Tulisan Arifin Abubakar enak dibaca dan makin dibaca kita bisa belajar mengenai sejarah revolusi, mengenai alam bebas, mengenai hidup kekeluargaan , mengenai berbagai hal sederhana seperti sesederhananya pemikiran Pak Arifin. Jadi kalau kita rajin membaca tulisan Anwari Doel Arnowo yang sahutan dengan Pak Arifin Abubakar kayaknya kita sedang belajar mengenai ke Tuhanan dan mengenai agama. Secara tak langsung tulisan keduanya mengajari kita kepada alam, mengajari kita kepada Sang Pencipta dan mengajari kita mengenai Cinta kasih, cinta kasih dimulai dengan kecintaan kepada alam, kemudian cinta kepada sesama mahluk yang namanya manusia, kemudian meningkat mencintai mahluk ciptaan Allah.


Kalau kita cermati tulisan kedua
bapak tadi, kayaknya memberikan suasana cinta kasih dan
memberikan pengetahuan segala bidang. Sungguh kita patut bersyukur
bahwa Apakabar masih memiliki penulis kelas ini, aku katakan kelas
tinggi dengan mutu yang luar biasa : kedamaian. Tulisan keduanya
sangat beragam : mulai mengenai dokter, mengenai angka keramat
tahayul, mengenai penghidupan , mengenai persahabatn, mengenai hewan
sahabat manusia, mengenai bagaimana berdoa, mengenai bagaimana
praktek beragama yang damai tanpa membedakan agama apa sih ?

Banyak sekali penulis cerdas yang mengutip dari buku-buku, tetapi
penulisannya searah dan kemudian disoraki dengan gegap gempita oleh
kaum yang searah, mungkin seagama dan sealiran, paling lengkap kalau
seagama, sealiran, segaris keras dan layaknya kelompok garis keras
tanpa mengingat Allah Alahuakbar merupakan puncak cinta kasih
!
Tulisan demikian kalau disangkal atau dibantah menimbulkan rasa "
amarah " karena katanya " wahyu " tak boleh disangkal , kalau
disangkal menimbulkan luka : didolimi katanya ! Kalau melukai
perasaan agama lain boleh , boleh saja, giliran dikritik sedikit
sudah main ancam , katanya membunuhpun dibolehkan , lha apaan ini ,
kok nggak berdiskusi dan mempelajari dan menyimak ? Kalau di milis
yang banyak Kristennya juga ada kalanya kelompok fanatik yang tak
berpikir. Yah, namanya fanatik : mana mau mikir lagi : dogmatis dan
lupa akan ajaran dasarnya !

Jadi kalau sudah terlalu banyak " makan " tulisan kelompok garis
keras, nah, kita kembali membaca tulisan-tulisan Pak Arifin dan pak
Anwari, kembali kita dibikin damai, dan perasaan kedamaian
menyelimuti hati dan lupa akan "kekerasan" serta makian serta
perdebatan tak ada gunanya , masing-masing pihak mengeluarkan
jurus-jurus " wahyu " dan " dogma ", kayaknya mungkin tak
lagi
menggunakan " hati " dan " otak " yang sudah dikaruniakan oleh Allah
untuk dipakai . Itulah sebabnya kita merasakan bahwa tulisan kedua
bapak ini memberikan rasa ketenangan, memberikan rasa kedamaian yang lepas !

Apakah kedua bapak tersebut orang pinter ? Mungkin orang pinter
berpengetahuan, mungkin kelompok intelek, mungkin bergelar
universitas , tapi mungkin juga orang yang besar dijalanan, mungkin
bukan kelompok alumni universitas , tak ada tampak ciri-ciri
demikian. Tetapi yang menonjol ialah pemikirannya yang bersih,
bersahaja dan pantas dicermati serta dituai, tulisan orang baik !
Bukankan kebaikan pantas diamati ketimbang kepintaran ? Bukankah
kebaikan mencerminkan nurani dan perasaan bersahaja yang memberi
kedamaian dan ketenangan jiwa ?

Jangan lewatkan tulisan 4 A yang bisa dibaca dengan gratis dan
memberikan ketenangan dan kedamaian. Terima kasih kepada 4 A, kok
kayak satu orang saja yah
?