Maiky….. saya sengaja memanggilnya. Karena bagaimanapun dia anak muda teman kerja belum genap tigapuluh usianya. Gede tulang, gede daging. Bule sampai alis-alisnya. Kalau rada tua dikit pasti mirip Arnold Schwazenegger.



Meja kerjanya bersebelahan, duduk berhadapan diagonal
karena CRT dia dengan LCD saya hampir nempel tegak-lurus.
Dia banyak nanya itungan, saya banyak nanya bahasa.
Perniagaan atau barter yang sepadan ...saya kira.

"Kakek buyut saya Lithuania, my mom and my dad American
saya lahir di Chicago... but I am Australian", dia bergumam
dengan suara yang tertelan saat dulu saya tebak kalau dia Texas.

"Australia ...ah British dong..", saya asal bunyi saja
sambil asyik ngetik, juga tanpa menoleh. Tiba-tiba dia
melempar saya dengan kertas..

"Hei...man, you don't say that ", ucapannya memaksa saya
memutar leher hadap kiri. Lihat muka kelimisnya lurus
menghadap kearah saya.

"Never...ever...." dia menggerakkan bibirnya juga
menggerakan dua tangannya kiri kanan diatas permukaan meja.
Seperti orang memperagakan berenang gaya dada.

Sekarang saya yang bengong...." Kok gak mau British ?"

"Nope, cukup American Australian saja...", dia yakin.

Sampai tadi pagi, saya nggak habis pikir kenapa dia
never-ever untuk British. Sempat juga nebak-nebak...
jangan-jangan karena konon sekarang British passpor
holder harus pake Visa kalau ke Amrik. Sementara American
bebas visa masuk Britain.

Ternyata bukan. Bukan itu alasannya.

Pagi-pagi, tumben dia lebih duluan nongkrongin komputer.
"Hei...mate, you know that.... England pfffhh ", dia
mendahului membuka sapaan pagi dengan tersenyum puas.
Kalimat pembuka menggantikan sapaan rutin "morning mate".

Sambil membuka jaket, kupluk, scarf dan glove....saya
pelototin dia.... " What...?"

Dia menyeringai, ingat ponakan saya yang berumur 10 tahun.
Merapatkan gigi depan sambil bibirnya dibuka. Kulit pipi
ditarik kebelakang. Lalu sambil kedua jempolnya ditunjuk
tunjukan kebawah...

"England....pfffffhhh ..". lalu dagunya goyang kiri-kanan.
tapi saya malah diam mikir, ada apa dengan si Maiky ini....
Dan selintas saya ingat obrolan teman saat jalan kaki tadi.
Dan saya bisa merespon tanpa harus bertanya.

"Masih lumayan, Lewis Hamilton runner-up, Rugby runner-up".
Saya ngasih pledooi seolah mewujudkan jiwa patriotik English.

"No...no...no, kamu tahu, England tahun ini habis...cricket,
golf, dan yess......neither football ", dia angkat dua tinju
tinggi-tinggi. Lalu gaduh sendiri memukul-mukul meja.

"Diancuk...", saya gak sadar niruin teman saya di bandung
yang dari suroboyo. sambil meneruskan ucul-ucul.
Tapi si maiky semakin mejadi-jadi.

"Nanti biar si Jim, si Alex, si Phil, si Kevin....tahu rasa".
Dia berdiri, lihat sekeliling ruangan yang masih sepi, seolah
tidak sabar nunggu teman-teman yang kebetulan lokal English
datang. Dan rada siang sedikit, si Maiky berkeliling kemeja
meja tetangga. Dan Englishmen....kali ini cuma nyengir kuda.

Kasihan juga melihat raut muka memble para Englishmen....
sementara si Maiky senyum-senyum riang gembira banyak bicara.

saya ingat, kelakuan si Maiky kali ini persis sama dengan
kelakuan teman-teman saya dulu yang bule Afrika Selatan dan
New Zealand.
Mereka sama-sama merasa punya negara sudah maju, ras juga
kaukasian...tapi tidak bisa keluar dari TAKDIR inferior...
bahwa negaranya tetap saja Koloni Inggris.

Dan ini semuanya berkah dari SPORT, mereka bangsa koloni
Inngris bisa mengalahkan induk-semangnya. Sungguh-sungguh'
bisa sesaat bersenang-senang merasa menang.

Tapi...thanks God karena telah mengijinkan SPORT....
Karena memang SPORT memang harus ada dan diperlukan tetap ada.
Agar setiap inferior juga bisa mendapat pengalaman mengalahkan.

Mungkin juga bisa, SPORT dijadikan pengobat luka menganga
yang tak habisnya karena bencana alam dan bencana bikinan orang.

Kalau Indonesia perlu sedikit bergerak untuk bisa melewati
threshold mental breakdown. Atau perlu sekali mengnyeyam
sedikit rasa menang. Sementara semua segi sudah ancur lebur,
maka barangkali saja SPORT masih menyediakan kesempatan menang.


Thetis Road 20071123


----------- Just another ordinary people ------------

----------http://djayawikarta.wordpress.com----------