Sunday, June 4, 2007   Itu angka apa? Jangan terkejut dulu! Itu, adalah angka perkiraan jumlah uang untuk gaji kalau dibayarkan kepada para arang-tua orang-tua yang bekerja sosial yang tanpa dibayar di dalam kegiatan-kegiatan masyarakat sebagai suka dan rela serta diakiri dengan wan (volunteer) yang terkenal di dalam bahasa Indonesia: sukarelawan. Ini adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang ditulis dengan baik dan benar, yang artinya adalah orang yang ikut suatu kegiatan dengan kemauan sendiri tanpa diminta dan dipaksa, tanpa dibayar tentu saja. Mestinya ada sukarelawan yang dibayar tetapi biasanya adalah karena bekerja di tempat jauh dari tempat tinggalnya dan biaya untuk menuju tempat kerja sukarelanya harus melalui pembiayaan yang lemayan besar. Misalnya sesorang yang bekerja membantu para korban Tsunami di Aceh yang berasal dari negara yang jauh letaknya dari Indonesia.

 

Apa yang akan dikemukakan disini?

Asal muasalnya, saya selaku seorang yang senior, di Kanada ini merasa ada yang tersirat diam diam dalam hati.

Oleh karena hanya di dalam hati saya sendiri, pada mulanya saya tidak berani untuk mengatakannya dan juga menyatakannya kepada siapapun, karena terasa tidak atau kurang pas dan mantap untuk membicarakannya.

Dengan siapakah saya bisa berdiskusi mengenai masalah ini? Yang tadinya saya tidak sanggup secara berterus terang mengucapkan, saya mencoba untuk mencari bahannya diam-diam. Sebagai salah seorang dari para senior yang ada, bukan mudah bagi saya, apalagi saya yang tidak memiliki data-data yang menunjang, saya menjadi kurang berani untuk mengatakan bahwa seorang senior adalah penyebab dua hal:

  1. Orang usia tua adalah beban bagi yang sedang berproduksi, sedang bekerja dan sedang susah payah menabung
  2. Orang usia tua adalah penyebab bagi para pihak yang tergolong penerima beban seperti disebut dalam nomor 1. terpaksa membayar pajak lebih banyak

Saya juga “membaca”, tentu saja tidak tertulis, dan oleh karena itu disebut tersirat, bahwa kalau saja tidak ada beban bagi pemeliharaan orang usia tua atau senior, tentunya banyak fasilitas hidup itu bisa dipelihara lebih baik, misalnya fasilitas umum. Nah yang berpikir demikian seperti saya kelihatannya makin hari malah menjadi agak lebih banyak. Moga-moga saja saya salah dalam menilai hal ini. Sampai kemarin, saya masih mempunyai padangan yang seperti begitu karena kelihatan “kental” sekali oleh mata hati saya pribadi.

Itulah salah satu sebab kadang-kadang sering kali saya merasa bahwa saya tidak usah pergi ke dokter karena segan, merasa bermanja-manja untuk konsultasi.

Seperti diketahui oleh semua orang biaya konsultasi ke dokter, menimbulkan timbulnya jasa dokter yang dibayar oleh Pemerintah; dananya tentu saja dibayar dari uang hasil pajak. Tadi saya katakan bahwa pandangan saya diatas terbatas sampai kemarin, dan hari ini agak sedikit bergeser. Apa pula penyebabnya?

Ada sebuah tulisan hari ini di surat kabar yang menulis bahwa pandangan saya tadi tidak sepenuhnya benar dan mungkin salah sama sekali.

Siapapun orangnya, termasuk saya, boleh salah kan?

Mari kita simak hal apa saja yang menyebabkan saya berkata seperti tadi itu.

Berikut ini adalah singkatan dari apa yang ditulis oleh Andrew Chung mengenai hal diatas yang menyebutkan: bahwa seseorang kalau menjadi senior akan cenderung untuk menggunakan jasa dokter sebanyak dua kali lipat dan memanfaatkan Rumah sakit sebanyak lima kali lipat daripada di masa-masa sebelumnya.

Tetapi dalam membuat tulisan itu dia merujuk kepada salah seorang senior bernama Dorothy Creaser yang berusia tujuh puluh dua tahun. Terlihat photo Ibu tua ini, saya sengaja tidak menyebutnya sebagai nenek tua karena badannya yang subur itu kelihatan masih bugar. Dia ini amat aktip dalam bekerja sebagai volunteer di di Rumah Sakit Bridgepoint di Toronto di Bagian Pengelolaan Nyeri yang Akut, tanpa menerima bayaran atau gaji.

Sehari sebelum itu Dorothy Ceaser juga melakukan pekerjaan volunteer di bagian pasien yang bermasalah kegemukan (weight issues). Hari sebelum itupun dia ikut aktip dalam menyiapkan peringatan Pride festivities.

Dikemukakan pertanyaan oleh Andrew Chung apakah pantas seorang manula seperti Dorothy ini adalah beban bagi masyarakat?? Bukankah hal yang dikerjakannya ini amat positip, apalagi dia tidak membebani siapa-siapapun untuk jasa-jasa yang diberikannya yang sukarela dan percuma, tanpa dibayar? Demikianlah perdebatan yang seru rupanya telah menyebabkan penyelidikan dan research, tanpa saya dapatkan datanya sebelumnya. Ternyata menurut study yang dilakukan oleh Institute of Ageing di Oxford University dan disponsori oleh HSBC Bank (Hong Kong and Shanghai Bank Corporation) membuktikan bahwa : “Senior yang telah melampaui usia enam puluh tahun adalah asset yang amat besar bagi masyarakat (termenduous asset to society) dan sama sekali bukan beban (not generally a burden). Study ini juga telah mewawancarai dua puluh satu ribu mereka yang para pensiunan dan para senior dari dua puluh satu tempat/lokasi diseluruh dunia termasuk di Kanada, yang mendudukkan perkaranya dengan kebalikan dari pendapat terdahulu mengenai Manusia Usia Lanjut. Ternyata Manula ini telah memberikan kontribusinya sebanyak ber-milyard-milyard Dollar dengan bekerja secara sukarela justru pada usia senjanya, membantu dengan lebih banyak kerja sukarela, malah memberikan uang tunai juga.

Ini semua dalam upayanya membantu keluarga dan para kerabatnya. Juga dilakukan kepada teman-temannya apabila dibandingkan dengan menerima dari mereka. Study itu juga menyebutkan bahwa Manula, yang telah melampaui enam puluh tahun dan mendekati tujuh puluh tahun, hidup dalam suasana yang lebih sehat dan lebih gembira/bahagia serta lebih bugar dari sebelumnya yang selama ini dijalaninya.

Demikian pun pada pada waktu Dorothy Creaser dalam menyatakan pendapatnya: “Kalau melihat angka-angka keuangan dalam jumlah Dollarnya, maka masalah itu memang menjadi beban atau tidaknya, sukar bagi saya untuk mengatakan tidak. Akan tetapi saya sendiri, mempunyai perhitungan telah memberi lebih banyak dari pada mendapat.

Para ahli ekonomi dan para ahli demografi merisaukan yang mereka sebut dengan istilah baby boomers, yang dimaksudkan untuk mereka yang lahir antara tahun 1947 sampai dengan tahun 1966 dan mencapai jumlah sepuluh juta orang, akan mengakibatkan konsekuensi-konsekuensi yang memberatkan generasi-generasi yang lebih muda berikutnya. Kekawatiran mereka ini tentu saja tidak memperhatikan bahwa kaum senior ini telah memberikan jasanya tanpa mendapat perhatian yang layak. Terbukti bahwa sepertiga dari para manula yang berusia 60 tahun masih bekerja dan 11 persen dari mereka yang berusia 70 tahun juga masih aktip bekerja.

Dalam masalah ke-sukarela-an maka para senior yang berusia 55 tahun keatas terbukti telah memberikan lebih dari enam ratus juta jam kerja sebagai sukarelawan.

Kalau saja diperdihitungkan dengan nilai Upah Minimum yang berlaku, maka akan mendapatkan angka sebesar 4,7 miliar Dollar Kanada. Sikap kesukarelaan ini bagi para senior berusia sekitar tujuh puluh tahunan mempunyai arti dapat ikut menggunakan kesempatan bagi mereka bagi sebuah kehidupan yang aktip dan dalam suasana rela memberi kepada sesama.

Ada pendapat tentu ada penyanggahnya, itu wajar.

Tetapi seperti biasanya ahli ekonomi dan pengamat lainnya seperti juga halnya ahli demografi, kita mesti melihat lebih teliti dari mana asal mereka dan untuk kepentingan siapa? Kalau berasal dari sebuah negara lain, maka akan lain pula pendapatnya, apalagi kalau mereka mempunyai ambisi agar pendapatnya bisa mendunia, maka tentu saja dia akan berusaha kearah itu. Sebaiknya mereka ini membina karirnya masing-masing dengan cara yang baik dan wajar sesuai dengan kepentingan tempat dan negara yang diwakilinya atau ingin diwakilinya. Diantara orang-orang yang menentang ini juga ada yang mengatakan sebagai berikut: "But you cannot dismiss the financial problems on this basis. It's like saying to the people of Phuket that the Tsunami is 2000 miles away. Because it's so beautiful and sunny and everything is wonderful here."

— :Tetapi anda tidak dapat mengabaikan problem financial dengan dasar ini. Itu kan sama saja dengan mengatakan kepada penduduk Phuket (nama sebuah resort di Thailand) bahwa Tsunami masih 2000 mil jauhnya. Hanya karena keadaan sungguh sangat indahnya dan matahari sedang cerah dan semuanya amat bagus keadaannya sekarang disini”.

Tentu saja kita semua tidak melupakan bagaimana para ahli ekonomi memprediksi salah di saat kita mengharapkan sesuatu kejadian yang menyangkut bidang mereka: ekonomi. Mereka juga selalu siap mengatakan keadaan lain, politik misalnya, tidak bersifat mendukung.

Penyelidikan dan penelitian terhadap para senior di Kanada diadakan dengan mewawancarai mereka secara langsung dan menemukan data-data langsung, bahwa sebanyak 76% dari Manula yang berusia 70 tahun keatas mengaku dalam keadaan sehat dan bugar.

Pihak yang berlawanan pendapatnya mengatakan bahwa menanyakan bagaimana perasaan yang bersangkutan mengenai kesehatannya, akan mungkin berlawanan dengan apa yang sesungguhnya kelihatan di fakta yang dipunyai sebuah study lain. Mereka bilang bahwa Heart and Stroke Foundation Kanada, mempunyai data bahwa jumlah para baby boomers tersebut telah meningkat dengan tajam dengan bertambah sebanyak 60 % selama sepuluh tahun terakhir ini.

Dari semua baby boomers ini sebanyak 30% kegemukan dan angka ini menyebabkan keprihatinan tersendiri. Sebanyak satu koma tiga juta orang diantara mereka ini telah dideteksi pernah mempunyai catatan kusus tersendiri. Catatan khusus ini adalah dalam masalah kesehatan jantung, mendapat serangan stroke dan tentu saja penyakit tekanan darah tinggi.

Para baby boomers ini sebanyak delapan puluh persen lebih mengatakan bahwa harapan hidup akan makin tinggi dan sebanyak empat belas persen mengatakan bahwa risiko penyakit jantung juga akan bertambah.

Silang pendapat dan saling mengadu seperti ini akan berlangsung dan pihak yang pendapatnya berseberangan akan tetap kurang bijaksana kalau tidak mencari titik-titik temu diantara keduanya.

Sepandai apapun manusia, dan ahli yang bagaimanapun hebatnya, unsur kesalahannya masih cukup besar kalau saja diukur dalam nilai keterkejutannya.

US National Bureau of Economic Research baru-baru ini menerbitkan sebuah analysis jangka panjang yang menyebutkan bahwa boomers mengeluhkan rasa sakit, kondisi kesehatan yang kronis, minum minuman keras dan masalah psikiatri lebih banyak dari pada tahun-tahun sebelumnya.

David Foot, seorang ahli ekonomi dari University of Toronto, yang mempopulerkan buku-bukunya mengenai demographic shock dalam seri Boom Bust & Echo mengatakan dalam sebuah interview bahwa studynya itu bagus.

Hasilnya menunjukkan bahwa selama ini selalu ada macam-macam persepsi yang nyata dan selalu ada yang melihatnya dari segi negatip saja. Itu menunjukkan bahwa ada banyak peluang untuk kemungkinan dan juga untuk kesempatan.

Para orang tua ini bisa memberikan kontribusi dan mau untuk memberikan kontribusinya, untuk itu maka sudah selayaknyalah apabila pemerintah-pemerintah berikut masyarakat-masyarakat di dalam negara-negara yang bersangkutan memberikan fasilitas untuk itu.

Study yang dilakukan oleh Oxford itu bukan satu-satunya study yang membela kaum senior. The University of New Bruswick, Policy of Studies Centre, pada tahun lalu menerbitkan sebuah buku yang menjuluki populasi yang menua sebagai the “bogeyman” (istilah tokoh kayal yang biasa digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak).

“Ini adalah gaya mereka untuk “menakut-nakuti” bahwa di masa depan para senior ini akan menyebabkan menurunnya tingkat kemampuan mengenai masalah dalam upaya memelihara kesehatannya. Maksudnya dengan menakut-nakuti adalah hanya untuk taktik agar dapat kita ketahui bahwa mindset mengenai para senior bisa diubah”.

Itulah kata-kata Joe Ruggeri, direktur dari Studies Centre yang selanjutnya berkata: “Memang benar bahwa biaya pemeliharaan para senior ini mungkin meningkat, akan tetapi jangan dilupakan bahwa penghasilan mereka juga bertambah dan tentu saja pajak dari mereka ini akan meningkat juga.

Ini semua berkat pensiun dan warisan-warusan mereka. Biar bagaimanapun juga masih ada berjuta-juta boomers. Kalau saja pertumbuhan ekonomi bisa sekitar dua atau dua setengah persen maka pemeliharaan kesehatan mereka bukan masalah”. 

Analysis diatas masih tergolong keservatip karena menurut estimasi yang ada, lebih banyak senior yang masih tetap bekerja dan memiliki asset yang luar biasa besarnya. Menurut perkiraan yang ada, para boomer ini akan mewarisi sekitar satu trliun Dollar dari para orang tua mereka. Kanada telah bersiap menghadapi keadaan paling jelek seperti apapun yang tidak diharapkan, dengan jalan membayar semua utang Negara, karena ingin menhindari biaya-biaya beban utang-utang tersebut dan untuk mengalihkannya ke beban pajak dimasa datang. The Canada Pension Plan has been shored up – Perencanaan Pensiun Kanada telah terselamatkan.

Dan bagaimanapun masih ada peringatan-peringatan. Sebuah study pada tahun lalu oleh United States Federal Reserve memberikan perkiraan yang patut diperhatikan.

Study itu memperkirakan bahwa masa pensiun boomer di masa yang akan datang mengakibatkan suasana yang menekan cukup berat kepada ekonomi Amerika Serikat.

Apa dan siapa yang harus dipercaya?

Dorothy Creaser tersebut diatas mengatakan tidak mudah untuk menjawab mana yang benar, akan tetapi dia mempunyai perhitungan tersendiri terhadap dirinya sendiri. Dia merasa telah berbuat sedemikian banyak sehingga dia harus selalu diingatkan oleh kalender kegiatannya, bahwa dia sendiri memerlukan waktu senggang untuk istirahat sehari dalam satu minggu. Bukankah itu hebat bagi seorang seusia 72 tahun?

Patut saya ingatkan bahwa pada tanggal 12 bulan Desember tahun 2006, Pemerintah Ontario, Kanada, telah memutuskan untuk tidak memensiunkan siapapun yang sudah mencapai usia 65 tahun. Hal ini telah saya kemukakan dan tulisan saya berjudul Sixty Five.