Seumur saya (atau lebih) banyak sekali teman-teman saya maupun, bahkan ini yang amat banyak , yang bukan teman saya sama sekali,  — mereka ini semuanya SAMA — .   Sama apanya? 

Ya seperti tertera di judul diatas.  
Ada yang menunggu salat Azar.  
Ada yang menunggu datangnya hari Minggu waktu untuk bisa bersama anak cucu sembahyang bersama ke Gereja.  
Ada yang menunggu tanggal pembayaran pensiun.  
Ada yang menunggu kenaikan jumlah uang pesiun.  
Yang bekas Tentara ada yang masih ingin diangkat jadi Duta Besar bahkan Bupati dan Lurah.  
Ada yang pakai uang tabungannya untuk ini.  
Tetapi banyak juga yang menerima pangkat PANGAB : dari bahasa Sunda yang artinya PANGSIUNAN ABRI .  
Para Jenderal TNI ini banyak yang ingin diangkat menjadi executive dan Komisaris di bekas perusahaan seperti ASPERDIA HANKAM, untuk bisa import senjata.  
Menjual tank Scorpion, Singapura beli harganya US $1 juta dan Indonesia beli barang yang sama dengan US $ 1,7 juta, sekaligus beli 70 buah. Siapa musuhnya? Para demonstran pimpinan AMIEN RAISO 

Itu mimpi, atau nanti akan bisa terjadi lagi??  
Tidak menentu …..  
Dan saya tidak mau menunggu ….  
Saya pergi menjauh kenegara lain yang jarak tempuhnya 12 jam lebih beda zona waktunya ……….

Saya tidak membuka Kompas dot com dan Detik dot com dan tidak juga Tempo interaktif 
Tidak juga menggubris Jusuf Kalla naik pesawat komersial ke Amerika dan terlibat pembicaran konyol dengan orang Indonesia yang militant disana (saya mendapat tahu ini dari email teman lain). Sesungguhnya saya Cuma Sedikit Saja Komentar:  He really knows how to spend ordinary  
peoples' money ……  Spend ……. Spend …………  
Seorang yang miskin di Central Park New York, yang kerjanya hanya mengais makanan di tempat sampah saja dapat juga spend money seperti itu.

Tidak usah diajarin pun bisaaaa ….  
Tahukah anda bahwa orang Amerika itu beranggapan bahwa Bantuan Hibah sekalipun dari Amerika ke Indonesia itu hanyalah berupa uang Pajak haknya orang miskin di Amerika dan yang dipindah tangankan ke para Koruptor di Indonesia.

Nah teman-temanku yang sudah tua-tua dan sepuh-sepuh. Berapa jumlahnya yang seperti kita? Katanya ada berapa puluh persen jumlah penduduk Indonesia, ??

Lha ini namanya kan bisa menjadi beban anak cucu.

Mereka belum membayar utang-utang yang telah dibuat oleh para penguasa jaman kita masih aktip dulu.

Berbunyi laiknya musik "merdu" berbunyi tang .. tang ..

sekian milyard US$ ! UUU …. UU … UTANG !

Saya menganjurkan jangan menunggu lebih lama lagi.  
Kembalikan sikap tegak anda. Punggung tidak membongkok dan kepala tegak menatap kedepan dengan pandangan yang bersinar seribu watt.

Bahkan satu mega watt.

Jangan loyo, jangan minta dikasihani oleh anak dan cucu!!  
Jangan memperlihatkan wajah sendu, sedih dan merana sebagai askar tak berguna.  
Belajarlah sesuatu dan mengerjakan sesuatu dengan aktip. Saya tahu ada diantara anda, yang akan menjawab: Ah kamu ini, bisa apa kami kan sudah tua, kami kan berhak menikmati hidup .. dsb .. et. .. bla .. bla ..  
Menikmati hidup itu bukan hanya: ada yang mencucikan baju, ada yang membuatkan minum atau ada yang memijati pundak dan mengelus -elus tangan, membelikan martabak atau makanan kegemaran lain.  
Menikmati hidup itu dalam keadaan sehat walafiat, karena aktip tidak menganggur. Bergaul dengan teman lain, guyon bercanda, berkisah dan main catur, main game apapun saja.  

You will have a positive mind,

not just brooding and crying loudly.

Hayo bangunlah. Anda masih berguna, anda bisa berguna.  
Kalau tidak tahu caranya nanti saya terangkan bagaimana.  
Membaca ini saja saya duga sudah lima puluh persen dari anda sudah bilang aaaahhh …. Cerewet. Tahu apa kamu …..

Sekarang saya beri tahu baik-baik, ya?  
Para orang tua yang duitnya banyak.

Jangan cuma berpikir mau memberi anak-anak dan cucu-cucu hadiah barang-barang dan hal-hal yang dulu kita tidak pernah punya.

Itu cengeng sekali ! Misalnya sepeda motor, mobil, rumah deposito dan biaya sekolah keluar negeri yang belum tentu akan membawa manfaat.  
Anda juga bisa berguna dan bermanfaat.

Itu anak dan cucu sudah punya porsi rejekinya masing-masing. Sudah dipatok. Itu pasti.  
Jangan kita ikut campur lagi. Berikan wibawa kepada ayah ibu dari cucu-cucu kita yang nota bene adalah anak-anak kita sendiri dalam mengelola rumah tangga mereka masing-masing.  
Jangan mengatakan akhirat sudah dekat dan ajal sudah menunggu. Akhirat dan ajal itu sudah menunggu kita sejak kita dilahirkan, bukan menunggunya setelah anda dipensiunkan, dipecat atau dipenjara sekalipun.

Malaikat itu sudah tahu akan mencabut nyawa anda bila dan kapan sesuai jadwal yang telah ada.

Kapan ??? Anda tidak tahu dan saya pun tidak tahu!!

Ya, kan?? TIDAK TAHU !!  
Dari pada tidak tahu dan tidak berbuat apa-apa, bangunlah dan keluarkan jurus-jurus kepandaian anda. Ajari teman-teman anda yang seumur dan sebaya apa saja yang anda bisa berikan. Buatlah sebuah institusi yang  
bisa menampung penyaluran kelihaian dan kepandaian anda itu dengan professional. Pendirian institusinya  dapat anda berikan prosesnya kepada anak-anak anda yang brillian itu. Apalagi kalau mereka sekarang menganggur!

Buatlah sekolah dan les untuk orang tua-tua, sehingga  
menghasilkan.  
Menghasilkan orang-orang  tua yang berguna, yang tidak merengek mita dipijati punggungnya atau kakinya atau apapun …  SEHAT DAN BERWIBAWA.  
Tidak jadi bahan tertawaan anak kecil.

Yang ompong lah, yang pikun lah.  

Apalagi kalau kebetuan kaya, disebut pelit dan kikir lah ….  
Itu semua akan menyedihkan anda belaka. Mau nangis???  
Anda tidak usah menunggu Sang Maut.  
Jangan-jangan anda sekarang sedang ditunggu orang untuk segera mati dan mereka menikmati hartamu.  
Inilah kesempatan mencuci uang anda untuk behasil guna.  
Kegiatan itu akan bisa menunjukkan bidang-bidang apa saja untuk para orang tua, agar bisa tegak lagi dan tidak mengganggu anak dan cucu, apalagi membebani mereka yang utangnya sudah menggunung. Ingat sekali lagi,  
utang yang akan menjadi beban anak cucu itu sebenarnya karena kesalahan kita sendiri juga. Saya?  
Iya, sayapun ikut bersalah !! Apa salah saya??  
DULU SAYA DIAM SAJA. TIDAK BERANI BANGKIT MELAWAN REZIM YANG BERKUASA dengan SEMENA-MENA.  KARENA  SAYA TAKUT BILA PEKERJAAN SAYA DIGANGGU OLEH PARA PENGUASAHA. PENGUASAHAHAHA.

Ajal jangan ditunggu. Ajal pasti datang dan pasti nyawa kita akan melayang kealam sana …  
Kalau benar ada sejumlah modal yang anda bisa gunakan, gunakanlah sesuka anda. SEKARANG.

Saya dengan pasti tidak akan ikut campur soal keuangan dan management.  
Saya hanya menunjukkan bidang pembelajarannya karena banyak guru-guru yang bisa diperoleh di Idonesia dan mungkin sekarang juga membutuhkan pekerjaan.  
Saya akan tetap tinggal nun jauh disana, dua belas jam beda zona waktunya. Selamat berpikir, jangan terlalu lama, bertindaklah.  
Anwari Doel Arnowo

Toronto, 7 October 2006