Bunga melatikah yang harumnya memenuhi angkasa raya
Bertaburan bertebaran dari nirwana  bumi berserakan pembela merdeka
Rela berpedang bambu runcing melawan mitraliur sang angkara murka
Dada-dada terbuka muncrat merah delima mengucur  dada sang rela
Bersungkuran memeluk pertiwi membisikkan merdeka merdeka
Angkasa memerah  genderang membahana mengiring derap  angkara murka
Meluncur merpati-merpati putih mengantar suci pekik merdeka pembela bangsa

 
Aku tertegun dada tergetar sukma mengelana menghayati suasana
Kabut putih menguak pahlawan putih berbaris melayang menuju nirwana
Terpana aku mendengar suara dari atas sana
Wahai penunggang kuda hitam terimalah pedang estafet pembela merdeka
Tugasmu melanjutkan mengisi merdeka mengantar bangsa sejahtera
Senyum pahlawan rela mengantar suara merpati-merpati putih menebar angkasa
Mengantar pedang estafet ‘tuk para ksatria penerus bangsa.
 
Berderap aku menunggang kuda hitam pedang suci tergenggam membelah udara
Beserta ribuan ksatria pemegang amanat suci pahlawan bangsa
Walau udara terpolusi korupsi masih bertebaran angkara bangsa
Rakyat jelata masih melata merayap terbata
O, mari ksatria  coba kita tata bangsa
Malu kita kepada sang suci sang rela
Mari tata barisan  berderap maju menuju Negara sejahtera bahagia.
 
As as