Seorang berkulit hitam tiba-tiba mendapat kesempatan untuk menjadi Presiden Amerika Serikat. Nama orang beruntung itu adalah Mays Gilliam, seperti dipaparkan dalam film khayal berjudul Head of State. Saya menontonnya siang hari tanggal 9 Oktober 2005, di channel Home Box Office atau terkenal dengan HBO.

Saya katakan khayal karena memang alur ceritanya dibuat lucu, jadi tentu saja banyak kebetulan yang tidak masuk akal. Si Hitam bernama Mays Gilliam dibawakan perannya amat baik dan meskipun konyol ternyata didalam film ini keluar fakta-fakta yang belum pernah saya perhatikan dan pikirkan sebelumnya. Dalam debat dua calon Presiden, Mays mengatakan dan membeberkan banyak fakta yang mengejutkan saya:

  • Mengapa orang berumur 18 tahun bisa dikirim ke medan perang dan yang berumur 21 baru boleh minum bir di bar. Jadi bekas prajurit yang kakinya putus karena membela Negara tidak dapat pergi ke Bar dan minum bir?
  • Seorang beranak banyak dan masih kecil-kecil harus menitipkan anaknya kepada baby sitter dan sang baby sitter sendiri menitipkan bayinya ke orang lain dan seterusnya.
  • Mengapa pegawai yang bekerja di sebuah Mall dan selalu melayani orang berbelanja, tidak mampu untuk belanja didalam mall itu sendiri
  • Seorang juru rawat yang bekerja disebuah Rumah Sakit mewah tidak dapat dirawat didalam rumah sakit itu sendiri karena termasuk orang tidak mampu untuk ukuran RS itu.

Beberapa hari lalu saya pinjam buku dari seorang Australia dan saya berkesempatan membacanya selama setengah jam dari isinya yang sekian ratus halaman.

Judul bukunya adalah “50 Facts That Should Change The World” karangan Jessica Williams. Dalam waktu singkat saya juga terbelalak atas fakta-fakta yang diungkap oleh buku tersebut. Saya tahu bahwa saya tidak boleh mengutip apa-apa dari buku tersebut, akan tetapi kalau mengomentari fakta yang diungkapkan maka saya tidak harus minta ijin. Saya komentari yang saya ingat saja:

  • Dalam memerangi kejadian kriminal yang terjadi rata-rata sekali dalam sekian detik maka orang yang dipenjara diseluruh Amerika Serikat sekarang berjumlah dua juta orang atau hampir satu persen dari jumlah seluruh penduduknya. Juga nara pidana matipun jumlahnya fantastis.
  • Yang mengenaskan bahwa sepertiga dari orang berkulit hitam di Amerika Serikat juga amat rentan dalam kehidupan sehingga kemungkinan akan menjadi narapidana. Kalau demikian apa yang salah dalam system kenegaraannya sehingga terjadi seperti itu??

Bukan dari buku ini, saya juga mendapatkan fakta berikut, tetapi dari bacaan lain, bahwa jumlah orang yang buta huruf di Amerika Serikat mencapai sepuluh juta orang. Wah, saya juga terkesima, mengingat leluconnya: di Amerika Serikat itu, orang mengemis saja memakai jas dan pintar bahasa Inggris. Bagaimana bisa terjadi bahwa Negara paling kaya didunia dan disebut adikuasa mengalami hal seperti ini? Saya melihat sendiri di San Francisco atau di New York banyak orang-orang bepakaian kumuh dan tidak memiliki alamat tempat tinggal. Duduk ditepi taman menyiapkan kaleng untuk orang yang iba agar bisa melemparkan koin, karena membaca tulisan yang dipajangnya: Bekas tentara Vietnam dan belum makan selama dua hari. Saya diberitahu orang lain bahwa orang yang mengatakan seperti itu adalah orang malas, karena di San Francisco terdapat sekitar delapan tempat makan Cuma-Cuma dengan sup hangat, terbuka selama dua puluh empat jam dan tujuh hari dalam satu minggu. Ya, mau apa dikata? Tempat seperti itupun saya sendiri belum sempat menengoknya. Negara kaya dan negara impian banyak orang, ternyata memiliki borok-borok yang seperti digambarkan diatas.

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menjelekkan Amerika Serikat akan tetapi hanya bermaksud menunjukkan fakta-fakta yang dapat dilihat dengan mata telanjang dengan jelas. Welo-welo kata wong Jowo. Apakah memang di Australia tidak ada? Saya sudah pernah ke beberapa kota disana dan memang relative lebih tidak menonjol disana. Akan tetapi saya pernah juga dimintai uang oleh seseorang berkulit putih di Perth, Western Australia dengan suara sedikit menghardik, minta uang satu Dollar Australia. Ya, tidak saya layani dan saya memperoleh makian, biar sajalah toh saya tidak mengerti apa yang digumamkannya.

Di Jepang beberapa tahun lalu saya juga menjumpai orang-orang dipojok sebuah setasiun kereta bawah tanah di kota Osaka, tetapi hampir semuanya pemabok dan tidak mengganggu. Mereka hanya berlindung dari hawa dingin diluar.

Fakta yang dapat diungkapkan adalah sesuatu yang amat berharga untuk bahan, agar kita mampu melakukan perbaikan lingkungan kita sendiri. Mari kita perhatikan fakta dinegeri kita:

  • Penduduk Republik Indonesia katanya berjumlah 200 juta lebih. Mungkin 215 juta orang, saya sebut demikian dengan menggunakan kata: katanya dan mungkin, karena saya mengetahui beberapa orang yang saya temui memperlihatkan Kartu Tanda Penduduknya lebih dari satu buah.
  • Lurah Tebet Barat pernah mengatakan kepada saya bahwa jumlah pemegang KTP dikelurahannya dengan kenyataan jumlah orang penduduk didalam kelurahannya berbeda ribuan orang. Pemegang KTP lebih banyak. Biarpun pak Lurah tidak menjelaskan dengan gamblang, saya tahu benar bahwa salah satu sebabnya adalah karena para pengontrak rumah atau orang mondok yang memiliki KTP selalu memperpanjang KTPnya, biarpun sudah pindah ke tempat lain di luar kelurahan dan diberikan perpanjangan oleh kantor kelurahan dengan langsung, meskipun tidak ada pengantar Ketua Rukun tetangga dan Ketua Rukun Warga, kan, begitu bunyi peraturannya. Hal ini karena saya sendiri pernah berpengalaman menjadi Ketua Rukun Warga disana.
  • Terungkap dalam tahun 2005, di dalam rapat dengan Bupati suatu daerah di Kalimantan dengan para pengusaha tambang yang berusaha didaerah tersebut, sebagai berikut: beribu-ribu hektar area hutan lindung yang menurut Undang-Undang harus dilindungi, terutama pohon-pohonnya, ternyata sudah tidak ada hutannya, dan banyak yang sudah tidak ada pohonnya, gundul atau sudah dihuni manusia.
  • Semua orang tahu bahwa pengangguran mencapai angka empat puluh juta penganggur. Tetapi contoh rangkap jabatan amat jelas dilakukan oleh orang setingkat Menteri bahkan Wakil Presiden juga menjadi Ketua Umum Partai. Benarkah rangkap jabatan seperti menteri menjadi ketua Koni atau ketua Persatuan olah Raga tertentu itu legal?
  • Indonesia yang berpenduduk sekian itu hanya mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak yang jumlahnya hanya sekitar dua persen dan baru akan menargetkan akan mencapai 10 persen dalam tahun 2007? Kalau begitu jumlah wajib pajak sebenarnya seperti gunung es, hanya puncaknya yang tampak!
  • Pernah negeri kita mendapat julukan negara terkorup didunia, padahal pada waktu yang sama memiliki penduduk beragama Muslim yang juga terbesar didunia. Korupsi dimana yang tebesar di dalam kabinet? Di departemen Agama. Tuan Agil Munawar, mantan Menteri Agama sudah diadili dalam kasus korupsi penggunaan uang dari rekening Dana Abadi Ummat dan dihukum penjara. Wah !!!
  • Negeri Republik Rakyat Cina pernah kita maki-maki seakan-akan semua penduduknya itu setara dengan setan hanya karena beraliran dan berpendirian komunis. Hari ini tempat jualan di Indonesia, penuh dengan barang buatan Cina yang murah meriah dan berguna. Semua orang di Republik Komunis (masih komunis sampai sekarang) ini, sampai saat ini mungkin jumlahnya sekitar satu milliard tigaratus juta orang semua makan dengan cukup.

Saya tidak bermaksud menjatuhkan negeri sendiri dan memuji Komunis, akan tetapi apa yang dapat saya katakan hanyalah: marilah merenung dan melakukan introspeksi diri dengan serius dan memilih tindakan yang baik bagi bangsa dan negara Republik Indonesia di masa depan.

  • Fakta belum berhasilnya system Otonomi Daerah adalah belum siapnya Sumber Daya Manusia didaerah. Pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Bupati tidak pernah bisa menjamin keberhasilan system. Seseorang yang mempunyai cukup dana akan dengan mudah merebut jabatan tertinggi didaerahnya dengan menggunakan kekuatan uangnya. Sesudah terpilihpun masih rentan dengan korupsi. Beberapa Daerah telah menghukum Ketua dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (sejumlah 42 orang di Sumatera Barat) dengan hukuman penjara rata-rata sekitar dua tahun. Gubernur Aceh Abdullah Puteh telah dijatuhi hukuman dan sedang menjalaninya di penjara. Ternyata demokrasi di Indonesia bukan system terbaik yang telah dipilihnya. Tidak perlukah dipikirkan sekarang apakah ada yang lebih baik dari demokrasi?? Kata Winston Churchill memang tidak ada yang lebih baik dari demokrasi, meskipun demokrasi itu masih tidak sempurna !!

FAKTA MEMANG NYATA DAN MEMANG PAHIT TETAPI, AMAT PATUT DIMUNCULKAN DILAYAR KOMPUTER PARA PEJABAT PENYELENGGARA NEGARA SETIAP HARI dan BEBERAPA KALI.

Marilah kita simak fakta-fakta pahit yang saya kutip dari The WORLD FACTBOOK CIA:

Republik Indonesia:

Area:  
total: 1,919,440 sq km  
land: 1,826,440 sq km  
water: 93,000 sq km
Population:  
234,693,997 (July 2007 est.)
   

Kalau dari total land area mungkin hanya berkurang sedikit, yaitu seluas Kepulauan Ambalat dan lain-lain yang di”ambil” oleh negara lain seperti Malaysia, atau pulaunya telah tenggelam. Yang jelas jumlah penduduknya bertambah, tulisan diatas mengatakan 200 juta lebih sekarang hampir dua tahun kemudian menjadi 234,693,997 (estimasi July 2007) jiwa.

GDP (purchasing power parity):  
$948.3 billion (2006 est.)
GDP (official exchange rate):  
$264.7 billion (2006 est.)
GDP – real growth rate:  
5.5% (2006 est.)
GDP – per capita (PPP):  
$3,900 (2006 est.)
GDP – composition by sector:  
agriculture: 13.1%  
industry: 46%  
services: 41% (2006 est.)
Labor force:  
108.2 million (2006 est.)
Labor force – by occupation:  
agriculture: 43.3%  
industry: 18%  
services: 38.7% (2004 est.)
Unemployment rate:  
12.5% (2006 est.)
Population below poverty line:  
17.8% (2006)
Household income or consumption by percentage share:  
lowest 10%: 3.6%  
highest 10%: 28.5% (2002)
Distribution of family income – Gini index:  
34.8 (2004)
Inflation rate (consumer prices):  
13.2% (2006 est.)
Investment (gross fixed):  
20.3% of GDP (2006 est.)
Budget:  
revenues: $75.58 billion  
expenditures: $79.45 billion; including capital expenditures of $NA (2006 est.)
Public debt:  
43.8% of GDP (2006 est.)

Menurut data diatas, GDP per capita berada di angka US$3.900 estimasi tahun 2006, saya duga angka ini pada tahun 2007 akan menurun, karena harga beras telah naik dan banyak orang yang sudah menurunkan standard hidupnya dengan sukarela karena terpaksa (ini istilah yang sudah sampai dibatas kepanikan)!

Fakta: Si jago main golf, Tiger Woods mempunyai penghasilan sekitar 80 juta Dollar Amerika pada tahun 2005 atau sekitar 148 Dollar Amerika per detik. 

Kalau saja dia menjadi Menteri di Indonesia!!

Tidak usah korupsi!!