Kita tahu Shanghai sudah menjelma menjadi kota megapolitan yg luar biasa dalam waktu yg relatif singkat. Shanghai yg jelas ndak ada busetwae nya Laughing

But no, this subject has nothing to do dgn kesuksesan Shanghai menjelma jadi kota modern dan mensejajarkan dirinya dgn kota2 modern spt Tokyo, New York atau the least S'pore.

Ini mengenai sebuah film yg saya nonton versi DVD nya. Amy the sweet mbak Laksmi has gotta watch this Laughing

Film ini mengisahkan seorang cino amerikano Liam Liu (diperankan dgn apik oleh Ken Leung yg pernah main di film X-Men, the Last Stand's) yg lebih suka disebut american daripada disinggung2 trus 'roots' nya. Dia yg tidak bisa mandarin, tidak bisa kungfu terlihat kesal manakala waktu di-cast utk sebuah peran yg jelas dia ngibul ngisi datanya yg mengatakan dia mahir bahasa chinese atau blackbelt in kungfu.

Laim Liu seorang actor yg dalam cerita tsb digambarkan sbg actor mediocre yg hanya punya apartemen 'kosong', jauh dari kesan mewah. Kehidupan malamnya berpindah2 dari bar satu ke bar lainnya bersama temen akrabnya si bule amrik Joe. Tapi jelas Liam tidak ada masalah picking-up girls of all races karena keluwesan dia dalam bergaul.

Gayanya Ken Leung ini emang enak dilihat. Nggak tampan tapi enak dilihat juga tampangnya.

Cerita mulai turning around waktu si Liam Liu tiba2 mendapatkan warisan sebuah rumah dari neneknya di Shanghai. "Why me?" tanya Liam ke ayah pemabuknya yg dibencinya karena dia mengganggap ayahnyalah 'pembunuh' ibunya dalam kecelakaan mobil di waktu kecil.

Berada di Shanghai mengurusi warisannya yg ternyata cuman bernilai 600 grand RMP (renmingpi) –kira2 600 juta Rp, bukan dalam USD spt yg diduganya, Liam merubah pandangan hidupnya ttg negeri leluhurnya, dia malah berpikir utk settle down di sana apalagi setelah dia berkenalan dan terlibat romance dgn si cantik Micky Yang (diperankan Kelly Hu, the Scorpion King). Malah dia mau memutuskan hubungan cintanya dgn si minor (usia 16) Adelaide yg sangat pintar dan sangat mengenal karakter dan kelemahan Liam.

Micky Yang ternyata adalah pacar Jai Yi, oyabun mafioso lokal yg sangat tidak senang kpd Liam karena Micky mulai uring2an gara2 kesengsem sama Liam. Laim end up di akhir cerita menghibahkan rumahnya buat Micky yg terpaksa 'menggadaikan' masa depannya ke Jai Yi yg tidak dicintainya demi perbaikan hidup adik2nya yg sangat miskin selama ini.

Di tengah kegalauan Laim yg menemukan cinta kilat dalam diri Micky yg ternyata banyak menyimpan masalah pribadi, Liam tiba2 menyadari apa yg harus dia lakukan.

Sebuah film yg sangat layak ditonton. Gaya edit nya apik dan flow dari percakapan ke percakapan pemain2nya berjalan mulus dan sangat menarik. Sebuah film yg merefleksikan seorang american dgn etnis chinese dgn sentuhan yg sangat beda.

Liam memotretkan diri sbg bukan tipikal american chinese yg 'shy'. Itulah yg menyebabkan film ini begitu berbeda.

Ayo nonton, nanti nyesel kalo kagak.

Ini link synopsis nya…

http://www.bigfootentertainment.com/ShanghaiKiss/synopsis.php

Selamat menonton…