Betapapun juga adanya spekulasi ada bigbang yang ujug2 mak jlegurrrrr membuat kita termangu2. Masa sih, benda2 jagat raya yang terdiri milyaran galaksi dan milyaran bintang itu dulunya hanya sebesar titik, … ? Salah satu sebab adalah karena kita punya insting tentang sebab-akibat. Suatu peristiwa tentu ada sebabnya. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa dalam konsepsi samawi misalnya, ujug2 … mak jleg ada berhala yang mahateu mahakuasa mahapengasih orang2 bisa menerima? Salah satu jawabannya adalah adanya suap dan/atau intimidasi. Yang percaya diiming2i sorga dan yang ndak percaya diintimidasi akan dizalimi nanti kalau dah dut. Sementara mempercayai teori ujug2 ndak dapet apa2. Barangkali roti spekuk samawi juga ndak begitu laku kalau tidak ditambah2i suap dan intimidasi.

Maka paling tidak kita ada dua roti speku(lasi) yaitu roti spekuk ujug2 mak jlegur dan roti spekuk berhala yang diduga nyuap dan/atau intimidasi . Roti spekuk iluwan disebut TEORI dan yang mistis namanya IMAN. Keduanya tidak dijamin benar karena buktinya tidak mencukupi. Roti spekuk Paul Davies berdasarken pengamatan dunia mikrokosmos. Mikrokosmos kurang tepat, lebih baik nanokosmos karena sangat sangat kecil. Dan siluman didunia itu kita namaken saja siluman nano. Ada pula roti spekuk Giga Kosmos. Apa itu?

 

Alexander Alexandrovich Friedman dan bersamaan dengan romo Georges Lemaitre. Pada mulanya Einstein ndableg, menolak roti spekuk orang Rusia & Belgi itu. Tetapi kemudian Edwin Hubbler mumbuktiken bahwa jagat raya ndak statis tetapi mengembang. Melihat fakta itu Einstein kemudian mengakui bahwa ia keliru. Dan sejak itu teori bigbang populer. Roti spekuk ini memicu pertanyaan darimana asalnya bigbang? Maka bermunculanlah penjaja2 roti spekuk. Ada yang berspekulasi bahwa jagat raya kembang-kempis. Mula2 jlegur – kembang – kempis – meleduk lagi – jlegur – kembang – kempis – meleduk lagi – jlegur – kembang – kempis – meleduk lagi – jlegur – kembang – kempis – meleduk lagi – … dst.

Roti spekuk ini ndak begitu laku. Sudah sejak lebih dari 100 tahun yll ada Willem de Sitter yang menjajaken roti spekuk bahwa jagat raya tiga trilion tahun lagi akan menjadi statis. Sekarang memang jagat raya mengembang tetapi lama kelamaan kehabisan bensin, terkonversi semua menjadi materi. Pada saat itulah jagat raya mencapai keadaan statis alias dut.

Now, physicists Lawrence Krauss from Case Western Reserve University and Robert J. Scherrer from Vanderbilt University predict that trillions of years into the future, the information that currently allows us to understand how the universe expands will have disappeared over the visible horizon. What remains will be "an island universe" made from the Milky Way and its nearby galactic Local Group neighbors in an overwhelmingly dark void. Kita mangsih penasaran, apa yang membuat titik itu? Apa yang terjadi sebelum bigbang? Paul bilang : nothing happened. Salah satu penjelasan adalah sbb. Menurut teori relativitas waktu itu relatif. Semangkin kita bergerak cepat, semangkin lambat. Demikianpun, jika kita berada dalam medan gravitasi yang lebih kuat, waktu semangkin lambat. Pada saat bigbang medan gravitasi demikian kuatnya sehingga waktu 'macet' atau 'berhenti'. Sedemikian rupa sehingga tidak ada pertanyaan 'sebelum' bigbang. That question even does not make sense.

Kedua, teori relativitas yang deterministik / matematis menjadi mandul karena ketemu banyak bilangan nol (x=0, y=0, z=0, t=0) dan bilangan tak berhingga (m/e = tak terhingga). Maka, ada pula yang berspekulasi bahwa sebelum bigbang bukanlah nothin happen tetapi something happen. Antara lain dari

Cosmologists Paul Steinhardt and Neil Turok. Berbeda dengan yang disampaiken oleh Paul Davies, yang berbasisken jakat nano, penjaja roti spekuk belakangan tadi berada pada dunia yang lebih besar dari makro kosmos, sebut saja dunia Giga Kosmos. Bersambung …