Tuesday, August 07, 2007 Media di Kanada ramai memberitakan hal-hal mengenai kepindahan penduduk dan warga negara dari dan ke negara Kanada dan Amerika Serikat serta sebaliknya.

 

Bagi saya, kalau ada orang Amerika tidak merasa nyaman tinggal dan hidup di negerinya sendiri itu sebuah berita yang tidak biasa. Kalau itu masalah hati nurani tentu saja cuma yang bersangkutan sendiri yang bisa mengerti apa masalahnya. Tetapi kalau karena terasa ada paksaan dari luar, seperti timbulnya sikap tidak setuju dengan policy pemerintahnya, yang mungkin saja dialami oleh warga negara-negara lain-lain, dapat dengan mudah kita memahaminya. Mari kita simak yang berikut ini:

  • Sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum bahwa suka tidak suka kepada seseorang lain secara pribadi, misalnya kepada seorang kepala sebuah negara bisa membawa dampak yang besar bagi banyak bidang: ekonomi, politik dan sikap para pengelola keamanan. Pada periode empat tahun pertama pemerintahan Presiden George Walker Bush (GWB), banyak orang kecewa karena policy yang tidak ramah dalam berdiplomasi. Pemerintahannya memelototi Iran, Indonesia dan Korea Utara dan itu dilakukannya sambil memerangi Saddam Husein. Pernah disebut sebuah istilah: axis of evil antara ketiga negara tersebut. Pada tahun 2004 banyak para penganut Partai Demokrat yang amat prihatin dan menyatakan secara terus terang bahwa kalau GWB dipilih kembali, mereka akan berpindah tempat tinggal ke arah benua Utara, yaitu ke negara Kanada.

Pada kenyataannya adalah bahwasanya hal tersebut telah dilakukan oleh banyak orang dan telah terjadi.

  • Ada sebuah badan yang bernama Association for Canadian Studies menyimpulkan bahwa pada tahun 2006 terjadi pindahan penduduk ke Kanada, warga negara Amerika Serikat yang jumlahnya lumayan banyak. Kali ini mencapai jumlah yang tertinggi selama tiga puluh tahun terakhir.
  • Waktu GWB terpilih pada tahun 2000 untuk pertama kali, telah terjadi pindahan penduduk Amerika Serikat sebanyak separuh dari yang terjadi pada tahun lalu pada tahun 2004, GWB terpilih untuk kedua kali, sebanyak : 10,942 orang yang pindah ke Kanada
  • Sebaliknya terjadi pindahan penduduk yang berasal dari Kanada selama ini ke Amerika Serikat, pada tahun 2005 sebanyak 29,930 orang dan pada tahun berikutnya yakni 2006 menurun drastis menjadi 23,913 orang, menurun sebanyak 20%.
  • Ada data keimigrasian yang menunjukkan bahwa pada hari kemenangan GWB yang kedua kalinya, malam itu ada kegiatan yang meningkat dari kunjungan kepada website Immigrasi Kanada sebanyak 191,000 orang pengunjung, yang merupakan jumlah sekitar enam kali dari biasanya. Bagian favorit yang dikunjungi adalah yang menerangkan prosedur bagaimana agar bisa mendapatkan ijin tinggal. Memang ada sindiran bahwa sebaiknyalah menikahi wanita Kanada saja bagi mereka para pendatang dari Amerika itu, apalagi yang anti policy perang Amerika. Kalau melihat mereka yang datang ke Kanada adalah para sarjana tingkat strata satu, maka mereka tentu tidak mengalami kesukaran dalam mencari pekerjaan di Amerika Serikat. Dengan data seperti demikian, dapat dipastikan, bahwa bukan karena masalah mencari pekerjaan yang mereka gunakan sebagai alasan untuk pindah ke Kanada.
  • Citizenship and Immigration Canada punya catatan bahwa 49.5% dari para pendatang ini paling tidak bergelar Bachelor Degree.

Ada kasus yang mencuat karena alasan khusus. Tom Kertes berusia 34 tahun yang bekerja selaku labour organizer dan pernah tinggal di Seattle, State of Washington.

Dengan gamblang dia menerangkan bahwa pindahnya dia ke Kanada pada bulan April tahun 2007, secara spesifik menyebutkan ke kota Toronto.

Alasan yang digunakannya adalah karena alasan Human Rights. Lebih spesifik lagi dia menyebutkan bahwa dia melakukan kepindahannya bersama pasangan (partner)nya bernama Ron Braun, karena mereka akan melakukan perkawinannya di Toronto, satu hal yang mereka tidak akan dapat melakukannya di negara bagian Washington. Seperti diketahui perkawinan antar kelamin sejenis adalah legal di Toronto. Menurut Tom Kertes, perkataan Human Rights di Amerika Serikat adalah hal yang asing, dan perkataan itu hanya berlaku di negara lain. Dia melanjutkan uraiannya dan menunjuk secara spesifik bahwa perang di Irak, penyiksaan atas tahanan oleh pihak Amerika dan kegagalan pemerintahan GWB terlihat dengan jelas atas pengingkaran praktek-praktek tidak patut yang menjadikan sebagai kontribusi hal-hal yang menyebabkan seseorang pindah negara. “Berpindah negara bukan sesuatu hal yang ringan”, tambahnya. Rupanya hal-hal yang disebutkannya itulah yang telah memicu orang-orang untuk melakukan pilihan berupa tindakan pindah ke negara lain.

Pindahnya orang Amerika ke Kanada kebanyakan bersangkutan dengan masalah wajib militer. Kali ini adalah perang Irak dan pada tahun 1967 sampai dengan 1975, karena perang Viet Nam, sedikitnya 19,000 orang yang melarikan diri dari Amerika Serikat karena menghindari wajib militer tersebut.

Di dunia maya, Internet, sudah pernah terjadi bahwa ada sebuah blog yang menanyakan apakah mereka akan meninggalkan Amerika, dalam beberapa jam saja mereka menjawab ke aol.com sebanyak 80,000 orang. Komentar yang dipasang didalam blog tersebut menyebutkan bahwa : “Kalau setiap orang yang tidak menyukai GWB dan meninggalkan Amerika Serikat, maka yang tertinggal di Amerika hanyalah para imigran tidak sah (illegal) saja”.

Selama ini telah terjadi banyak perbedaan kebijakan antara pemerintah Kanada dan pemerintah Amerika Serikat sejak masa pemerintahan GWB. Pemerintah Kanada tidak mau terlibat dalam peperangan di Irak. Terlibatnya Kanada di dalam peperangan yang berkecamuk di Afghanistan saja sudah menggoncangkan rakyat Kanada yang sering menyatakan perasaan anti dalam bentuk protes-protes. Apalagi penduduk pendatang yang warga negara Kanada asal dari Pakistan, Libanon, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya yang menganut agama Islam sudah teramat banyak jumlahnya.