Baru2 ini pihak berwajib di Long Island menangkap pasangan hartawan asal India Mahender dan Varsha Sabhani karena mereka menganiaya dua orang pembantu asal Indonesia dan mengaji mereka sedikit sekali.


Selama 5 tahun dua otang pembantu tadi harus bekerja
dari jam 4 pagi sampai tengah malam dirumah pasangan
Sabhani yang bagus dan besar berpekarangan luas (lihat
gambar). Ketika polisi menemukan dua wanita Indonesia
tadi, terlihat jelas bekas siksaan ditubuh mereka.
http://www.mumbaimirror.com/net/mmpaper.aspx?page=article&sectid=4&contentid=200
70517032748984a59fd03d#



"Kita tak habis pikir ada manusia dijaman modern ini
dibawa jauh2 ke Amerika untuk dijadikan budak,
dipukul, disiksa di masion yang indah ini didaerah
paling eksklusif di Long Island," kata jaksa federal
Demetri Jones.

Ancaman hukuman bagi suami-istri Sabhani bukan main2.
Kalau pengadilan memutuskan mereka bersalah, masing2
dapat dikurung dipenjara selama 17 sampai 22 tahun.

Menurut pengakuan korban, Ny. Varsha Sabhani menyuruh
mereka bekerja dari jam 4 pagi sampai tengah malam.
Kalau marah dia sering memukul, menyiksa, tidak
memberi makan dan menyuruh mereka tidur di dapur. Dia
pernah memukul dengan sapu, menyiram air panas,
menyuruh korban naik-turun tangga 150 kali sekali
hukum, dan memaksa mereka menelan 25 butir cabai yang
pedas.
Pihak penyidik punya bukti foto bekas luka karena
siksaan ditubuh salah seorang korban.

Pihak polisi secara kebetulan menemukan kasus ini.
Ketika itu salah seorang korban membeli makanan di
Dunkin Donuts hanya mengenakan celana pendek dan
handuk saja. Kepada polisi yang curiga, korban tadi
menceritakan dengan bantuan seorang penterjemah segala
yang telah dialaminya.

Segera polisi datang ke rumah keluarga Sabhani, dan
mereka menemukan seorang pembantu lagi yang dijadikan
budak. Dua orang korban mengaku bahwa mereka harus
bersembunyi di basement kalau ada orang datang.

Jangan2 banyak juga orang Indonesia di Amerika yang
memperlakukan pembantunya sesama bangsa seperti budak.

Salam,
RM