Ketika saya mangsih kanak2 dalam tradisi Jawa banyak saya jumpai orang2 'pintar' yang bisa berhubungan dengan arwah. Namanya dukun. Kebiasaan berhubungan dengan arwah rupanya ndak hanya di Jawa tetapi dimana2 ada. Yang terkenal misalnya Ki Permadi SH yang katanya bisa berhubungan dengan arwah Bung KarnoDulu saya sering mendengar terutama dari kristen bahwa tujuan baragama <antara lain> berhubungan/berelasi dengan tuhan. Yang dalam theologi Matin Buber dan Gabriel Marcel adalah relasi I-Thou = aku-dikau = kawulo-gusti. Belakangan saya baru tahu bahwa yang dikamsudken dengan relasi dengan tuhan, yang semula saya pahami sebagai relasi dengan siluman, ternyata relasi dengan Isa : "a personal relationship with Jesus Christ"

Bagi non kristen, terutama yang tidak begitu percaya dengan mistisme, Isa adalah ARWAH! Dus, berhubungan dengan arwah tidak hanya dijaman dulu, ketika saya mangsih kanak2. Sekarangpun ada! Beberapa kali saya menanya : bigimana caranya mengetahui bahwa ia berelasi dengan 'dia'? Bagaimana memastiken bahwa itu bukan kawan imajinernya dia yang fiktif, yang hanya kayalannya saja. Bagaimana memastiken itu bukan seperti relasi prof. Nash dengan agen2 FBI yang ternyata hanya kayalan? Bagaimana memastiken bahwa ia tidak sedang mengalami ilusi, delusi, dan halusinasi?

  Bukan pula akibat salah makan, gelombang elektromagnetik dari planet zog? Bukan sugesti? Kebanyakan teridam kelimpungan tidak bisa menjawab. Beberapa orang menyebut Isa sebagai si gondrong. Gondrong? Menurut BBC isa mungkin ndak gondrong tetapi kruwel2 mirip rambut saru. Seandainya BBC benar dan dialam baka Isa ndak pernah cukur maka rambutnya bukanlah gondrong tetapi kribo! Mirip rambut Ahchmat albar seperti foto sebelah.

Wajah Albar memang wajah timur-tengah tetapi kalau gondrong ya jadi kribo! Lantas, siapa orang gondrong lurus seperti wajah Isa dalam pakem yang dihubungi orang2 yang mengaku "a personal relationship with Jesus Christ" ? Maka kita hanya bisa menebak2. Jangan2 anu, anu, anu, yang membuat kita terjebak dalam lumbung roti2 spekuk.

Sejauh ini yang saya bisa buktiken hanya satu, yaitu yang dirasanya sebagai arwah Isa tak lain dan tak bukan hanyalah teman imajiner. Hanya kayalan saja. Yang lain karena diam ketika ditanya bagaimana ia tahu berhubungan dengan suatu arwah/dewa/berhala/siluman, saya tidak bisa menyimpulken apapun. Sekedar menempatken 'dugaan' = roti spekuk, bahwa yang lain2pun sama, hanya sekedar berkayal.

Saya penasaran dan barangkali mereka yang memiliki "a personal relationship with Jesus Christ" mau menjawab pertanyaan saya. Apakah siluman yang anda temui wajahnya mirip Isa versi pakem atau mirip Achmat Albar?

 Saya heran, tadinya saya kira peristiwa2 berhubungan dengan arwah hanyalah masa lalu yang sudah punah sebagaimana halnya dolanan jaelangkung sudah nyaris punah. Jaman sekarang ternyata masih ada! Misalnya Jailangkung. Jailangkung terbuat dari bilah bambu yang berbentuk SALIB. Bagian atasnya berupa siwur (gayung air) dan bagian bawahnya ténggok (basket bambu) kecil. Salib ini kemudian diberi pakaian. Lantas setelah melalui berbagai ritual, jaelangkung ini dimasuki arwah orang2 yang sudah mati. Waktu kecil saya suka main2 jaelangkung dan suka memanggil arwah namanya mbah Noto. Arwah ini lucu. <

Yang bikin saya kagèt, setelah saya pikir2 kok mirip dengan jaelangkungnya kristen. Bentuknya salib. Jika salib2 yang seukuran kanak2 diberi baju, jadilah jaelangkung! Kesamaannya lagi, melibatken arwah. Bedanya, arwah dalam kepercayaan kristen hanyalah arwah Isa sementara dalam tradisi Jawa, bisa arwah siapa saja. Arwah Bung karno, mbah Suro, dll.

 

 

 Beda kedua, jaelangkung mainan kanak2. Kepercayaan adanya arwah dalam salib adalah orang2 dewasa.