Salah satu spekulasi kenapa manungsia purba berevolusi semangkin cerdas adalah karena makan daging. Jaman purba manungsia ndak mampu mengunyak daging karena struktur giginya tidak punya taring seperti pemangsa daging lainnya (kucing, anjing, T-Rex, dll). keadaan itu berubah dijaman batu, daging ditumbuk sehingga bisa dikunyah sikit dan ditelan.

 Ketika api diketemuken, daging enak dan empuk! Akibat mengkonsumsi protein, otak semangkin cerdas. Tetapi perubahan ini berlangsung secara evolusi. Saat ini negara2 pengkonsumsi protein relatif lebih cerdas daripada yang mengkonsumsi karbohidreat : singkong-keju. Dimana singkong = karbohidrat dan keju = protein. Tanyaken ke ahli gizi atau dokter kandungan, bagaimana supaya bayi yang terlahir lebih cerdas. mereka akan menjawab dengan satu kata : protein.

 

Narasumber : http://www.tvthrong.co.uk/my-brilliant-brain

National Geographic menayangken my brilliant brain, tentang jenius2. Jenius tidak sebatas jenius akademis macem Einstein tetapi lebih ke super-human. Jenius ada tiga jenis :

 

a. terlahir jenius = born genius

b. jenius buatan

c. jenius kagetan = accidental genius.

 

Marc Yu tergolong jenius sejak lahir. Sejak umur dua tahun ia sudah bisa melaguken lagu kanak2. Sejak itu ia berkembang pesat dan pada usia 7 tahun sudah mampu memainken musik sebaik musisi bangkotan pengalaman puluhan tahun. Yu kemauannya sangat kuat dan latihan musik 8 jam sehari. Sesuatu yang sangat langka pada anak2 sebayanya. Ia didukung emaknya yang antusias. Jenius2 memiliki otak bagian tertentu yang lebih besar dari yang normal. Demikianpun syaraf2nya. Dalam kasus Yu, syaraf2 ketangan dan telinga lebih kuat dari yang normal.

 

 Itu mudah kita pahami dengan menyimak Ade Rai. Simak otot2nya, diatas rata2. Kenapa? Pertama lihat rahangnya. Itu indikasi bahwa ia high-t (t=testosteron). High-T berbakat untuk tubuh berotot. Kedua, ia punya kemauan keras dan ketiga latihan terus menerus plus fasilitas. Latihan terus menerus membuat otot2 kuat. Demikian pula halnya dengan otak. Kalau terus menerus dipakai akan membesar dan kuat, mirip otot Ade Rai.

 

Pertanyaannya adalah, apakah harus berbakat atau cukup kemauan keras thok untuk bisa menjadi super? Pertanyaan itu terjawab pada kasus2 jenius kagetan. Karena satu dal lain hal, otak mereka mengalami kelainan dan ujug2-jleg mereka memiliki kemampuan istimewa biarpun tidak memiliki kemauan untuk itu. Demikianpun mereka tidak mendapat fasilitas apapun untuk mengembangken bakat. Mereka hanya tiba2, ujug2-jleg, punya kemampuan istimewa. Karena 'salah otak'.

 

Sepikolog László Polgar yaqin bahwa jenius tidak dilahirken tetapi dibuat "not born, but made". Ia membuat anaknya Susan Polgar sejak belia digeber dalam permainan catur. Dan pada usia 38 Susan menjadi satu2nya dan yang pertama pemain catur ke;as berat. Semasa kecilnya Susan berjam2 latihan catur, sama dengan Yu yang 8 jam sehari latihan musik.

 

Akirnya tinggalah kita yang kebingungan menyimak empat kwadran bahwa jenius adalah

1. berbakat plus berkemauan : Marc Yu

2. berbakat thok doang, kemauan ndak penting : jenius kagetan

3. tidak perlu bakat, kemauan thok doang : Susan Pogar.

4. tidak berbakat dan tidak berkemauan : zombie 😉

 

Rudi Hartono sang maestro bulutangkis ada dikwadran mana? Menyimak kisahnya, saya menduga dikwadran-3. Bapaknyalah yang nggenjot Rudi. Ingat Said Kelana? Ia mendidik keenam anaknya dalam hal musik dan membuat band Trio the Kid. Pertama kemunculannya bikin heboh. Karena anak2 yang main musik dengan piawai. Sekarang? Tidak banyak yang ingat. Paling2 yang diingat adalah salah satu anaknya, Imaniar. Itupun bukan karena bakat musik tetapi ia cantik!

 

Prof. Ellen Winner, development psychologist : I do not believe that you can take an ordinary child and turn that child into a prodigi.

Sepikolog László Polgar : "prodigi is not born, but made"

 

Mana yang bener? Bingun ndak? Kalo mau afdol, kwadran satu, berbakat dan berminat. Kita lihat bakatnya apa dan kemudian, syukur2 kalau ia memiliki kemauan kuat, lantas kita fasilitasi. Kalo kemauannya lemah, kita dorong. Jika bakatnya ndak jelas, terlalu spekulatif mengikuti saran László Polgar. Ya, kalau berhasil seperti Rudi. Kalo gagal seperti Said Kelana?

 

Teori tentang manungsia semangkin cerdas akibat makan daging/protein lebih afdol kalo dikombinasi dengan pemakaian otak untuk berfikir, berfikir, berfikir, sedemikian rupa sehingga semangkin kuat seperti otot2 Ade Rai. Beberapa ilmuwan tidak sabar dengan peoses evolusi yang merayap bak keong. Mereka mencoba2 jalan pintas dengan ngobok2 genetika. RRC yang atheistic, yang tak dibebani berbagai dogma agama, dengan enteng membuka lebar2 othak-athik genetika bagi ilmuwan2 yang frustasi karena dilarang dinegaranya.

 

Akankah teori evolusi runtuh? Embuh 😉