Ada empat kesaksian yang berbeda.

1. Tajomaru mengaku ialah yang membunuh karena ia lebih jagoan daripada korban.

2. Masago mengaku ialah yang mungkin membunuh dengan belati karena kalap.

3. Arwah si koran mengaku bunuh diri karena malu punya bini biangané dan ingin ia dut.

4. Si penebang kayu bersaksi bahwa yang membunuh adalah Tajomaru bukan karena ia sakti tetapi keberuntungan.


 

 

 

Semuanya jujur tetapi ada yang bohong, bukan dalam arti memberi keterangan palsu demi menipu, tetapi  pernyataannya tidak sesuai dengan realita. Kisah ini dengan setting abad ke 12 dimana belum ada autopsi, labkrim, rekonstruksi, dll. Bukti2 yang ada hanya sedikit, tidak memadai. Jika bukti2 lengkap,  maka ini adalah kasus yang sederhana. Polisi desa berpangkat kopral bisa menguak misteri ini dengan mudah.

 

Dari keempat saksi hanya dua yang kesaksiannya sama ialah bahwa korban terbunuh oleh pedang, bukan belati. Biarpun kisahnya tidak persis sama Tajomaru dan penebang kayu memberiken kesaksian yang sama : pembunuhnya Tajomaru. Kesaksian Masago dan arwah korban adalah kesaksian tunggal. Tidak ada cross checking. Tetapi Masago dan arwah memberi kesaksian yang sama

 

1. Korban bunuh diri dengan menusuk DADAnya dengan belati dan samar2 melihat ada yang mengambil belati dari DADAnya.

 

Simak kesaksiannya : In front of me there was shining the small sword which my wife had dropped. I took it up and stabbed it into my BREAST

 

2. Masago menusuk korban diDADANYA.

"Neither conscious nor unconscious, I stabbed the small sword through the kimono into his breast.

 

DiDADAnya? Samurai membunuh diri di dadanya? Harakiri? Seppuku? Samurai? Didadanya? Simak foto2 harakiri / sepuku dibawah dan diatas tadi.

 

 

 

 

Sepuku / harakiri adalah dengan merobek perut, bukan menusuk dada / jantung. Maka kesaksian arwah diragukan. Lantas, siapa yang menusukken belati kedada almarhum? Masago? Jika  benar bahwa arwah bohong tetapi Masago benar bahwa menusuk dengan belati maka kemungkinan kejadiannya adalah sbb :

 

Setelah duel, lepas versi Tajomaru atau penebang kayu yang sesuai dengan kenyataan, samurai itu dut. Tajomaru lantas mengikat mayat sipohon agar ndak terkulai. Ia kemudian mencari2 Masago tetapi ndak ketemu. Tajo kemudian mencuri kuda dan panah si samurai tetapi lupa membawa belati bertatagken berlian.

 

Ketika Tajomaru sudah pergi, Masago mendekati simayat. Entah karena ia menolak realitas bahwa suaminya sudah dut atau benar2 tidak menyadari bahwa suaminya sudah dut ia meminta maaf atas perkosaan itu. Simayat matanya mlóló (membelalak). Simak kembali kesaksian Masago

 

http://www.med.nyu.edu/pany/bulletin/vol39-2/rashomon.html

She goes to hug her husband, but he is unresponsive. (karena dah dut)

"Even now I remember his eyes. What I saw in them was not sorrow, not even anger. (= mayat matanya mlókó) It was a cold hatred of me. (ini adalah rasa bersalah yang menghantui Masago sehingga mayat mlóló dirasa sebagai pandangan menusuk kalbu)

 

Don't! Don't look at me like that! Kill me if you must, but don't look at me like that."

 

She runs to get her dagger which she'd dropped in her fight with Tajomaru.
"Then kill me! Kill me quickly with one thrust!"

The husband continues his cold stare. (=mayat mlóló)
"Please don't! Don't look like that!"
She repeats it several times.

 

This was all I could say. Still he went on gazing at me with loathing and contempt. My heart breaking, I looked for his sword. But fortunately my small sword was lying at my feet.

 

I said, "Now give me your life. I'll follow you right away."

 

When he heard these words, he moved his lips with difficulty. Since his mouth was stuffed with leaves, of course his voice could not be heard at all. (mana bisa mayat mlóló mengeluarken suara berbicara?)

 

But at a glance I understood his words. Despising me, his look said only, "Kill me."

 

"Neither conscious nor unconscious, I stabbed the small sword through the kimono into his breast"

 

Kesaksian Masago membuat dugaan kita bahwa dalam keadaan kalut Masago bicara dengan mayat mlóló. Ia menusuk mayat mlóló, bukan 'membunuh'. Yang membunuh adalah Tajomaru. Klop dengan kesaksian sipenebang kayu. Demikianpun kesaksian arwah yang melihat ada yang mencuri belati dari dadanya, klop.

 

Benarkah Tajomaru pembunuhnya? Terasa ada yang thulalit, ndak?

 

Bersambung ke Menguak Misteri Rashomon IV