Friday, June 22, 2007    Terjemahan kedalam bahasa Inggris yang resminya adalah menggunakan kata CULT. Kita kenal ungkapan yang berbunyi: kultus individu – the cult of the individual. Mengkultuskan pahlawan – making a cult out of a hero. Saya telah melakukan banyak penulisan yang pasti akan dianggap bahwa saya mengkultuskan Soekarno atau beberapa orang lainnya. Khusus mengenai salah seorang dari dua Proklamator kita yang ini, karena saya hanya berusaha mendudukkan beliau di tempat, semampu saya, yang selayaknya. Bukankah selama tigapuluh tahun lebih Soekarno telah dijelek-jelekkan dan dihina serta di degradasi ketempat yang tidak patut?Saya amat mempercayai grafik sinus/sine–cosinus/cosine dari pada tangent-cotangent, hal ini sudah saya terangkan dengan jelas pada tulisan saya berjudul Zenith. Dengan keyakinan saya yang teguh bahwa kehidupan Soekarno adalah seperti grafik sine-cosine, maka akhirnya pada masa Lapangan Terbang Cengkareng diberi nama Soekarno Hatta, terbukti sudah keyakinan saya tersebut benar. Soekarno tidak bisa dihapus kejayaannya begitu saja, tidak dapat dikubur kebaikannya.

Dulu pada awal orde baru saya selalu bilang pada semua orang yang mau mendengarkan, bahwa suatu saat nanti pasti akan naik lagi penghargaan terhadap Soekarno. Sebaliknya saya selalu bilang bahwa Suharto menjalani titik kehidupan yang seperti grafik tangent-cotangent, dengan cepat naik dan grafiknya hampir tegak vertikal. Saya bilang nanti turunnya pasti vertikal juga. Waktu itu selalu saya embel-embeli dengan contoh-contoh.

Siapa-siapa saja contohnya?

Orang yang tadinya tidak dikenal, tetapi secara tiba-tiba melonjak menjadi terkenal bukan alang kepalang, seperti biasanya yang terjadi pada seorang bintang film, seorang pengusaha kontraktor bangunan yang sukses dan tiba-tiba hilang, lenyap. Kalau kepangkatan pada waktu itu yang sering saya sebut adalah Soebandrio, sang dokter yang menjadi politikus dan menjadi Duta Besar di Moskow pada tahun 1955 (?) dan telah menjadi Waperdam (Wakil Perdana Menteri) pada awal 1960 an. Pak Omar Dhani juga, dia Mayor Penerbang dan beberapa tahun kemudian telah menjadi Marsekal dan menjadi Panglima Angkatan Udara RI. Pak Soebandrio dan pak Omar Dhani tiba-tiba menjadi tersangka dan terpidana pada awal orde baru. Masuk penjara bertahun-tahun lamanya. Kepangkatan yang lain adalah Napolen Bonaparte dan Adolf Hitler. Dalam sejarah juga ada Ken Arok dan Tunggul Ametung. Bintang film ada James Dean. Banyak contoh yang membuktikan kehidupan yang seperti grafik tangent-cotangent.

Itulah sebabnya saya selalu menasihati dan mengingatkan seseorang yang agar berhati-hati, kalau dia sedang melalui career yang menanjak tajam seperti grafik tangent.

Pada pokoknya saya selalu mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa menolongnya, nanti bila dia sudah mendekati titik puncak, titik Zenith atau Titik Kritis. Sampai disitu itu, adalah persis sama apabila sedang diatas Kutub (Magnetik) Utara Planet Bumi. Di Kutub Utara itu semua arah, saya ulangi semua arah, depan, belakang, samping kanan dan samping kiri, bahkan bawah sekalipun adalah arah Selatan. Jadi siapapun yang sampai di Titik Kritis atau Titik Kulminasi, kearah manapun maka dia akan turun terjatuh. Tetapi seperti biasanya manusia pada umumnya, adalah makhluk yang gampang untuk menjadi pongah dan sombong. Begitu menanjak career nya, lupa diri dan lupa daratan. Aku jagoan, aku hebat aku menjadi panutan orang lain dan sebagainya, etcetera. Yang begini biasanya memacu kecepatan jatuhnya lebih tajam. Bukankah yang begini bisa saja dia malakukan: korupsi lagi sebanyak satu milyard Rupiah, kan bukan apa-apa, karena aku telah korupsi ratusan kali dari jumlah itu. Ini bukan karena jumlah. Yang begini biasanya justru yang menjegal dan menggulingkan career. Mungkin kawin lagi atau pacaran dengan orang kantornya sendiri atau dengan pegawai bawahannya sendiri. Celakalah dia !!

Bagaimana Suharto, anda lihat sendiri!! Menjadi dia, pasti tidak akan terkira sedih hatinya, karena hampir setiap hari orang memakinya.

Setiap hari orang mengeluarkan data-data baru yang menghakiminya sendiri, karena hakim-hakim dan jaksa-jaksa banyak yang terkena ilmu lupa, tidak melakukan tugasnya. Bagaimana tidak sedih: anak telah pernah dihukum dan berdiam di Nusa Kambangan, cucu kena narkoba, anak-anak banyak yang rusak rumah tangganya, skandal demi skandal berbaris. Dia baru berulang tahun ke 86 dan banyak yang menyangka dia dikaruniai umur panjang dan terkagum-kagum kepadanya. Saya yang sejak dulu tidak mengagumi dia, melihat ini sebagai balasan alam dan kutukan hidup. Dia diberi kesempatan untuk hidup dan melihat kerepotan harus berdusta setiap saat dengan mengatakan bahwa saya tidak punya uang satu sen pun. Dan dusta satu kan mesti ditutupi dengan dusta yang lain. Itu adalah snowballing!! Menggelinding seperti bola salju!! Umur panjang seperti itu, maukah anda mengalaminya??

Mengingatkan hal-hal seperti itu adalah amat baik karena menyebabkan orang akan waspada, tidak membiarkan kultus atas dirinya dibiarkan terjadi. Kalau anda dikultuskan teman, seorang bawahan anda atau justru musuh anda sendiri, berhati-hatilah. Tidak ada kata lain selain berhati-hati, karena anda tidak akan bisa mampu mengadakan lapis pengamanan atas diri anda, kalau tidak ada kehati-hatian dari dalam diri anda sendiri.

Bukankah ungkapan China mengatakan: Memulai sesuatu dengan satu langkah pertama, kemudian berjalan dan berlari. Kurang cepat menunggang kuda, kurang gagah dan kurang perkasa menunggang macan. Apa seterusnya??

Sedikit lengah kakimu akan dimakan macan!!

Itulah keperluan kehati-hatian.

Dalam ilmu keuangan dikenal istilah fiduciary.

Karena itu waspadalah terhadap kultus.

Kalau orang sekeliling anda mulai memuji, mengabdi dan merendahkan dirinya sendiri untuk menghormati anda, waspadalah, hati-hatilah. Orang-orang itu bisa anak sendiri, kemenakan, sahabat dan kawan biasa, tetangga dan sejawat di tempat pekerjaan.

Mereka semua itu sanggup mengkultuskan anda, dengan mengharapkan imbalan, tentu saja!!

Terkejut??

Mungkin anda menutup mata karena memang anda suka dikultuskan. Kalau ini yang terjadi dan anda ingin melepaskan diri, maka “pergilah menjauh” sementara waktu dan amati diri anda dari kejauhan.

Anda akan terang hati lagi.

Anda akan sadar.

Disinilah akan timbul tingkat bijak seseorang.

Beruntunglah kalau anda dapat melaluinya dengan bijak dan tenang.

Jangan memberi kesempatan untuk dikultuskan oleh siapapun, jangan sekali-kali juga mengkultuskan orang lain.

Karena itu adalah akan sama saja dengan menjerumuskan dia secara sengaja !!