Seandainya Lola menerima telp yang sama keempat kalinya dari Manni, apakah ia bisa menyelamatken Ayahnya dan tuan Meyer dari kematian? Apakah ia bisa memenangken <lagi> 60,000 dollah di kasino dan manni menemuken uang yang terbawa gelandangan?

 

Run Lola, run adalah kisah fiktif yang merupaken ilustrasi dari tiga hal yaitu (1) tentang adanya jagat jamak atau multiverse, (2) time travel dan (3) teori kekacauan atau butterfly effect.

 

 Teori dunia jamak adalah spekulasi fisikawan dan matematikus bahwa selain realitas yang kita pahami se-hari2, ada realitas lain, ada jagat lain. Dalam kisah ini ada Lola1 dijagat1 yang lari2 – minta uang bapaknya – Lola tertembak. Lola2 dijagat2 yang lari2 – rampok bank – Manni ketabrak. Lola3 dijagat3 yang lari2 –bapaknya mati ketabrak – Lola menang kasino – Manni menemuken kantong yang hilang.

 

Maka Lola1 >< Lola2 >< Lola3, berada dijagat masing2. Kemungkinan kedua, Lola berpindah dari Jagat1 ke Jagat2 dan akirnya ke Jahat3. tidak jelas bagaimana caranya Lola bisa pindag jagat,

 

Time travel pada kisah Lola adalah time-loop, bisa kembali kemasa yang telah berlalu beberapa kali. Tetapi fisikawan berpendapat bahwa kembali kemasa yll/yad adalah hil yang mustahal. Untuk kemasa yll dibutuhken tenaga yang amat besar dan ketika suatu massa berjalan semangkin cepat, massanya semangkin besar dan membutuhken lebih banyak lagi tenaga. Sedemikian rupa sehingga tenaga ndak pernah cukup.

 

Alasan kedua kenapa kembali kemasa lalu atau kemasa depan adalah hil yang mustahal adalah bahwa waktu tidak bisa dipenggal2 menjadi yll, kini dan yad.

 

Paul Davies

When Einstein said, `the past, present, and future are only illusions, however persistent', dalam while the past has somehow slipped away into a half-reality, and the future has yet to come into being. He could make this claim because he realised that there is simply no possibility of chopping up space-time, or the timescape, into this much-discussed `past, present, and future' in an objective and universal way.

 

Menurut pemahaman kita, Lola berlari sbb

 

a. Pada saat waktu = 0

 

 __________________________________

 

 

 

Pada saat waktu = 20 detik

 

__________ ________________________

 

Pada saat waktu = 40 detik

 

____________________ ______________

 

 

Bukan begitu, sebenernya adalah

 

 

Pada saat waktu = 0

Lola yang lari2 pada detik ke 20 dan 40 sudah ada!

 

 

Pada saat waktu = 20 detik

Lola yang lari2 pada detik ke 0 masih ada dan detik ke 40 sudah ada!

 

 

Pada saat waktu = 40 detik.

Lola yang lari2 pada detik ke 0 dan 20 masih ada!

 

 

Dus, ada tak berhingga banyaknya Lola2 dalam jagat kita, sejak lahir sampai dut dalam koordinat ruang-waktu. Yang anda pahami masa kecil 'tinggal kenangan' atau 'telah berlalu' sebenarnya mangsih ada, somewhere-sometime in the spacetime. Demikianpun masa2 menjelang anda dut bukanlah 'belum tiba' tetapi sudah ada, somewhere-sometime in the spacetime.

 

Pertanyaannya adalah, apakah yang kita pahami sebagai 'yad' sudah fixed tidak bisa berubah2 atau mangsih bisa berubah? Jika bisa berubah, konsekuensinya masa lalu juga berubah2. Kisah fiktif Lola, jika bukan karena jagat-jamak, adalah yad berubah karena yll. Misalnya :

 

– ketika pertama datang, bapaknya menolak memberi uang, Lola tertembak

– datang lagi, rampok bank, Manni mbalah ketabrak ambulan

– datang lagi, menang lotre, Manni menemuken kantong yang hilang.

 

Dalam realitas, kita ndak bisa merubah apa yang kita pahami sebagai 'yll'. Kalau kita 'terlanjur' alumni SMP-A kita ndak bisa merubah menjadi alumni SMP=B. Andaipun kita bisa seperti Lola kembali kemasa lalu, perubahan nasib kita akan merubah nasib orang lain.

 

Dalam fiksi Lola, ia bisa menyelamatken tuan Meyer agar tidak ketabrak. Tetapi dampaknya adalah justru bapaknya ikut dut ketabrak. Pada event lain, ia bergelantungan di ambulan sehingga pengusung jendela ketabrak. Pada event berikutnya Lola bisa ngumpet sehingga konsentrasi ambulan tidak terganggu dan pengusung jendela ndak ketabrak.

 

Singkatnya, merubah yll, dampaknya tidak sebatas pada yang dirubah tetapi <bisa> secara dramatis merubah nasib pihak lain secara berantai. Untuk jangka panjang perubahan kecil bisa menghasilken perubahan yang sangat substansial pada banyak orang. Ini yang akan kita bahas di Lola III, tentang butterfly effect

 

Maka mungkin lantas ada yang berpendapat, merubah yll adalah hil yang mustahal. Konsekuensi dari pandangan ini adalah bahwa masa depan sudah fixed. Tidak berubah lagi. Kita sekian tahun yad sudah tergelar di sometime-somewhere. Konsekuensi lain, dewa mahakuasa ndak ado. Karena iapun tak bisa merubah yad.

 

Ada pula yang berpendapat bahwa masa yll memang tidak bisa diubah tetapi masa yad adalah dinamis, ndak fixed, selalu berubah2. Konsekuensinya, dewa mahateu ndak ado.

 

Bersambung, …..