-daerah tersebut . Beberapa waktu yang lalu juga ada seorang kaya , yang pernah makan kepiting seharga 3 juta bilang hal yang sama . Aneh juga padahal dia seharusnya tahu bahwa mobilnya dia memakan badan jalan 3 kali lebih banyak dibandingkan kamu dan saudara-saudaramu .. Juga kalau dilihat di jalan-jalan tersebut yang membuat macet itu kebanyakan karena mobil-mobil itu . Memang sich banyak juga saudara-saudaramu turut berperan menciptakan kemacetan .. seperti tidak mematuhi rambu lalu lintas , atau pindah jalur tanpa kasih sein , atau memakai jalur yang tidak diperuntukkan buat dia .. yang paling nyebelin yaitu naik ke trotoar . Kasihankan pejalan kaki .. jalannya diserobot . Tapi… apakah larangan motor masuk ke jalan protokol itu bisa mengurangi kemacetan , kok yah masih nggak nyambung kayaknya . Belum lagi , kalau pinjem istilah orang yang naik mobil , ”kita kan sudah bayar pajak, boleh dong mengharapkan tidak macet” .. Fit kamu dan saudara-saudaramu juga sama kan kayak mobil , bayar pajak ..? Jawabmu : Jeeeelaaas dong … kalau tidak ”APA KATA DUNIA” . Jadi kenapa kalau mobil boleh pakai jalan protokol sedang kamu dan saudara-saudaramu tidak boleh .. ? Nggak mudeng aku .. tapi yah di negara antah berantah ini , apalah yang tidak mungkin . Mungkin kalau mobil kan bayar pajaknya besar , sedang kamu kan cuma seperberapanya .. jadi khas negara antah berantah ini yang bayar besar akan dapat perlakuan spesial . Yah nasib orang kecil ..

Fit ku sayang .. Cuma entah sampai kapan kita bisa jalan terus bersama . Usia yang makin hari makin bertambah sedang ketahanan fisik semakin menurun plus jarak tempuh yang lumayan kayaknya aku harus mulai berpikir untuk menemukan jalan keluarnya . Impianku sich .. kalau aja pemerintah di negeri ajaib ini rada sadar , rasanya bisa terwujud . Lha wong impiannya cuma sebuah jalur KRL (Kereta Rel Listrik) antara Bogor Tangerang yang rutin jalan setiap jam . Bus Pusaka yang ada sudah mahal , lambat , tidak nyaman .. sedang KRL cuma ada pada waktu-waktu tertentu dan lambat pula , bisa tiga jam . Tidak perlu sebuah KRL Express Pakuan dech .. cukup KRL ekonomi , asal cepat . Nggak nyaman juga nggak apa-apa , udah biasa ! Yang penting cepat dan murah . Aku nggak berani berkhayal soal bus nyaman sekelas busway .. soalnya di jalur yang kita lalui ada juga beberapa perumahan elit . Entar kayak di salah satu perumahan elit di Jakarta , saudara jauhmu itu diprotes macam-macam , nggak ada amdal lah , pelanggaran hukumlah .. Aneh ya , padahal kayaknya banyak orang di perumahan elit tersebut yang punya villa di kawasan Puncak yang notabene merupakan kawasan penyerapan air .. Pasti nggak punya amdal . Ahh lagi-lagi kan memang begitulah kelakuan banyak orang di negeri antah berantah ini .. sering tidak konsekuen . Anyway , kamu maklum yah soalnya kan mereka hanya jaga pekarangan masing-masing .. bukan pejuang amdal tulen. Alasan bisa dicari yang penting pekarangannya tetap bersih . Jadi jangan protes , entar dibilang tukang ribut , tukang ngeyel . Yang penting kamu dan saudara-saudaramu kalau lewat situ jangan ribut yach .. nanti kamu diusulkan oleh mereka untuk dibatasi .. susah deh kita .

Yang .. ngomong-ngomong kita udah sampe nih . Tolong bunyiin klakson dua kali biar si kecil tahu . Biasanya dia bakalan pura-pura tidur biar bisa digendong ke kamar .. Nah tuch si nyonya sudah keluar bukain pintu . Terima kasih sudah mengantarku dengan selamat dan menemaniku hari ini . Selamat istirahat ya Fit , semoga besok kamu sehat dan bisa mengantarku ke kantor lagi

Selamat Malam

anton