Jakarta , 27 Juli 2007   Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi pembalakan hutan, dengan sanksi siapa pun yang terlibat sesudah saat itu akan ditembak mati ditempat. Bukan saja moratorium terhadap pembalakan, tapi juga moratorium terhadap segala bentuk eksploitasi hutan. Jadi HPH juga akan berhenti seketika. Mungkin moratorium bisa dipertimbangkan untuk diberlakukan selama katakanlah 20 – 30 tahun. Angka pastinya sebaiknya kita serahkan kepada para ahli kehutanan. Pokoknya suatu jangka waktu yang memadai untuk meperbaiki tatanan hutan tropis kita. (dimuat pula di MIMBARBERSAMA)

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi segala bentuk korupsi, dengan sanksi siapa pun yang terlibat sesudah saat itu akan ditembak mati, seberapa kecilnya pun uang yang dikorupsi. Bedanya dengan eksploitasi hutan, moratorium total terhadap segala bentuk korumpsi akan berlaku terus dan tidak akan dicabut selama-lamanya.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi segala bentuk penghamburan uang Negara, baik terselubung maupun terang benderang, dalam segala bidang, dalam segala bentuk, dan dengan segala cara.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi segala bentuk pungutan uang di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar dan menengah, sampai ke perguruan tinggi. Untuk itu anggaran belanja Depdiknas harus dilipat-gandakan. Dana untuk itu harus diambil dari anggaran belanja departemen-departemen lainnya. Setiap departemen dipotong anggaran belanjanya sebesar 10%, dan dana ini dialihkan menjadi dana segar bagi Depdiknas.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi segala tayangan sinetron yang tidak membangun jiwa bangsa kearah yang bermanfaat untuk bangsa dan tanah air.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi segala bentuk penjajaan hedonisme di semua ruang publik.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total bagi semua kendaraan dinas jenis sedan, dan menukarnya dengan jenis Kijang dan sebangsanya, dimulai dengan mobil RI-1.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI memprakarsai busana kerja sederhana, terdiri atas pantalon dan kemeja saja. Kemeja boleh lengan pendek boleh juga lengan panjang.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total terhadap segala bentuk pamer kemewahan : resepsi perkawinan, sunatan, ulang tahun, dsb. Yang diadakan di hotel-hotel berbintang dan mengundang ratusan bahkan ribuan tamu. Tamu yang akan diundang juga tremasuk yang sudah biasa makan sajian yang wah. Kenapa harus hirau ?

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI memprakarsai paling tidak satu hari kerja dalam satu minggu, tanpa mobil dinas. Dan orang dianjurkan untuk naik bus umum atau naik sepeda ke kantor.

Saya memimpikan suatu ketika kelak Pemerintah RI mengumumkan moratorium total terhadap segala bentuk yang sudah mapan (busana resmi, uang dinas, resepsi-respsi mewah, mobil-mobil dinas mewah, dsb) DAN MENGUMUMKAN BAHWA MULAI HARI INI KITA AKAN BERUBAH. BAHWA MULAI HARI INI KITA HARUS SADAR BAHWA KITA ITU BUKANLAH BANGSA YANG KAYA. BAHWA MULAI HARI INI KITA HARUS SADAR BAHWA KITA INI ADALAH BANGSA YANG MISKIN, YANG TERPURUK, YANG TERKEBELAKANG, UNDERDEVELOPED. DAN BAHWA BERDASARKAN KESADARAN ITU KITA HARUS MENGUBAH DIRI KITA, KARENA APABILA TIDAK, MAKA KITA AKAN TERGILAS OLEH KEBODOHAN KITA SENDIRI.

 

Arifin Abubakar

Jakarta, 29 Juli 2007