Pernah ada diskusi dengan seorang tokoh bursa saham Jakarta dan dalam diskusi tersebut sang tokoh mengatakan pengalamannya berbicara dengan pemilik Grup Lippo yang ulah bisnisnya memang jelas bisa menggoyang dan merusak nama Bursa saham yang baru mulai di Indonesia dan akan menimbulkan ketidak percayaan publik. Memang harus diakui bahwa sewaktu Bursa saham didirikan, peraturan-peraturan belum lengkap dan memungkinkan berbagai rekayasa seperti persoalan Akuisisi, persoalan Insider Trading, persoalan Kriteria perusahaan yang layak masuk ke bursa dan sebagainya. Tokoh-tokoh pemain saham yang berpengalaman di Hongkong , New York, Frankfurt menjadikan ajang pasar bursa saham untuk menangguk keuntungan, bahkan merekrut jagoan saham dari Hongkong untuk melakukan berbagai manuver menangguk “ harta karun “ milik rakyat kecil atau pemain-pemain saham yang tak berpengalaman. Main saham mendatangkan keuntungan besar , tetapi setiap kesempatan mendapatkan keuntungan besar juga memberikan peluang untuk dirugikan !



Mochtar Riady dan penggede-penggede grup mengerti
betul adanya peluang menjadikan perusahaan yang
saat itu tak terlalu besar untuk menangguk untung
dengan masuk bursa dan menggaet orang-orang
Indonesia yang baru mulai mengerti adanya pasar
saham. Sejarah Bursa Saham Indonesia baru saja
dimulai dan saham perdana adalah saham yang
sangat menguntungkan, orang rela berjam-jam antri
mendapatkan jatah saham dan bahkan membayar
banyak orang untuk antri mendapatkan jatah saham.
Bayangkan dengan antrian dan mendapatkan jatah
saham, rakyat kecil bukan pemilik uang yang
banyak mampu menangguk keuntungan yang lumayan.
Kita tampilkan tokoh Mochtar Riady yang memang
sangat jeli melihat peluang mendapatkan dana
besar-besaran untuk memperbesar perusahaan Lippo
yang saat itu belum berarti apa-apa.

Tokoh Bursa Efek Jakarta saat itu mengatakan
bahwa pada waktu berhadapan dengan tokoh grup
Lippo memperingatkan dengan halus mengenai “ Goes
Public “ beberapa perusahaan sekaligus dan
menangguk dana yang luar biasa , sebagai contoh
ialah begitu pasar saham Bank Lippo dibuka,
banyak orang kecewa berat karena kerugian yang
luar biasa, begitu pula saham-saham grup Lippo
yang lain, merugi dan merugi bagi pembeli saham
perdana yang telah antri berjam-jam untuk
mendapatkan jatah 100 saham perorang. Hal ini
berlainan dengan saham-saham beberapa perusahaan
yang cukup terkenal, publik mendapatkan
keuntungan lumayan dan bursa saham mendapatkan
nama terkenal sebagai ajang menaruh uang bagi
pemodal besar dan kecil. Toh , masyarakat tak
bisa berbuat apa-apa karena ada keterangan bahwa
resiko penanam modal adalah sendiri-sendiri dan
ada anjuran untuk membaca dengan teliti
prospektus perusahaan yang dikeluarkan.

Kalau tak salah ingat ucapan tokoh Lippo terhadap
peringatan tokoh Bursa Efek Jakarta ialah : “
Kalau aku melanggar hukum , silahkan buktikan.
Tetapi kalau soal pelanggaran moral kan nggak ada
hukumnya ? “ Luar biasa dana yang diraup oleh
grup Lippo dari Bursa Efek Jakarta dan sekaligus
beberapa perusahaan masuk bursa. Tidak cukup
disitu, dikemudian hari grup ini melakukan
berbagai rekayasa finansial canggih seperti
akuisisi, stock split, bahkan saham Bank akan
dijadikan saham internet, ini sudah keterlaluan
dan kemudian karena ada teguran, Lippo E-net
berubah lagi : banyak sekali rekayasa yang
sesungguhnya membohongi publik, itulah salah satu
sejarah membesarnya kelompok Lippo.

Dalam soal pendidikan Lippo mendirikan
Universitas dan disana juga mendapatkan dana ,
jadi kiprah Lippo bukan dunia pendidikan , tetapi
dunia bisnis. Ada yang mengatakan bahwa bagi
Lippo , apapun dilakukan untuk meraup keuntungan
, bahkan cara-cara yang jauh dari moral bisnis.
Bahkan tak jarang akal-akal licik dilakukan untuk
mendapatkan apa yang diinginkan. Grup Lippo sudah
lama ingin masuk kebisnis retail atau eceran, apa
dan bagaimana caranya ? Masih ingat bahwa Harry
Darmawan adalah pendiri Department Store Matahari
dan ia telah berjuang 40 tahun untuk bisnis yang
benar-benar dikuasai. Matahari waktu itu
merupakan salah satu Department Store yang bagus
dan sudah wajar kalau mulai memakai uang bank
untuk membesarkan. Biasanya Bank akan membantu
sebagai Bank dengan meminjamkan dananya. Tetapi
Bank Lippo menggunakan Bank sebagai sarana untuk
mengambil alih. Bank-bank besar diluar negeri tak
gampang masuk ke bisnis non banking , apalagi
non-finansial. Disinilah keuntungan grup-grup
besar, dengan meminjamkan dana besar dan membuat
perjanjian-perjanjian yang “ menjebak “ ,
Matahari terkena oleh hutang pada Bank Lippo dan
Grup Lippo masuk kesana dan kemudian mengambil
alih perusahaan kebanggaan Harry
Darmawan. Demikian juga kisah masuknya Walmart,
yang di Amerika merupakan perusahaan raksasa dan
diseluruh dunia dimana Walmart melebarkan
sayapnya selalu menguntungkan dan berdiri tegak.
Hanya di Indonesia saja Walmart bisa didepak
keluar, demikian juga dengan J.C.Penny (
department store ), Lippo sanggup melakukan
dengan mula-mula bekerja sama untuk mendapatkan
“ilmu” mengenai bidang bisnis tadi. Walmart dan
J.C.Penney mula-mula dibangun di Karawaci salah
satu kawasan properti milik kelompok Lippo.
Habislah sejarah Walmart dan J.C.Penny di
Indonesia dan Lippo kemudian mendirikan Hypermart
setelah menguasai pengetahuan dan ilmu
supermarket dan hypermarket. Bagaimana Lippo
mampu mendapatkan partner pengusaha-pengusaha
raksasa Amerika ? Masih ingat bahwa James Riady
pernah ditangkal untuk tidak masuk Amerika dan
terkena denda besar yang harus dibayar karena
keputusan pengadilan Amerika Serikat ? Riady
family merupakan orang Indonesia atau orang asing
penyumbang dana terbesar kampanye pemilihan
presiden Amerika yang memenangkan Clinton dan
dari koneksi inilah Mochtar dan James Riady
mendapatkan kawan-kawan pebisnis Amerika .
Dikemudian hari sumbangan tersebut merupakan
pelanggaran hukum Amerika , tetapi Lippo sudah
memiliki nama cukup beken disana.

Baru-baru ini ada yang mempertanyakan kenapa
Lippo menyumbang dana yang besar untuk salah satu
universitas di Singapura ? Jelas motivasinya
bukan mendukung dunia pendidikan disana, tetapi
mendapatkan keuntungan-keuntungan langsung atau
tidak langsung. Misalnya keuntungan kerja sama
dengan universitas yang diberikan dana sehingga
ada kerja sama dengan Universitas Pelita
Harapan milik grup Lippo, mungkin juga
mendirikan cabang Universitas yang dibantu
tersebut, cabang universitas akan mendatangkan
keuntungan . Tahun ini perusahaan-perusahaan
Lippo menangguk keuntungan yang luar biasa dari
pemasaran properti di Shanghay, Hongkong,
Singapura dan Jakarta : keuntungan yang sangat
luar biasa disebabkan booming atau meningkatnya
pasaran properti. Di Singapura harga properti
luar biasa naiknya, bahkan harga apartemen hunian
naik sampai 100 % dan untuk mendapatkan izin
lahan yang diatur oleh pemerintah tentunya nggak
gampang. Salah satu cara ialah nama bagus sebagai
penyumbang dunia pendidikan , itulah barangkali
salah satu alasan kenapa Lippo menyumbang dana
demikian besar , keuntungan yang bisa ditangguk
jauh lebih besar ketimbang sumbangan yang
diberikan. Di Singapura grup Lippo telah
membangun 4 tower apartemen yang sangat besar dan
ke-4 tower apartemen tersebut terjual dengan
harga mahal dan sangat menguntungkan. Keuntungan
Grup Lippo tahun ini luar biasa besarnya dari
kenaikan harga apartemen di Hongkong, Shanghay ,
Jakarta dan Singapura. Membangun properti
merupakan inti bisnis kelompok Lippo dan
keuntungan besar yang diraihnya tahun ini
benar-benar merupakan bagian terbesar dari
keuntungan kelompok Lippo, mungkin itulah salah
satu alasan memberikan sumbangan besar ke salah
satu universitas negeri di Singapura.

Pemerintah Singapura berencana untuk merubah
sistim pendanaan bagi universitas negeri disana
dan menjadikan universitas agar mandiri dan
mendapatkan dana sendiri. Biasanya dana
universitas didapatkan dari sumbangan pemerintah,
sumbangan masyarakat, pembayaran uang kuliah dari
mahasiswa dan berbagai cara mendapatkan dana yang
mampu membeayai universitas bagi gaji profesor,
gaji para karyawan, perpustakan dan pembangunan
gedung serta berbagai pembangunan sarana untuk
menjaga mutu universitas. Itulah barangkali
kendala bagi universitas di Indonesia untuk
menjadikan perguruan tinggi bermutu. Bagaimana
mungkin dengan dana sangat terbatas untuk
menjadikan dunia pendidikan tinggi di Indonesia
bermutu ? Di Amerika rata-rata pembayaran uang
kuliah universitas yang cukup ada nama , per
kwartal USD 8000 atau dalam rupiah Rp 72 juta,
sehingga uang kuliah setahunnya diperkirakan Rp
200 juta untuk mahasiswa asing. Sistim
universitas ada yang memakai sistim semester atau
6 bulan sekali, ada yang memakai sistim kwartalan
atau quarter , dimana satu tahun terdiri dari 4
quarter , tetapi umumnya mahasiswa dan dosen
mengambil musim panas atau summer sebagai
liburan. Jadi efektip beaya universitas umumnya
USD 24 ribu /tahun, dan pada summer biasanya
mengambil 1 atau 2 mata kuliah yang ada. Tak
semua mata kuliah ada kuliahnya pada musim panas.

Barangkali saja tujuan kelompok-kelompok bisnis
menyumbang universitas dengan tujuan meringankan
pajak, atau mendapatkan fasilitas tertentu dari
pemerintah dan banyak tujuan lain diluar tujuan
beramal atau meningkatkan mutu pendidikan disana.
Dengan demikian penjelasan ini mungkin saja perlu
diketahui agar bisa juga diterapkan di Indonesia
sehingga dunia pendidikan disini mampu
ditingkatkan mutunya. Universitas negeri di
Indonesia dibeayai oleh pemerintah dan dana dari
pemerintah sangat terbatas, sedangkan upaya
universitas untuk mendapatkan dana bisa saja
dilakukan dengan membuat peraturan-peraturan uang
kuliah atau uang penerimaan mahasiswa. IPB –
Insitut Pertanian Bogor berupaya mendapatkan dana
tambahan dengan memanfaatkan lahan yang digunakan
untuk pembangunan pusat perbelanjaan dan hotel
yang dibeayai oleh investor dan IPB menangguk
keuntungan mendapatkan dana yang dipergunakan
oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan mutunya.
Salah satu yang menggunakan kesempatan ini kalau
tidak salah ialah Hypermart dari kelompok Lippo.


Jakarta, 6 Agustus 2007