Monday, May 21, 2007     Aku mengerti dan mengetahui bahwa anda tidak mendapat pendidikan budi pekerti seperti kami dahulu. Tidak ada angka di raport untuk menulis halus, untuk sopan santun dan untuk hal-hal yang bersifat menghormati guru. Kalau anda mendengar pekik Nasional kita: MERDEKA, assosiasi anda adalah sebuah seruan yang berbunyi dan seperti menganjurkan mengajak berontak, siap berkelahi. Padahal kalau saja anda mau tetap meneriakkan Merdeka seperti aku lakukan hampir setiap hari, artikanlah dengan arti lain yang tingkatnya lebih positive

 

Artikanlah misalnya merdeka untuk mengisi kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan bukan beratrti mendirikan mall atau menambah sarana mempercantik diri saja.

Mengisi kemerdekaan juga berarti hidup positive, belajar lebih giat dan selalu ingat untuk menjadi manusia yang berguna bagi manusia lain.

Aku memang sengaja tidak menunggu lebih lama untuk menulis ini mengaitkan dengan hari-hari yang mendekati Hari Sumpah Pemuda atau hari besar Nasional lainnya.

Aku ingin mengemukakan sesuatu yang urgent untuk para Pemuda.

Aku juga ingin menunjukkan bahwa dengan pendidikan budi pekerti dan sopan santun serta menulis halus serta ditambah ajaran agama yang teratur, maka orang tuamu, yang sejawat saya, teman-teman saya dan sebaya saya telah melaklukan kealpaan mental yang hebat. Mereka tidak memberi contoh kepadamu bagaimana seharusnya melakukan tindakan management rumah tangga negara dan pemerintahan yang baik dan benar.

Tegas, benar, adil dan jujur.

Itu tidak dilakukan oleh pemerintahan Republik Indonesia, tidak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mereka sibuk dengan bertengkar mengenai perbedaan dalam cara berpikir, dalam cara mengelola management Negara (kalau memang benar ada management), dalam menjalankan undang-undang, dalam menjalankan cara menyembah Tuhannya masing-masing, dan yang jelas telah banyak mengabaikan anda selaku Pemuda, harapan bangsa. Kewajiban orang tua atau generasi terdahulu seharusnya membina para Pemudanya dengan baik dan rapi.

Kami para orang tua telah meninggalkan utang kepada pihak-pihak asing dan utang kepada rakyat yang setumpuk dan segunung, ditambah persoalan-persoalan yang buruk-buruk yang terjadi terhadap negara kita pada saat ini.

Pemuda ada dimana-mana, tetapi sekarang sedang tidak mempunyai seorang pemimpin pun, yang patut diandalkan.

“Gelora orang muda” anda banyak tersalurkan kearah yang kurang bersifat produktip bagi kehidupan / kebersamaan kita selaku sebuah bangsa.

Kata-kata globalisasi dan hak azasi manusia telah dijalankan dengan melenceng dan menyesatkan.

Itu hampir terjadi di segala bidang.

Apakah anda ikut bersalah, atau dituduh bersalah mengenai hal ini, bagiku, bukan masalah sebenarnya.

Hal-hal seperti tadi memang mendunia dan tidak saja terjadi di negara kita. Hampir kepada semua manusia yang hidup dalam negara kita, terasa telah diarahkan untuk menyerahkan segala sesuatunya kepada para pemimpin demokrasi saja. Karena dipilih secara demokratik, mereka dianggap bisa menyelesaikan segala masalah bersama.

Kalau ada masalah besar dan sedikit rumit, terkesan seakan-akan: sudah ada yang bertanggung jawab dan sudah ada yang akan menanganinya.

Anda dibuat sedemikian rupa, sengaja atau tidak, telah menjadi sebuah generasi yang cueg, kurang perduli dan masa bodoh. Sedikit yang mau membaca warta berita, karena isinya memang tidak mendidik kearah baik. Berita korupsi yang menggemparkan hanya beberapa hari saja, lalu lenyap dan tidak ada yang mengingatnya lagi.

Berita pejabat menjadi kaya luar biasa, telah dianggap bukan berita lagi.

Ada semacam satirisme yang berjangkit di masyarakat, bahwa kalau ada pejabat yang berkuasa, yang bisa menentukan kebijakan pemerintah, tetapi hidupya sesuai dengan gaji yang diterimanya, maka pejabat itu akan mendapat cemooh masyarakat luas.

Bodoh dan dungu, bukannya baik dan jujur.

Saya sadar, anda para pemuda telah dicekoki dengan ajaran dan system yang salah, sehingga anda menjadi cueg dan tidak mempunyai keinginan apa-apa lagi.

Hanya ingin mengalir dan hidup bersenang-senang saja. Tidak untuk terjun dengan niat yang murni, demi dicapainya perbaikan nasib anda bersama dengan para anggota masyarakat yang lainnya.

Saya sekarang ingin menyampaikan anjuran kepada anda, kurangilah untuk sementara segala kesenangan yang memikat anda dengan asyik. Perkuatlah mental anda dan timbulkan semangat baja anda untuk menyerap ilmu yang akan membawa hidup anda sepanjang sisa hidup anda. Jangan terlalu terbuai dengan kemajuan teknologi yang akan membius anda kepada keadaan yang membuat anda lena, bahwa sebenarnya hidup anda amat tergantung kepada kepandaian dan kepiawaian anda sendiri. Dalam hidup para pemuda yang akan datang, akan tiba pada suatu saat, anda sendirilah yang akan mengambil keputusan. Anda tidak akan menemukan orang tua andalan anda, karena mereka akan sudah tidak ada lagi didunia ini. Para pejabat yang menjabatpun sudah lengser dan dimana-mana yang ada hanya teman sebaya anda sendiri.

Kalau di generasi itu anda sudah siap mental dan memiliki pengetahuan yang cukup serta ketrampilan dan kepiawaian yang hebat, maka anda bisa menggatikan para pimpinan baik pemerintahan maupun organisasi yang lain yang sekarang sedang bercokol. Mereka itu, para pimpinan itu sudah sulit untuk dibenahi. Tidak dapat lagi disadarkan dengan cara-cara serta undang-undang yang ada. Mungkin sekali, semoga saya salah, perangkat peraturan dan perundangan yang ada pada saat ini, sudah tidak sesuai lagi dan memerlukan perombakan.

Ingatlah, baru lima belas tahun yang lalu, yang disebut dengan komputer, yang masih menggunakan Wordstar dan perangkat lunak lain yang sekarang sudah dilupakan orang. Sekarang tahun 2007, semua orang menggunakan Laptop yang sudah lumayan canggih. Laptop bukan barang mewah lagi. Di kedai-kedai kopi, orang duduk meminum kopi segelas untuk sekian jam duduk menghadapi laptop. Apa yang dikerjakan mereka ? Mereka bekerja hanya sedikit saja. Laptop Merek HP Pavilion dv9060 mempunyai hard drives yang mencapai 240 GigaBytes (dua kali 120 GigaBytes) yang dilengkapi dengan 2 Duo Processors untuk keperluan multi tasking yang belum bisa dibayangkan orang pada beberapa tahun lalu. Pernahkah terbayang oleh anda bahwa sekarang orang sudah bisa melakukan penggunaan webcam yang sudah built in dengan omni-directional microphones misalnya untuk video instant messaging dan web conferencing. Lalu menonton televisi bukan lagi harus dilakukan dirumah saja, bisa juga di warungkopi karena mutu monitornya.

Monitor jaman sekarang memiliki resolusi 1440 x 900 sama nyamannya untuk menikmati siaran di TV warung kopi. Atau malah sebaliknya bisa menonton TV dirumah tetapi menggunakan laptop.

Dengan kemudahan seperti itu apakah tidak mungkin orang akan mudah lengah? Sedang dunia anda, dunia para Pemuda sekarang dimasa yang akan datang, akan penuh dengan persaingan yang tidak pernah aku bayangkan.

Banyak orang pandai dan peralatan baru seperti Laptop akan membuat orang lebih pintar.

Kalau para Pemuda masih terbelok kedalam kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu produktip, siapa yang merugi ? Andalah yang sedang terlena, andalah yang terlalu banyak bersenang-senang, yang akan merugi

Aku sekarang adalah seorang yang sudah tua, hampir tujuh puluh tahun umurku, mngkhawatirkan anda, para Pemuda, karena tingkah laku orangtua seperti aku. Aku juga merasa bersalah, meskipun aku tidak mencuri uang rakyat atau melanggar undang-undang. Pada waktu pemerintah-pemerintah yang lalu membuat kesalahan, aku hanya diam saja. Tidak berani melawan atau bersuara, karena takut usaha ku mencari nafkah akan mendapat gangguan. Para anggota Kabinet yang dipimpin oleh Presiden, telah dengan gampang membuat utang segunung, dan akupun tidak melakukan tindakan apapun juga. Dengan menerangkan hal-hal ini, aku bukan menganjurkan anda melakukan yang telah tidak berani aku lakukan.

Tingkatkan derajat Pemuda masa kini, kearah lebih bermutu dan lebih bersemangat tinggi bekerja keras. Bersemangat untuk bersaing dan menempatkan diri di posisi yang baik dan berguna. Berguna bagi siapa? Terutama bagi dirimu sendiri dahulu. Kalau anda sudah sampai dalam posisi yang lega, maka anda akan dapat menolong sesama kawan atau rekan atau orang sekeliling anda. Nasib anda tidak ditentukan oleh Presdien dan perangkat birokrasinya. Juga tidak ditentukan oleh Aa Gymnastiar atau oleh Abu Bakar Baasyir, atau oleh Pastor, Romo, Pendeta dan Bhiksu apalagi oleh Ari Lasso ataupun oleh Brad Pitt, Tom Cruise atau oleh Bill Gates.

Nasibmu ditentukan olehmu sendiri ! Sembilan puluh persen !! Sisanya sepuluh persen adalah unsur lain, yang aku tidak mengetahuinya saat ini.

Anda stagnant seperti sekarang, anda hanya mempunyai peluang sekitar dibawah lima puluh persen saja.

Diri anda sendirilah Dewa Penolong untuk anda.

Aku ikut memohon maaf kepada para generasi muda, para Pemuda, karena telah ikut mendiamkan terjadinya utang-utang. Utang finansial dan utang budi kepada generasi berikut. Biarlah saya dahului meminta maaf kepada generasi berikut yang menjadi generasi penerus, tanpa petunjuk dan tanpa restu Presiden dan semua jajaran pejabat bawahannya.

Isilah kemerdekaan RI yang kita cintai bersama.

 Anwari Doel Arnowo

Toronto, Monday, May 21, 2007 – 17:54:01