Alam tida boleh dibuat main-main, kata suhu pinceng. Laut juga tidalah boleh dibuat main-main, apalagi itu Hai Liong Ong (Raja/dewa Naga Laut). Lihat sahaja itu perbuatan daripada manusia yang menyebabkan Hai Liong Ong murka, maka diaduk-aduklah itu air laut, sehingga para renmin yang mencari nafkah daripada laut atawa nelayan tida boleh ke laut untuk tempo beberapa saat.



Tetapi, Hai Liong Ong tetaplah mengamuk. Selidik punya selidik, ternyata itu Hai
Liong Ong punya dana non bujeter (dana DKP) dipakai seenaknya oleh para tie-koan
dan para toa-ya tanpa ada satu pertanggung jawaban yang jelas.

Sekarang sudahlah terkuak sikit demi sikit siapa-siapa sahaja itu para tie-koan
yang tilep itu duit, setelah Hai Liong Ong mengamuk seperti jurus Sin Liong Sip
Pat Ciang-nya Ang Cit Kong. Tida main-main, itu benang kusut dana Hai Liong Ong
bisa menyeret para petinggi daripada negeri pinceng.

Sejatinya, pinceng punya Zhongdong yang baru sahaja mempertunjukan satu tontonan
atawa permainan risafel buat memperkokoh dia punya kedudukan dan penampilan
supaya tetap tampak bagus di mata ren-min dan terutama adalah di mata kongsilang
(share holder), berpikir sudah boleh sedikit tenang setelah para kongsilang
boleh dibikin hepi. “Kongsilang hepi, kursi owe jadi empuk duduknya.”

Perkara murkanya Hai Liong Ong kerna dana DKP aseli membikin pinceng punya Zhong
Dong tida boleh tidur nyenyak, sehingga tida usah berheran-heran kalu zhong dong
dalam tempo singkat secara sengaja membikin satu penjelasan kepada para renmin
bahwasanya dia punya tim tidalah menerima dana Hai Liong Ong.

“Tida, tida. Owe bikin tegas, owe tida terima itu duit. Itu orang yang menerima
itu duit bukan orang owe.” (Perkara itu orang menggunakan itu duit buat
menyumbang owe, itu perkara lain, iya toh!)

Pinceng jadi inget ada satu tie-koan pada masa dahulu yang dikenal dengan
julukan Toa Phi Ko (Tuan berhidung besar), Akbar Sian-sheng. Ketika perkara
Bali Yin Hang (Bank Bali), itu Toa Phi-ko dengan ulet bertahan bahwasanya dia
tida menerima CEK, tetapi bahwasanya itu cek ditaruh di atas dia punya meja,
jadi meja yang menerima itu CEK, kalu mau ditangkep, sudah sewajarnya, itu meja
yang jadi terdakwa. Haiya, . . .

Tempo disinggung perkara duit Sam Susiok yang dinyataken oleh Amin Lomo, pinceng
punya zhong dong dengan ulet juga berujar “Tida satu dolarpun!”

Lagi2 pinceng inget pinceng punya Lao Soe (Soe tua, zhong dong ke 2) tempo hari
juga pernah berujar, “Owe tida punya uang satu sen pun.” Haiya, satu sen memang
tida punya, tetapi em-em an sih, perkara lain.

Lantas waktu disinggung apakah zhong dong akan menuntut itu Amin lomo, pinceng
punya zhong dong dengan bijak berujar “Owe tida seperti yang lain2, yang sikit2
menuntut, sikit2 menuntut, menuntut koq sikit-sikit…?”

Yang sudah boleh dipastikan ada beberapa toaya dan tie-koan sudah mengaku
menerima itu uang, mungkin kerna takut kepada itu Hai Liong Ong, yang memang
tidalah boleh dibuat mainan. Itu bekas tai-koan yang mengurus dana Hai Liong Ong
tida usah dipungkirin lagi, sekarang menjadi ketakutan setengah hidup, “Bukan,
bukan owe yang bongkar2 ini perkara. Piss! (ditulisnya:peace) Owe cuman minta
owe janganlah dihukum sahaja.”

Dana Hai Liong Ong ialah kepunyaan daripada renmin, main-main dengan dana renmin
sama sahaja dengan mengolok-olok Hai Liong Ong, bisa kualat. Wahaya….

cpt