8 Nopember 2007   9877.5500 – Angka apa itu?   Itu adalah angka konversi Canadian Dollar ke dalam nilai mata uang kita IDR atau Rupiah Indonesia. Artinya satu Canadian Dollar saat saya tuliskan hal ini, di dalam market nilai tukar devisa internasional adalah sama dengan 9877.5500 (sembilan ribu delapan ratus tujuh puluh tujuh koma lima puluh lima) Rupiah.

 

Seingat saya ini adalah nilai tukar Canadian Dollar yang tertinggi saat ini terhitung sejak lebih dari sepuluh tahun dan mungkin sekali sejak tiga puluh tahun terakhir kalau dibandingkan dengan uang Dollar Amerika Serikat. Nilai itu sama dengan 1.1 (satu koma satu) USDollar. Sekitar dua bulan lalu nilai ini hanya seimbang karena pernah sampai ke .98 USDollar, sekarang dalan 24 jam terakhir menjadi ada kenaikan sebesar dua cent Canadian Dollar.

Buat siapa itu bagus??

Buat siapa saja yang punya Canadian Dollar dan mempunyai kepentingan dengan uang Rupiah untuk digunakan.

Buat siapa itu bagus di Indonesia?

Para eksportir dan produsen barang-barang eksport.

Disinilah letaknya mengapa saya selalu menganjurkan agar pemerintah mau menggalakkan kekuatan ekonomi yang terpendam di dalam potensi yang dimiliki oleh rakyat kecil.

Saya menulis uang dunia kapitalis kok bagus buat penambahan pemberdayaan rakyat kecil? Bagaimana itu?

Begini Bung!!

Saya yang sering sekali jajan di China Town, Toronto untuk keperluan makan ayam atau bebek panggang dengan nasi putih dan sambalnya yang sedap, tidak bisa mengunci pandangan mata untuk tidak melihat apa yang dijual di China Town di Spadina Avenue itu. Terutama sekitar perempatan Dundas Street. Apa sih yang terlihat oleh mata saya??

Percaya atau tidak disitu banyak toko/supermarket kecil yang menjual bumbu dapur ala di Indonesia!!!

Sebut saja Brambang (Bawang Merah), Bawang Putih, Cabe Rawit dan Lombok Besar serta bangsa Laos (Lengkuas), Kunci, segala jenis dan macam bumbu-bumbu lainnya yang biasa ditemukan di pasar-pasar di Indonesia. Mau cari jinten? Ada!! Mau terasi? Ada!!

Duren? Ada dan ada pula Buah Nona (Srikaya). Mangga, Manggis, Jeruk, Buah Genit (Kesemek). Rambutan, Duku, Langsep, Kelapa, Air Kelapa juga ada. Semua lengkap bahkan saya jamin lebih lengkap kalau ditambah dengan aneka bumbu yang berasal dari Amerika Selatan dan daerah Carribian dimana banyak dihasilkan yang sejenis dengan Tabasco dan macam-macam Chilli Sauce. Itu banyak dijual di kensington Market yang jaraknya hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari perempatan Spadina-Dundas tadi.

Sayur? Ada se-abreg-abreg!!

Yang tidak ada cuma jengkol!!

Ada pete, ada Kubis aneka macam, timun macam-macam juga.

Selama saya berada di Canada, tidak ada kesukaran kalau kita memasak sendiri masakan Indonesia. Mulai Rawon, Gulai dan Lodeh serta Soto Ayam, Bakmi GM dan Bali bandeng (atau tempe atau tahu). Mau teri campur Kacang goreng? Perkedel dan kueh lapis dan pisang goreng?? Ya semua itu bisa dibuat dan sebagian bisa dibeli dari restaurant atau toko kueh. Kueh Lapis, kroket dan loenpia (lumpia) ada di toko Viet Nam dan mungkin di toko Phlippina.

Saya makan gule, lha santennya bagaimana?

Iya bumbu gule atau Lodeh itu tidak menggunakan santan, karena istri saya mnenggunakan susu yang kadar lemaknya 2 (dua) persen saja. Rasanya okay dan sedap, saya nasinya bisa tambah kok. Kenapa santan kok diganti dengan susu? Itu semata-mata agar Cholesterol total saya tidak naik, meskipun sekarang masih sekitar 189 saja dengan batas <200, padahal saya hampir berumur tujuh puluh tahun!

Mengapa saya menggambarkan dengan menggunakan sebanyak lebih dari seratus lima puluh kata-kata hanya untuk komoditi bumbu masak ini kepada anda. Jerih payah (?) saya ini akan diberi acungan jempol oleh siapa sih? Tidak ada!

Tetapi saya menulis ini kan tanpa pamrih.

Yang saya harapkan adalah kesadaran pemerintah kita Saya menilai pemerintah Republik Indonesia ini terlalu lama telah tidak memberdayakan rakyatnya sendiri!! Mau membantah? Teruskan membaca sampai selesai.

95% (SEMBILAN PULUH LIMA PERSEN) dari komoditi bumbu dapur, bahan untuk penyedap makanan pengisi perut kita ini, yang dijual di China Town itu, tidak ada yang dibuat di Indonesia. Padahal anda setuju kalau semua yang saya sebutkan itu ada di pasar-pasar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 

Apa yang saya lihat ada (5% – LIMA PERSEN) disitu?

Ada Indo Mie, ada Kerupuk Udang Sidoarjo (sebungkus kecil beberapa lembar kerupuk kecil harganya Can$5,5 = hampir 60,000 Rupiah), ada Kecap cap Bango, Bumbu Masak Instan seperti soto, rawon rendang merek Muniek, ada apalagi ya? Apakah ada yang lain? Sayang saya kurang ingat, karena sedikit sekali!!

Sudah mulai kelihatan kan apa RELEVANSINYA SAYA BERCERITA MENGENAI BAHAN MAKANAN DAN BUMBU PENYEDAP DENGAN KENAIKAN NILAI CANADIAN DOLLAR??

Semua yang sebutkan di atas dengan jumlah 90% tadi adalah buatan Thailand, Viet nam, Kamboja, Laos serta bahkan China!! Kalau buatan China kan bukan berita lagi terhadap komoditi macam apapun. Tetapi Terasi (disebut dengan tulisan bahasa Indonesia juga: BELACAN) tetapi ternyata buatan Hong Kong.

MANA BUATAN INDONESIA??

APA RAKYAT INDONESIA TIDUR SEMUA??

Ah, TIDAK kan??

Yang tidur nyenyak itu pemerintah kita.

Pemerintah kita tidak bisa menggugah potensi rakyat kecil untuk menggantikan atau mengambil sebagian saja dari pangsa pasar yang diciptakan oleh Thailand, Viet Nam, Kamboja dan Laos serta China itu!!

Dugaan saya di Canada orang asal Indonesia, baik yang sudah warga negara Canada atau berstatus Permanent Resident seperti saya, atau pelajar, pebisnis (?) atau diplomat serta yang lalu lalang lainnya, mungkin di dalam bidang pendidikan, jumlahnya kira-kira sekitar lebih dari sepuluh ribuan orang.

Canada berpenduduk 34 juta orang lebih, luas negaranya terluas di dunia, sebagai nomor dua, setelah Rusia. Toronto sebagai kota berpenduduk asal imigran sudah lebih dari lima puluh persen. Warga Negara Kanada yang sudah ratusan tahun menjadi orang Kanada itu sekarang menjadi minoritas dan penduduk Toronto saja sudah mendekati tiga juta orang dengan luas yang mungkin seluas Jabotabek. Luas sekali dan seang dibangun (bukan wacana saja) sebanyak lebih dari seratus ribu buah apartemen dan condominium serta rumah-rumah dengan tipe bungalows.

Seperti sudah disebut di atas, kalau Canadian Dollar naik nilainya, maka biarpun biaya di Indonesia terasa naik sepeti sekarang, kalau bisa ekspor kesana maka tetap akan memperoleh keuntungan. Jangan biarkan pangsa pasar ini dikangkangi oleh pebisnis Asia Tenggara lain, padahal Viet Nam kan tidak semua lebih baik dari kita? Yang berbeda adalah etos kerjanya!!

Bangunlah dari tidurmu: presiden dan para menterinya, jangan mengikuti atau meniru apa yang sudah dikerjakan para anggota dpr kalau sedang bersidang