Selasa, 07 Maret 2006 Saya jumpai banyak terjemahan bahasa Inggris dari kata tular. Ada contaminate, ada infect, ada spread over. Kata bendanya yang digunakan adalah contagion, yang berati tularan. Yang kita kenal dengan kata menular bisa diterjemahkan dengan infectious atau contagious

. Kata terakhir ini saya dengar untuk pertama kalinya pada sekitar sepuluh tahun yang lalu di siaran Beyond Two Thousand. Kenapa saya ingat terus karena yang dibicarakan adalah sesuatu yang mengejutkan saya. Mereka mendiskusikan bahwa menguap karena mengantuk itu disebabkan oleh kekurangan oxygen didalam system syaraf manusia. Yang dimasalahkan adalah penyebab menguap adalah kekurangan oxygen, akan tetapi mengapa menguap itu menular kepada orang lain?? Sejak itu saya sering mengamati sekeliling saya apa benar menguap itu menular? Dari hasil pengamatan saya memang benar demikian: anda menguap maka kemungkinan besar tetangga anda duduk saat itu sebentar lagi akan menguap juga. Saya kemukakan hal ini kepada orang lain, dan mereka mengiyakan kejadian-kejadian lain yang sama. Jadi yawning is contagious – menguap itu menular itu benar adanya. Saya tidak atau kurang bisa menerangkan hal ini apakah memang irrational atau sebenarnya memang masuk akal?

Alangkah nyamannya kita kalau mengalami berdekatan dengan seorang cerdik pandai dan “contaminated” oleh kecerdikannya dan kepandaiannya. Mungkin sekali peristiwa seperti ini kalau dalam bahasa Jawa ada kata padanannya, yakni sawab. Kata inipun saya dapat dari mass media ketika Suharto baru jadi Presiden dan dalam waktu singkat Probosutedjo juga menjadi pengusaha sukses.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan dia mengatakan bahwa “keberuntungannya” dalam berusaha ini karena kena sawabnya pak Harto, katanya. Demikian juga dengan anak-anak laki-lakinya yang lain. Jadi kata lain dari sawab ini mirip dengan kata asal tular yang berarti contagious tadi. Saya hanya mengupas soal contagious saja, bukan mempercayai keterangan Probo yang barangkali masuk di akalnya sendiri. Bukankah waktu itu belum ada istilah KKN? Sawab sendiri dalam praktek sehari-hari mirip dengan alat yang tersedia di kasir supermarket yang mendeteksi harga barang, kalau bar-code kena sensor electronic maka akan keluar di monitor detail harga barang. Secepat itukah sawab?

Contagious terjadi dibanyak bidang didalam masyarakat, dikota, didesa dan dikampung sekalipun. Sifat baik atau sifat buruk amat gampang menular. Ada orang suka membagi harta saja bisa dicemooh orang lain atau bisa ditiru orang pula. Orang membagi harta bisa karena kejadian sesaat, yakni saat dia iba dan kasihan kepada yang diberi. Bisa juga sesaat itu adalah karena bentuk sifat pongahnya: ingin pamer dan membuktikan bahwa dia kaya!! Ada juga yang memang menjadi sifatnya, dari hatinya secara tulus dan ikhlas. Orang seperti ini dapat juga berubah menjadi “agak pelit” karena pengalaman pahit sebelumnya. Banyak sekali orang mengambil manfaat dari rasa iba kasihan orang lain, padahal orang seperti ini hampir tidak ada bedanya dengan penipu biasa. Ada orang yang selalu mengatakan tidak punya harta dan tidak punya uang. Saya katakan selalu, karena mendengar yang begitu dari dia saya kira sudah sesering saya bertemu dengan dia, atau malah dari percakapan telepon dengan dia, selalu mengatakan tidak punya uang. Pada hal saya tahu persis rumahnya gedong dan berpendingin ruangan dengan air condition seluruhnya, punya mobil lebih dari satu buah. Kalau terlepas bicara dia ternyata tahu dan mengenal tempat-tempat makan yang enak dan mahal. Bagaimana pula trick atau akalnya dia dapat berlaku demikian? Mungkin saja dia dibayari oleh temannya.. ??

Saya menulis beberapa dari ribuan sifat dan perilaku manusia bukan mau berlaku seperti para penyelenggara infotainment di TeVi, tetapi dalan rangka membahas masalah tular menular tadi. Semua sifat, baik yang terpuji atau sebaliknya, amat rentan untuk menular kepada sesama manusia lain.

Tertular dan menulari itu sungguh amat manusiawi, meskipun ada sifat positive dan negativenya. Apakah kita akan tertular atau ditulari, perisai yang paling baik untuk alat penangkis adalah sikap mental dan perilaku dalam hidup. Ayah saya mengajari saya lebih baik membeli dari pada menjual dalam hal bercakap-cakap. Maksud beliau jangan terlalu sok mengajari dan lebih baik belajar dari orang lain. Tetapi saya berkesimpulan bahwa banyak cakap belum tentu negative. Banyak cakap dapat dipakai untuk alat memancing percakapan dan kita dapat berhasil menyerap pelajaran apa saja dari lawan bicara kita, kalau dia mau berbicara. Kalau lawan bicara amat hemat berkata-kata maka kita akan memperoleh hasil yang minimum.

Banyak sifat negative dari sengaja mau tertular yang populer didalam masyarakat Indonesia. Mau ketularan dihormati orang antara lain dengan melakukan: “pembelian” gelar kebangsawanan dan kesarjanaan, meniru tingkah laku celebrity, meniru cara-cara pak Lurah memperoleh jabatannya yang menghalalkan segala cara. Itu semua telah menjadi beban hidup bangsa Indonesia. Saya misalnya selalu menolak mengadakan hajatan pengatin yang menggunakan pakaian adat dari Solo, karena terutama sekali itu memirip-miripkan dengan para pelaku di kerajaan-kerajaan Jawa dari Solo. Kedua saya sendiri bukan berasal dari sana dan saya lebih bangga berpakaian pakaian adat Surabayan dari mana ayah saya berasal. Ah, saya juga tidak menderita sesuatupun sepanjang hidup saya sebagai akibat dari sikap saya seperti tadi. Sekali lagi dengan sikap mental yang seperti metal baja, terhindarlah kita menanggung beban kehormatan-kehormatan yang amat amat amat berat. Sungguh menolong sikap hidup yang dituangkan dalam ungkapan singkat yang berbunyi:

Be Yourself – Jadilah seperti dirimu sendiri.

Saya menghindarkan diri saya dari gemerlap cara hidup, dan tidak terlalu menyukai menjadi terkenal. Terkenal bagi saya bisa amat merepotkan. Kalau saya terkenal, maka saya setidaknya harus berpenampilan rapi dan mewah serta memberi keteladanan kepada orang lain. Saya merasa kalau saya sudah bisa memberi keteladanan bagi anggota keluarga saya sendiri maka sudah akan membanggakan diri saya. Tentu saja saya mengerti bahwa tidak semua orang dapat menyetujui pilihan yang telah saya ambil, karena saya sadar penuh bahwa manusia itu mepunyai sifat yang berlainan, biar dengan saudara kembar sendiri sekalipun. Ingatlah otak kita sendiri, otak kiri dan otak kanan mempunyai fungsi dan sifat alami yang berlawanan. Sebuah kesatuan berbentuk otak yang berada didalam tempurung kepala yang sama, bisa mempunyai fungsi dan sifat alami yang berlainan!! Apalagi kalau badan jasadnya tidak sama.

 Anwari Arnowo

22:40:05

—ooo000ooo—

Silakan melanjutkan membaca sampai halaman 5

Karena sifat yang mempengaruhi otak kanan dan otak kiri, maka orang kidal ditengarai sebagai orang yang maju seperti halnya empat dari lima Presiden Amerika Serikat yang terakhir, yakni Gerald Ford, Ronald Reagan, Bill Clinton dan George H.W.Bush. Mereka semuanya kidal, seperti halnya : Lee Hsien Loong (BG Lee) PM Singapore – Benjamin Franklin, Nelson Rockefeller dan H. Ross Perot

Three things never return

The Past,

The Neglected Opportunity

and The Spoken words

Tiga hal yang tidak berulang

Masa Lalu,

Kesempatan Yang Diabaikan dan

Kata-kata Yang Telah Diucapkan

Saya kutip dari Ask Yahoo! 

Dear Yahoo!:

If one person yawns, why does everyone else in the room want to yawn?

Lynn
Garland, Texas

Dear Lynn:

Yawning is extremely contagious — 55% of people who witness someone yawn will yawn within

five minutes. If a visually impaired person hears a tape of someone yawning, he or she is likely to yawn as well. Face it, the likelihood of you making it to the end of this answer without looking like one of these gaping maws is unlikely.

Although the contagious nature of yawning is well established, we know less about why this is so. Researchers are currently giving the topic some serious attention. One theory suggests it’s a holdover from a period in evolutionary history when yawning served to coordinate the social behavior of a group of animals. A recent study postulates that contagious yawning could be part of the “neural network involved in empathy.”

While the mystery of contagious yawning has yet to be solved, perhaps researchers are closing in on an answer. On the other hand, given the subject matter, we wouldn’t blame them for falling asleep at the wheel. In the meantime, give the “yawn challenge” a try — it’s tougher than it looks.