"Pak Presiden. kami rakyat kecil pak, tolong pedulikan kami.Tolonglah kami pak Presiden.Kami gak punya apa-apa lagi, urusan perut, kami sudah putus asa pak,pendidikan anak-anak kami yang tiada menentu, tengok tenda kami, tengok makan kami,.. !!

Presiden tak serta merta menjawab, dari kedua mata beliau mengalir air mata tanda berduka dan sedih, kenapa masalah ini tidak juga tuntas-tuntas sampai kini.. dengan lirih Presiden memaparkan, semuanya sudah diurus oleh mulai dari menteri sampai gubernur dan Bupati.. Setelah mendenganr langsung dari lebih 20 orang wakil korban Lapindo, selama berbulan-bulan apa-apa yang dilapor kan oleh "pembantunya" dilapangan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, untuk itu Presiden akan pindah kantor ke Sidoardjo..!

 
Dulu kondisi yang sama pernah diperbuat SBY waktu gempa melanda kawasan yogyakarta, satu atau dua hari pindah kantor,

Esensi masalah sebenarnya bukan pindah kantornya Presiden, esensi masalah adalah menyelesaikan nasib rakyat yang jadi korban..!! Tapi kenapa gak selesai-selesai juga..!

Apa yang sudah dikerjakan Menteri Sosial, apa yang sudah dilakukan Menko Kesra, Gubernur,Bupati bla..bla…bla… sampai seorang presiden harus pindah kantor ke TKP…? Sementara Anggota DPR terlalu sibuk dengan Interpelasi Nuklir iran…"Dewan Perwakilan Rakyat yang tak pernah mewakili rakyat.."

 

Pindah kantor..?Its oke..! Diera Soeharto dulu ada istilah "klompen-capir"—kelompok pendengar,pembaca dan pemirsa".diera  SBY, namanya pindah kantor, walaupun ada yang menilai ..ah ini kan politik..!its oke..!

Tapi…Ternyata bersama kita tak bisa….!!

 

Esbaldi