Chris anak muda, tinggi langsing dan gagah. Tiga tahun lalu dia fresh graduate jurusan engineering langsung gabung di perusahaan sebagai permanent employee. Dengan iming-iming karir yang menggiurkan tentu saja.


Tapi minggu yang lalu, dia ngundang teman satu grup,
makan malam di Tandori, Halal balti restaurant lengkapnya.
Betul, ini semacam acara "perjamuan terakhir".

Resminya, ini acara si Chris, dan dia yang ngundang
secara khusus, memilih siapa saja yang boleh datang.
Dia juga yang memilih dan booking tempat.
Selesai makan, maka kita 12 teman-temannya yang urunan.
Si Chris sang pemilik acara tidak boleh ikut bayar.

Bulan depan dia sudah terbang melintasi katulistiwa.
Meninggalkan akhir musim semi disini untuk mengejar
awal musim gugur di Australia ... katanya.

"...excellent money Chris ?", teman saya nanya antusias.

"Nope..., excellent waves ", Chris menggerakkan tangannya
turun naik. Seolah gelombang laut sudah berada didepannya.

Disini karyawan silih berganti, semudah masuk semudah pergi.
Karyawan kontrak atau karyawan tetap tak lagi peduli.
Kesetiaan dan pilihan hanya dimiliki oleh kesenangan.

Kesenangan Chris adalah mengendarai gelombang .
Dan tempat kerja disini hanya ada laut tanpa gelombang.
Kota hanya disesaki kapal pesiar dan orang liburan.
Untuk Chris, ini ketenangan dan bukan kehidupan.

Saya mengenalnya belum cukup lama. Ngobrolpun hanya
beberapa kali kebetulan setiap kali bersama nunggu
Ferry penyebrangan. Pernah dia cerita keinginannya
untuk segera jadi "jobshopper" seperti saya.
menurutnya, pekerja kontrak itu FREE...fantastic.

Dulu saya mengiranya sebagai basa-basi kepada immigrant.
Tapi makan malam kemarin menunjukkan kesungguhan.
Chris layaknya typical English, selalu merasa harus
melayari "another adeventure".... mencari gelombang.
Memasuki ketidak tahuan pastilah menyenangkan, katanya.

Setiap kali si Chris bilang "FREE..." dengan takjub,
saya yang mendengar-nya malah kikuk....rikuh.

"Sebenarnya...saya tidak ingin FREE, saya malah ingin
hidup tenang, bekerja tenteram sampai pensiun",
Tapi saya hanya bisik-bisk dalam hati saja.

Memang beda, saya yang selalu sengaja mencari jaminan
masadepan dan ketenangan malah selalu lebih dulu free.
Si Chris malah meninggalkan semua keterjaminan....
untuk sekedar mencari free.

Beda banget, mungkin hanya dengan "BERSEDIA LAHIR" pun
hidup anak-anak English sudah langsung dijamin.
Dan ini yang bikin si Chris bilang "not fantastic".

20070509
DjayaWikarta