Berita yang disiarkan Bapenas hari ini adalah Indonesia akan HUTANG lagi pada luar negeri sebesar Rp 2.8 Trlyun untuk menutupi devisit APBN 2007. Sedangkan berita sebelumnya Bapenas bersama DPR menyepakati pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2007 adalah 6.3%,sedangkan berita dua minggu sebelumnya dari BPS[lembaga dibawah Bapernas]menyatakan rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan  mengalami penurunan beberapa persen dan berita2 sebelumnya mengatakan cadangan devisa negara mencapai rekord terbesar yaitu 50 milyard us dolar.

Sebaliknya dilansir berita besar2an 14.000 tenaga kerja akan kena PHK akibat NIKE menghentikan kontrak ordernya.
Sepertinya APBN,Pertumbuhan ekonomi,kemiskinanan,PHK dan Cadangan Devisa negara hanya sekedar angka yang tidak menggambarkan kondisi riel dilapangan.
 
Disisi lain ada release dari DEPKEU bahwa jumlah SBI telah mencapai enam ratus sekian trlyun,SUN sebesar tiga ratus sekian trlyun dan ORI sebesar puluhan trlyun.
Sedangkan berita dari BPK:ditemukan rekening2 liar disetiap departemen yang bernilai trlyunan rupiah.
Wajar bila berita2 tersebut lebih membuat rakyat BINGUNG,kalau negara mesti hutang luar negeri lagi untuk menutup devisit APBN yang hanya sebesar Rp 2.8 T.
Karena masih harus hutang luar negeri lagi,artinya duit bertrlyun2 diatas sudah habis terkuras.
 
Sedangkan berita yang selalu diperbaharui adalah mengenai kerugian negara akibat illegal logging, illegal fishing,illegal meaning dan perbuatan ILLEGAL2 lainnya telah mengakibatkan kerugiannya negara ribuan trlyun.
Bila kerugian negara akibat perbuatan illegal yang dilakukan kepala bulog saja katanya hampir 1,5 Trlyun untuk masa jabatan yang hanya 2,5 tahun,sebenarnya berapa ratus trlyun uang negara yang DIILLEGALKAN pejabat2 negara selama ini?.
Tentu saja aneh melihat"TEROBOSAN" yang diambil para birokrat yang memutuskan
cepat2 HUTANG sebesar 2.8 T pada luar negari,bila dikaitkan dengan berita2 sebelumnya dimana BPK mengklaim berhasil  menjelamatkan KEKAYAAN negara trlyunan rupiah,polisi berhasil menyita kayu senilai trlyunan dan bea cukai berhasil menggagalkan kerugian  negara puluhan trlyun dst.
 
Kenyataannya sebagian besar dana APBN adalah untuk menggaji presiden berikut seluruh aparat pemerintah baik legislatip,yudikatip dan exekutip dan seluruh aparat keamanan.
Seandainya pejabat2 tersebut mempunyai rasa tanggung jawab tentunya tidak akan terjadi multi ilegal yang merugikan negara bertrlyun2 tiap bulannya dan tidak ada rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Jangankan sampai jutaan jiwa jumlahnya,mestinya HARAM hukumnya dinegara yang kaya raya seperti Indonesia ini bila sampai ada sekeluarga saja yang hidup melarat.
 
Permintaan presiden pada para menteri2nya untuk meloby NIKE agar membatalkan penghentian  pemberian order pada pabrik sepatu Indonesia,jelas mencitrakan bahwa beliau BERMENTAL KACUNG,wajar bila bangsa Indonesia selama ini dijadikan kuli rodi oleh pengusaha asing.
Industri yang melakukan strategi marketing buyer label/tukang jahit seharusnya dilarang, minimum harus ada batas waktunya,karena hal tersebut jelas2 merupakan penjajahan ekonomi oleh asing,indikatornya sudah sangat jelas;produsen hanya menerima 11US$ sedangkan pemilik merk meraup 100 US$.
Bila kebijaksanaan kacung tersebut dijalankan terus,selamanya rakyat Indonesia hanya akan dikenal dunia sebagai bangsa KACUNG,dinegara lain diuyo2 jadi babu dan kuli, dinegara sendiri dijadikan keset,cukup digaji sebesar UMR setelah loyo didepak.
 
Apakah"penjajah"sejenis NIKE dikatagorikan sebagai INVESTOR oleh BKPM?.
 
singo.