Salah satu big question adalah apa yang terjadi pra bigbang. Ada banyak jawaban, baik jawaban teologis (=silumanologis) mistis maupun jawaban2 rasional. Semuanya sama, spekulasi, karena ndak cukup bukti. Salah satu penjawab adalah paul Davies. Paul bukanlah yang paling benar, bukan pula paling pintar tetapi kelebihannya adalah ia mampu menjelasken persoalan yang bikin mumet dalam bahasa awam. Sejak kecil kita memiliki semacem insting bahwa ada sebab-akibat yang mendasari  semua peristiwa. Ketika tukang sulap tiba2 bisa mengeluarken kelinci dari topi kosong, kita curiga, itu tipuan. Mustahal kelinci ujug2 mak jleg, … ada! Maka sejak jaman dulu orang2 bertanya apa bisa jagat raya ini ujug2 mak jleg, … ada!

 

 

Pola fikir yang demikianlah yang melahirken spekulasi mistis bahwa ada suatu siluman yang lantas disebut prima kasusa = penyebab yang tak disebabken apapun. Teolog, atau lebih pas – silumanolog – St (sutan?) Agustinus yang mencetusken konsep itu. Untuk menjawab pertanyaan penyebab jagat lahir. Sampai disini spekulasi ini mangsih rasional. Menjadi thulalit ketika siluman itu mengirim anaknya agar pipinya ditempilingi. Atau, siluman yang ngurusi hombreng dan warisan.

 

Spekulasi tentang adanya siluman yang ujug2 mak jleg, … ada! … terasa sebagai disuguhi sulap kelinci ujug2 mak jleg, … ada … keluar dari topi.

 

Ternyata dalam fisika kuantum gejala itu ada! Yaitu munculnya partikel2 yang ujug2 mak jleg, … ada. Didunia kuanta (sub-atum) keadaan sebab-akibat tidak berlaku. Hukum2 fisika klasik Newton maupun Einstein tidak berlaku. Yang berlaku adalah hukum anarki.

 

Paul Davies :

Mostly, quantum events occur at the atomic level; we don't experience them in daily life. On the scale of atoms and molecules, the usual commonsense rules of cause and effect are suspended. The rule of law is replaced by a sort of anarchy or chaos, and things happen spontaneously-for no particular reason. Particles of matter may simply pop into existence without warning, and then equally abruptly disappear again. Or a particle in one place may suddenly materialize in another place, or reverse its direction of motion. Again, these are real effects occurring on an atomic scale, and they can be demonstrated experimentally.

 

Ini BUKAN SPEKULASI, ini nyata dan bisa didemonstrasiken bagi yang berkepentingan. Bahwa dari tiada ujug2 mak jleg muncul suatu partikel tanpa ada penyebabnya. Partikel itu bisa pula mendadak ilang. Bisa berada di dua ruang pada detik yang bersamaan. Disodok kedepan partikel itu mbeler (tidak patuh) terhadap hukum2 fisika. Bukannya kedepan tetapi bisa kekiri, kekanan, keatas, kebawah, memantul, menembus membalik, ilang, jadi dua, dst.

 

Ha? Didunia subabtomic ada siluman? Yang tiba2 menjadi parikel mbeler? Ya, tetapi siluman ini bukanlah siluman yang punya anak dan ingin pipi anaknya ditempilingi. Bukan pula siluman yang pasang loudspeaker tereak2 bikin kuping budeg, hanya untuk bilang bahwa siluman itu guedé bianget.

 

Siluman itu bukan pula maha satu tetapi bianyak. Siluman ini memiliki sifat yang sama dengan siluman samawi : ada tanpa penyebab apapun.

 

Ketidak mampuan fisikawan menebak siluman2 sub-atomic bukanlah karena para fisikawan ndak becus tetapi memang siluman2 itu sifatnya begitu. Mak jleg, tahu2 muncul dan mak plasss tahu2 ilang.

 

Paul Davies :

The event "just happened" at that moment, that's all. This uncertainty is not simply a result of our ignorance of all the little forces, it is inherent in nature itself, a basic part of quantum reality.

 

Apa yang kita pelajari dari fisika kuantum adalah bahwa didunia atom, apa yang kita pahami sebagai hukum sebab-akibat tidak berlaku! Suatu partikel bisa muncul anytime anywhere seenak perut siluman2 mbeler tadi.

 

Paul Davies :

The lesson of quantum physics is this: Something that "just happens" need not actually violate the laws of physics. The abrupt and uncaused appearance of something can occur within the scope of scientific law, once quantum laws have been taken into account. Nature apparently has the capacity for genuine spontaneity.

 

Pertanyaannya, apakah yang berlaku didunia siluman sub-atomik berlaku secara makro kosmos?

 

Bersambung ….