ABB ini ibarat anjing yang diduga rabies, diikat karena takut sembarang menggigit orang namun akhirnya dilepas, jadinya makin liar. Setelah HNW melempar umpan dengan menggiring penan kapan tersangka teroris ini ke wilayah HAM dan Politik, sekarang ABB menyambut umpan HNW dengan mengajukan gugatan kepada pemerintah Indonesia cq Presiden RI cq Kapolri. Tidak tanggung2, ABB menuntut agar Densus 88 dibubarkan

.

Tuduhan yang diajukan ABB, karena Densus 88 melakukan penangkapan
sewenang-wenang dengan kekerasan, sehingga melanggar HAM berat. Aneh juga alasan
yang diajukan ABB cs ini. Apakah ABB sudah berpikir, syariah islam yang ingin
dijalankan itu apakah juga sudah sesuai dengan HAM?

Kalau benar ABB adalah seorang aktivis HAM, kenapa baru sekarang ini dia
berteriak seperti orang panik karena kebakaran jenggot, ketika Abu Dujana cs
tertangkap? Ke mana saja beliau ketika kasus HAM yang lebih nyata terjadi?
Kenapa kasus lapindo tidak menarik perhatian beliau? Hampir setiap hari Media TV
menayangkan peristiwa penangkapan kriminal yang sering nyata2 terlihat di luar
prosedur hukum yang benar. Kenapa yang ini ga dibela?

Dalam wawancara di media TV beberapa hari lalu, sempat terekam olehku beberapa
point ucapan beliau:

1. Meminta polisi2 yang beragama islam agar jangan masuk ke dalam satuan Densus
88 ini, karena densus 88 ini haram, sebab berusaha memerangi islam.
2. Densus 88 dibiayai AS. Amerika adalah yahudi, karena itu densus 88 adalah
antek yahudi.

Pada point satu, jelas2 ABB berusaha menggeser usaha polri dalam memerangi
teroris menjadi memerangi islam secara umum.

Point dua adalah pernyataan yang jaka sembung bawa golok, sangat tidak nyambung.
Jika benar Amerika menjadi sponsor, maka usaha ini harusnya dihargai karena
berarti Amerika ikut membantu RI dalam usaha memerangi terorisme. Kalau ternyata
teroris itu adalah dari kelompok islam fundi, itu masalah lain. Kenapa koq ada
kelompok islam yang menjadi teroris?

Kalau duit amerika dianggap haram, bagaimana dengan bantuan Bank Dunia, IMF dll
selama ini? Termasuk, -aku kira, banyak pesantren yang dibangun dengan dana2
kafir ini.

Bagaimana sebaiknya kita sikapi dengan usaha2 ABB ini? Hati2 sih boleh, tetapi
kalau aku, kembali ke paragraf pertama tulisan ini: Anjing menggonggong, kafilah
berlalu!

wiro