鼠地妖魔

Kotapraja ialah satu kota yang bukan kepalang ramainya. Di ini kotapraja-lah pinceng punya zhongdong duduk di ia punya kursi kebesaran buat mengatur kelancaran daripada ini negeri. Di ini kotapraja  juga, para pedagang, saudagar, enghiong hohan dari bulim maupun liok lim berkumpul untuk mengadu mereka punya peruntungan.

 

 

 

Tida bikin heiran tempo jalan-jalan di kotapraja sangat rame dengan lalu lalang berbagai jenis pedati, ada yang cuman mengandalkan ginkangnya sahaja, ada yang naik kuda, toaya2 dan siocia2 naik pedati kencana yang dihias dengan indah dan ditarik dengan sedikitnya 2 ekor kuda kualitet bagus dari Menggu (Mongolia). Ada juga pedati umum yang boleh ditumpangi beramai-ramai, tempo-tempo berhenti sesuka udelnya untuk menurunkan atawa menaikkan dia punya penumpang. Kerna ramenya, perjalanan dari satu tempat menuju ke tempat lain menjadi makan tempo yang lama.

 

Supaya sebahagian daripada pedati bisa lancar dan tida makan tempo lama, maka dibuat satu jalur istimewa yang tida boleh ada halangan (tol), yang sebahagian lapak diambil dari jalan2 yang ada, dibikin pagar dan disetiap itu gerbang masuk dijaga sama beberapa congkoan, yang mau pakai ini jalan kudu bayar sekian tael.

 

Itu sahaja tidalah cukup untuk mengatur perjalanan di kotapraja.

 

Alkisah, ialah Suti-yaomo ( 鼠地妖魔 ), satu mantan ciangkun (jendral) yang menjadi taikoan nomor wahid di kotapraja selama satu dasawarsa terakhir. Ialah yang mengatur ini kotapraja supaya teratur dan rapih. Tida boleh dipandang enteng, sepuluh taon Suti-yaomo punya kebisaan mempertahankan ia punya kursi kebesaran. Tak ayal lagi, jurus2 dalam Kong kali kong cinkeng sudah boleh dimainkan di luar hafalan kepala. Jurus memberatkan bokong hingga ribuan kati supaya ia punya kursi tida bergeser. Jurus menjilat bokong atasan mungkin boleh mendapat satu julukan tersendiri. Ditambah lagi jurusan andalannya, mengendus. Setiap jengkal tanah di kotapraja berada dalam endusannya, sehingga ia bisa dengan jeli dan jitu merencanakan projek2 baru atawa lama untuk kemajuan kotapraja sekaligus kemajuan ’dirinya sendiri’. Bayangkan, Suti-yaomo mungkin merupakan satu2nya tai-koan yang pimpin satu wilayah yang boleh bercokol di bawah lima zhong dong dari berbagai aliran yang berbeda.

 

Suti-yaomo termashur sangat rajin bikin pembangunan. Apa sahaja yang bisa bikin coan (untung), segera dapat diendusnya dan segegasnya ia garap. Pinceng catet beberapa sahaja.

 

1.  Water Margin (Shui-hu Chuan). Ini projek ia tiru dari cerita kuno daripada negeri leluhur pinceng. Satu cerita dari orang2 yang terbuang dan tinggal di pinggir sungai telaga. Saban kali itu musim hujan datang, maka disulaplah satu kawasan di kotapraja menjadi shui-hu chuan. Ini projek sejatinya adalah satu projek paling sukses dan paling bikin bangga daripada Suti-yaomo.

 

 

2. Ba-shi way atawa Ba-shi lu. Ini kelanjutan daripada jalan istimewa yang berbayar (tol). Kerna jalan berbayar juga menjadi rame dan penuh, maka dibikin lagi satu jalur, yang tentu sahaja diambil lagi dari jalan yang ada. Ba-shi Lu ini hanya boleh dipake oleh pedati umum Ba-shi way (busway). Ada 10 jilid yang aken dibikin. Jilid 1 sampe jilid 7 boleh berjalan dengan lancar jaya. Jilid ke 8, Suti-yaomo ketemu sedikit sandungan. Sandungan diperoleh justru di tempo ketika ini ciangkun sudah mau habis ia punya masa menjadi taikoan. Namun, berkat rencana jitu yang telah dipersiapkan sebelumnya, yang menggantikan ia punya kedudukan adalah sute satu perguruannya. Sehingga Suti-yaomo boleh berlega hati melepas ia punya kedudukan kepada sutenya dengan tenang.

 

 

3.  Ada satu tugu atawa monumen di-tengah2 kotapraja yang merupakan satu kebanggaan renmin daripada kotapraja sama ini yaomo dibikin pagar, dan di dalamnya dikasih menjangan. Siancai2,… sayang menjangan2 yang ditaruh di taman itu entah stress melihat itu pagar yang begitu mahal atau udara yang tercemar, akhirnya satu persatu pergi menghadap ke langit barat (dud).

 

 

4. Disamping itu projek2 buat jalan dan fasilitas atawa kelengkapan dari satu kotapraja, ini Yaomo juga sangat rajin kasih ijin2 untuk bikin pembangunan toko2, gedung tempat belanja yang nyaman, sampe pasar2 sederhana yang lama dibikin baru kembali. Tempo2 itu tempat di bawah jalan istimiwa yang tida boleh ada halangan (tol), juga dikasih perijinannya supaya boleh dibangun jadi  tempat dagang. Pasar2 yang sudah lama sudah dibikin daftar panjang untuk direnovasi, namun cilakanya, sering sebelum renovasi dimulai, itu pasar sudah kasep dilalap api terlebih dahulu karena itu pasar punya kabel yang konsluiting.

 

 

Suti-yaomo yang punya kegemaran main kartu domino, istilah kotaprajanya gaplek, ternyata juga mendapat penghargaan kerna ia sudah punya niat untuk bikin udara kotapraja lebih bersih, supaya para enghiong yang melatih tai-chi boleh menghisap udara yang jernih. Menjangan kemungkinan mati karena udara keliwat jernih, sehingga kandungan daripada mineral2 di udara punberkurang.

 

Gelar siucai (sarjana/doktor) juga dikasihken secara cuma2 kepada ini yaomo yang diperkirakan punya ke-hwe (harta) boleh melampaui ”kau ceng si ban lak tael” (kira2 9 triliun rupiah).

 

Sesudah tida lagi jadi taikoan nomor satu di kotapraja, maka jurus berikut sudah siap dilancarkan, menjadi zhongdong pada 2009 nanti. Kerna itu, para enghiong dan liehiap dari bulim tida boleh berbosen tempo harus sering2 melihat ini Yaomo tampil di muka publik, maklum Suti-yaomo sedang melancarakan jurus setor muka, supaya ia punya muka selalu muncul di mana-mana, bilamana perlu ikut promosi kuku bima dengan maridjan locianpwee.

 

Siancai2 . . .

 

Kotapraja, cap gwee jie cap jie  (bulan 10 hari 22)

 

CPT ( http://cioepektong.multiply.com/journal )