Sunday, July 08, 2007   Bagi saya yang ajaib didunia ini, justru manusia kok mulai berisik membuat keajaiban dunia dengan mengemukakan cara yang merepotkan diri sendiri. Saya mengenal Keajaiban Dunia ini sejak kecil dan setelah dewasa banyak berubah susunannya dan yang tercantung diakui sebagai kejaiban itu oleh yang mengutik-kutik sendiri. Pada suatu saat ada yang bilang, Borobudur itu keajaiban dunia dan The Hanging Garden di Asia Tengah sana juga sama. Karena saya tidak tahu bagaimana rupa The Hanging Garden, saya coba membuka Encyclopaedia, saya hanya melihat picture bukan photo. Saya tidak mencari lagi.

Soal the Seven Wonders of the World ini menjadi ramai akhir-akhir ini karena ada berita yang dimuat di Yaoo! Seperti dibawah ini:

Back to StoryHelp

Egypt says pyramids still 'only wonder of the world'

Sun Jul 8, 7:14 AM ET

Egypt said Sunday that the pyramids of Giza remained the only wonder of the world, snubbing a contest in which seven "new" wonders were selected by Internet and telephone voters as having "no value."

Seven new wonders of the world, including the Great Wall of China and the Taj Mahal in India, were selected at a star-studded event in Lisbon Saturday after nearly 100 million voters made their choice out of a list of 21 sites. "This contest will not detract from the value of the pyramids, which is the only real wonder of the world," Egypt's antiquities supremo Zahi Hawass told AFP. He said the competition "has no value," because "the masses do not write history." Egypt was enraged when it was initially included in the competition, describing as "ridiculous" the fact that the only surviving wonder of the ancient world be put to a vote. In April, competition organisers removed the pyramids of Giza from the list and granted it the title of "Honorary New7Wonders." A private Swiss foundation launched the contest in January, allowing voters to choose between 21 sites short-listed from 77 selected by a jury. It said it had gathered nearly 100 million votes by the end of polling at midnight Friday. But Hawass said the new wonders would simply fade in people's memories once the media hype was over.

"After several months, ask anyone to name the (new) choices, they won't be able to remember them," he said.

"But if you ask any primary school pupil, they could still list the ancient wonders of the world."

Ilmuwan atau cerdik pandai sebenarnya kadang-kadang bertindak kekanak-kanakan. Childish.

Ataukah ada keteledoran dan ketidak-beresan dalam penyelenggaraan vote itu sendiri.

Kalau melihat keributan yang terjadi seperti berita diatas, seorang yang menggunakan logika saja akan mampu menganjurkan agar perbedaan pendapat ini bisa dianulir , to be annulled, dengan gampang.

Kalau saja kita bisa memberikan kategori, harus dibagi cara bagaimana bentuknya, pasti akan lebih masuk akal.

Conto kategori besar untuk kriteria The Seven Wonders:

  1. Buatan alam ( ini harus diadakan )
  2. Buatan manusia

Dibagi menurut kurun waktu:

a. Yang terjadi 100.000 tahun sebelum Masehi

b. Yang terjadi antara 1 sampai tahun 1000 Masehi

c. Yang terjadi antara 1000 sampai 2000 Masehi

Baik yang alami maupun yang buatan manusia seharusnya dibagi dalam kurun waktu, dibagi menurut butir a, b, dan c.

Mengapa perlu diberi kategori seperti itu?

Yang pertama sekali kecerdasan manusia itu tidak sama dengan perbedaan waktu maupun perbedaan kelas didalam masyarakat manusia sejak jaman purba sampai dengan jaman sekarang.

Di dalam satu kurun waktu saja, misalnya pada Jaman Kejayaan Mesir Kuno, kecerdasan masyarakat itu hanya ada di tangan beberapa gelintir manusia saja, yang mungkin dapat disebut dengan kelompok kaum ilmuwan saja.

Kita dapat mudah sekali menyaksikan perubahan permukaan bumi pada akhir abad ke XIX. Carilah statistik mengenai apa saja, misalnya: jumlah penduduk dunia, penemuan listrik, radio, televisi dan kapal terbang serta peluncuran roket. Ilmu pengetahuan biologi, alam semesta. Satellite dan sebagainya. Sekarang anda bandingkan dengan statistik pada akhir abad ke XX. Apa yang terlihat? Banyak yang pada akhir abad ke XIX masih menunjukkan angka 0 (nol, zero), tetapi seratus tahun kemudian pada akhir abad XX adalah sudah mencapai bilangan yang tidak terbatas. Apa yang akan terjadi seratus tahun lagi sejak sekarang?

Mari kita tinjau jumlah penduduk Planet Bumi:

  • Pada akhir abad XIX : sekitar tiga miliar jiwa
  • Pada akhir abad XX : sekitar enam miliar jiwa
  • Pada akhir abad XXI : dikirakan akan menjadi sekitar empat belas miliar jiwa

Kapal terbang baru dalam rangka direka-reka pada sekitar awal abad dan barulah pada tahun 1903 pada bulan Desember tanggal 17 Wilbur Wright bersama adiknya yang bernama Orville menerbangkan pesawatnya untuk pertama kali, dengan jarak tempuhnya sama jauhnya dengan panjang sayap sebuah pesawat Boeing 707 dari ujung kiri ke ujung kanan. Bagaimana dengan panjang pesawat mutakir dan berapa pula jarak tempuh yang mampu dicapainya?

Vote atau pemungutan suara atas 21 lokasi/barang yang dipakai sebagai pengikut/peserta kedalam pemilihan The Seven Wonders, oleh pengikut vote, tidak dapat dipakai sebagai mewakili manusia seluruh Planet Bumi. Berapa persen dari penduduk Planet Bumi yang memiliki akses computer telah memberikan suaranya. Berapa jumlah manusia pengikut vote yang memiliki akses, serta mau mengikuti vote itu. Sebagai contoh malah saya sendiri tidak mengetahui apapun mengenai vote itu, alih-alih saya mengikutinya biarpun saya memiliki akses ke computer setiap saat. Saya mengetahui hal ini tidak lain dan tidak bukan hanya karena berita dari Yahoo! di atas.

Dapat kita saksikan bagaimana pesatnya perubahan yang terjadi dalam kurun waktu selama seratus tahun saja pada abad yang lalu. Apakah pantas kalau Tembok China disandingkan dengan Pyramide, yang keduanya adalah buah tangan manusia.

Saya persilakan anda, bagi yang berminat untuk mengetahui mengenai The seven Wonders of the World, membuka google.com dan wilkipedia yang membeberkan mengenai hal ini cukup lumayan detailnya. Kita dapat melakukan pengamatan bagaimana kategori mestinya dilakukan.

Ataukah tiap negara membuat The Wonders menurut versi masing-masing negara agar tidak menjadi sewot atau gelisah seperti negeri Mesir, seperti digambarkan diatas itu.

Sebenarnya untuk apa sih membuat Daftar keajaiban Dunia. Kita akan tetap ingin tahu daftar itu dibuat oleh siapa?

Untuk kepentingan siapa?

Mungkin masalah rejeki pariwisata saja?

Apakah akurat dan tidak bias?

Karena itu saya usulkan membuat daftar sesuai negara masing-masing saja!!

Akan ada milik Indonesia sendiri seperti dibuat di Kanada

Saya sudah melihat di Kanada, sudah dikerjakan dan ada hasil dari Wonders of Canada. Caranya juga dengan vote yang manajemennya kelihatan baik dan adil. Disini mereka juga membuka kategori buatan alam, termasuk Niagara Waterfalls. Sepuluh tahun yang lalu saya juga sudah merasakan masuk kedalam sebuah gua panjang, diminta memakai jas hujan dan saya tiba-tiba muncul di mulut sebuah lubang gua. Lubang itu berada dibelakang air terjun yang turun dengan derasnya dan bersuara begemuruh. Gentar juga dibuat hati saya oleh suara gemuruhnya itu.

Apakah Danau Tiga Warna bukan salah satu dari Wonders of Indonesia?

Bagaimana Orangutan? Borobudur? Trog yang dalamnya sekian ribu meter dari permukaan air laut di Selatan pulau Jawa? Mungkin Ketok Magic*? Santet?

Siapa takut??

 

* Ketok magic adalah ahli memperbaiki kerusakan body mobil yang rusak berat dalam waktu amat pendek yang dalam hitungan hari dalam jari satu tangan saja.