Sikap jelas pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Malaysia dalam insiden gambar Jesus mengisap rokok perlu diacungi jempol.

Baru saja Kementrian Dalam
Negeri penerbitan surat kabar Makkal Osai berbahasa
Tamil selama sebulan. Pasalnya surat kabar itu memuat
gambar Jesus memegang rokok untuk iklan. Tentu saja
seluruh karyawan menangis Bombay karena terpaksa tidak
menerima upah selama sebulan. Sebelum ada tindakan
segera surat kabar itu memuat permintaan maaf yang
dimuat dihalaman depan karena mencomot gambar dari
internet begitu saja. Tak kurang dari PM Muhammad
Badawi mengatakan gambar yang melukai perasaan umat
Kristiani itu tak senonoh. Mula2 Uskup Besar Kuala
Lumpur Murphy Pakiam mengecam gambar itu, tetapi
setelah membaca permintaan maaf pimpinan redaksi
beliau menerima permintaan maaf itu. Eloknya lagi
justru yang mengusulkan tindakan itu adalah Partai
Malaysian Indian Congress.

Memang surat kabar Makkal Okai melanggar undang-undang
kerajaan. Disana dilarang keras penerbitan tulisan
yang menghasut terhadap suatu agama. Jadi disana
jangan harap ada majalah .... (isi sendiri).

Salam
RM