Kang Muroni: "Rashomon" adalah satu film klasik hasil kolaborasi sutradara legendaris Akira Kurosawa dan master cinematographer Kazuo Miyagawa.>Kemudian lahir istilah "Rashomon Effect" — the idea that every story or history has a truth. However, when looking for this truth one must take into consideration each person's background who is telling the story. Each account varies widely; none is obviously the "whole truth."<

 

Bahkan seandainya pun setiap orang jujur dalam menyatakan pendapatnya, yang namanya "truth" itupun sebetulnya hanya
sekedar persepsi dari realitas yang ssungguhnya. Truth is
relative to the individual's understanding of what happens in
reality. Donald Richie dalam bukunya "The Films of Akira
Kurosawa" (1996) menulis bahwa dalam film Rashomon ini tidak
ada karakter yang bohong: "They all told the story the way
they believed it, and they all told the truth. Kurosawa
therefore does not question truth. He questions reality." [hal 75]

 

# Untuk menyegarken kembali ingatan yang sudah menonton film Rashomon dan juga bagi yang belum pernah nongton, berikut synopsisnya

 

Seorang samurai dut ditengah hutan. Ada tiga saksi dipanggil dipengadilan dan seorang lagi saksi diluar pengadilan. Keempat saksi ini memberi keterangan simpang siur sehingga membingungken pengadilan. Berikut kesaksian2 mereka

 

Tajomaru

Ia adalah bromocorah yang kesengsem dengan Masago, bini seorang Samurai bernama  Kanazawa Takehiro. Tajo lantas menlikung sisamurai dan diikat disebatang pohon. Masago diperkosa didepan mata suaminya. Mula2 Masago, demikian kesaksian Tajo, menolak dan meronta2 ndak mau dikeloni. Lama kelamaan masago menikmati saru dengan Tajo dan minta menjadi bininya. Akan tetapi karena malu saru dengan pria bukan suaminya ia minta Kanazawa dibunuh. Tajo lantas nantang samurai itu duel dan sang samurai dut.

 

Masago

Sesudah diperkosa ia berusaha membebasken suaminya, bukan mintak membunuh suaminya seperti kesaksian Tajo. Bukan pula mintak jadi bininya seperti versi Tajo. Ia kemudian minta maaf ke almarhum tetapi samurai itu diam saja dan hanya memandangnya dengan pandangan menusuk. Seolah Masago adalah pelacur yang njijiki. Tidak tahan dengan tatapan suaminya Masago minta agar suaminya membunuhnya dengan belati <bertatahkan berlian> miliknya. Tetapi samurai itu diam saja, matanya terus menerus menatap Masago dengan pandangan yang menusuk.

 

"Even now I remember his eyes. What I saw in them was not sorrow, not even anger. It was a cold hatred of me. Don't! Don't look at me like that! Kill me if you must, but don't look at me like that."

 

She runs to get her dagger which she'd dropped in her fight with Tajomaru.
"Then kill me! Kill me quickly with one thrust!"

The husband continues his cold stare.
"Please don't! Don't look like that!"
She repeats it several times.

Lama kelamaan Masago menjadi kalap dan mengancam akan membunuh suaminya. Sesudah membunuh suami ia akan bunuh diri. Suaminya tetap diam saja diancam mau dibunuh dan Masago menjadi semangkin kalap.

 

This was all I could say. Still he went on gazing at me with loathing and contempt. My heart breaking, I looked for his sword. But fortunately my small sword was lying at my feet.

 

I said, "Now give me your life. I'll follow you right away."

When he heard these words, he moved his lips with difficulty. Since his mouth was stuffed with leaves, of course his voice could not be heard at all. But at a glance I understood his words. Despising me, his look said only, "Kill me." Neither conscious nor unconscious, I stabbed the small sword through the kimono into his breast.

Ia tidak ingat apa yang terjadi tahu2 ia pingsan. Ketika siuman ia melihat belati nancep didada suaminya. Ketika pengadilan bilang bahwa ndak ado belati di jenasah suaminya, Masago bilang ndak tahu.

 

Bersambung ke : Menguak Misteri Rashomon II