Ada resensi buku berjudul: WHY MEXICANS DON’T DRINK MOLSON karangan Andrea Mandel-Campbell yang pertama dan diterbitkan oleh Douglas & McIntyre. 

 Harga bukunya C$34.95 (+/- 320.000 Rp.), lumayan mahal atau mungkin standard untuk ukuran negara Canada. Isinya menceritakan inferriority complex, rasa rendah diri orang Canada yang digambarkan karena rasa aman dan tenteram sebab ada perlindungan dari Negaranya sendiri dan tentu saja dari Pemerintahannya sendiri juga di dalam negeri Canada. Seperti diketahui Molson adalah merek terkenal untuk produk minuman, antara lain Beer, yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang didirikan oleh John Molson pada tahun 1786 yang lalu. Keluarga Molson ini sekarang sudah mencapai generasi keenam sejak John Molson, bernama Eric Molson yang masih active menjadi President dari seluruh usaha Molson dengan pusat di Montreal. Meskipun setelah bergabung menjadi Molson Coors Brewing Company, keluarga Molson masih memiliki saham sebesar 50 %, dan tetap dianggap sebagai ikon dari usaha yang “amat Kanada” di mata masyarakat. Perusahaan yang merger dengan pihak-pihak lain di Amerika ini, telah menjelma menjadi pembuat Beer (Brewery) nomor lima terbesar di dunia.

Dengan merek-merek terkenal seperti Molson Canadian dan Molson Canadian Light, Molson Ice, Molson Golden dan lain-lain merek, semua orang akan mudah ingat.

Terjadinya kegagalan Molson dalam venturenya di Brazil, adalah kekalahan dalam daya saing dengan perusahaan lokal yang serupa. Perusahaan Labatt pada tahun 1990 masuk ke Mexico dan beernya tidak disukai oleh penuduk disana. Sedemikian besarnya perusahaan Molson-Coors, mengapa masih juga disoalkan, kata Mandel-Campbell pengarang buku itu, adalah kurang atau tidak adil, kalau hanya membicarakan satu produsen saja yaitu: Molson. Bukankah merek-merek beer Kanada yang global lainnya, juga tidak bisa bersaing dengan Budweiser, Corona dan Heineken? Dengan posisi sebagai produsen kelima terbesar di dunia, bagaimana bisa tidak setenar seperti merek-merek pesaingnya? Nah menurut pemantauan sementara, entah seratus persen kebenarannya ataukah tidak, perusahaan ini mendapat perlakuan yang over protective dari Pemerintahnya, sehingga merasa tenang, adem ayem dan merasa tidak perlu bersaing ketat dengan para pesaingnya dari negara lain.

Bagaimana dengan negara kita sendiri? 

Mari kita mulai dari hal-hal sederhana: tempe, batik dan keris. Tiga hal ini sungguh amat mengganggu pikiran saya. Pengalaman saya sendiri pada suatu saat pada sekitar tahun 1996 saya berada di Johor Baru, Malaysia Selatan di seberang Singapura. Seorang penjual kain Batik, berkulit sawo matang seperti saya, bertanya dalam bahasa Inggris: “Do you have Batik in Indonesia?” .

Saya terkejut sekali.

Dia ini kan bukan orang China dan bukan pula asal India / Tambi. Dalam batin saya bertanya apa dia ini sedang bercanda. Saya perhatikan dulu mukanya, saya lihat dia tidak bercanda dan kelihatan mengharapkan jawab saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menjawab bahwa saya sudah mengenal batik sejak masih kanak-kanak.

Begitu saja. Hati saya sedih.

Dan sekarang bertambahlah kesedihan saya karena keris jaman nenek moyang saya telah diakui sebagai Kris yang asalnya dari Malaysia.

Tempe?

Di Amerika sudah puluhan tahun lalu ada, dengan nama Tempeh, dan katanya dimulai dari orang Suriname yang mengirim kenegeri Belanda dan Amerika. Sekarang di Toronto, saya bisa beli tempe buatan pak dan ibu Yahya yang sudah lama tinggal di Toronto ini dan malah bisa membuat Bami Goreng yang nyaman.

Saya bisa beli air kelapa dan buah-buahan seperti rambutan asal Thailand atau Vietnam dan sekitarnya.

Terasi? Disebut belacan, istilah umum di Sumatra.

Ada di Tai Tung Hua (Terkenal dengan T & T) sebuah perusahaan supermarket raksasa, milik orang Taiwan dengan Hong Kong, yang besar tokonya dan dilayani pelayan/petugas asal China dan bahasa Inggrisnya saja banyak yang tidak mampu dengan lancar menggunakannya. Saya tidak paham bagaimana mengaturnya sehingga orang seperti ini bisa datang dan bekerja di Toronto, ijinnya seperti apa, apalagi melayani umum.

Memang kalau saya masuk T & T , saya akan menjadi minoritas, seperti orang-orang kulit putih yang “asli” Canada sekalipun.

Hal ini karena yang berbelanja disitu lebih dari sembilan puluh persen adalah justru para immigrant asal China yang generasi kedua atau ketiga atau keempat, yang bahasa Inggrisnya sudah seperti bahasa ibu mereka. Tata cara dan tindak tanduknya juga sudah seperti orang kulitputih “asli” Canada saja. 

Lalu bikinan mana terasi atau belacan itu?

Bikinan Hong Kong.

Sekarang cerita diatas itu semuanya tidak seru, kalau kita tidak bertanya: mana buatan Indonesia?

Ada, saya malah bisa makan supermi buatan Indomie yang ditulis dengan Instant Noodles Mi goreng Fried Noodles 85 gram dari pabrik Indofood, juga Super Bihun yang mencantumkan Ijin Depkes segala. Juga saya bisa beli segala macam bumbu jadi, seperti nasi goreng, mi goreng, rendang, rawon, bumbu rujak dan kare atau hampir semua saja yang saya ingat. Hanya saja meskipun jumlah orang asal Indonesia diperkirakan ada sepuluh ribu orang di Ontario, akan tetapi tidak ada toko atau restaurant Indonesia yang memadai, kuat permodalannya dan lumayan tempatnya. Itu semua dapat saya jumpai di T & T atau di China Town di Spadina Avenue ; juga bisa saya beli dari orang-orang Indonesia seperti pak Yahya diatas.

Durian? Ada dari Thailand. Ada Buah Nona, manggis, duku, rambutan, nangka dan lain-lain tetapi tidak dari Indonesia.

Yang banyak dari negara-negara sekitar Thailand dan Vietnam. Semua buah-buahan itu seperti kita tahu banyak ada di Indonesia, tetapi pasarnya kalah dengan negara lain seperti halnya Beernya Molson-Coor tadi.

Apa kesamaan Indonesia dan Canada dalam hal ini ?

Dua-duanya terpaksa mendapat julukan Jago Kandang.

Orang-orang Indonesia dibawah pimpinan yang disebut dengan istilah penyelenggara negara sekarang ini sering membuang-buang waktunya dengan pengarahan yang salah sama sekali. Pengarahan tidak baik kearah hal-hal tidak berguna sedikitpun, demi untuk mencapai kesetaraan hidup dengan manusia-manusia dari negara lain. Terlalu membesarkan masalah politik dan agama, yang telah meluas kesegala arah, meliputi segala macam kegiatan masyarakat. Di sekolah ada masalah politik dan agama, diperusahaan dan di kantor-kantor usaha swasta juga.

Kalau masyarakat kita dididik kearah yang produktif bekerja untuk kesejahteraan hidup mulai dari keluarga sendiri, apakah keagamaan keluarga akan turun? TIDAK !!

Apa kalau keluarga tidak berpolitik, maka keluarga akan hancur? TIDAK !!

Kalau keluarga kita bekerja keras, akan rusak? TIDAK !!

Apa keluarga Indonesia kalau saja tidak bisa mengenali siapa nama gubernurnya, siapa nama menterinya, siapa nama wakil presidennya, bahkan siapa nama presidennya, mereka akan sengsara tidak dapat hidup? TIDAK !!

Masih banyak yang kita kerjakan yang akan dapat memperoleh jawab yang sama, TIDAK !!

Di Kanada banyak sekali orang tidak mengenal nama Stephen Harper, sang Perdana Menteri Negara Kanada. Orang-orang ini tidak pernah dimarahi oleh siapapun. Para immigran, baik asal China, asal Rumania dan Turki atau India, jangan-jangan asal Indonesia pun ada banyak juga !! Padahal mereka ini telah lama tinggal di Kanada dan hidup biasa saja menjadi orang biasa saja. Kenal dengan nama Premier Propinsi Ontario yang berarti gubernurnya? Mungkin tidak juga. Itu tidak apa-apa, karena hal itu bukanlah kriminal dan bukan melanggar undang-undang.

Saya ingin semua orang Indonesia membuat hidup keluarganya biasa saja, hidup didunia nyata, mencari kehidupan sejahtera, sama sekali tidak perlu mewah seperti sinetron. Jangan hidup yang penuh ketakutan karena takut kepada neraka. Sepanjang kita hidup dengan baik, mengapa merisaukan neraka? Dari pada meratapi nasib seperti itu, lebih baik segera cincingkan lengan baju dan siap bercocok tanam. Tanam hasil bumi untuk makan diri sendiri dan keluarga. Kalau saudara-saudaraku ini bisa melaksanakannya dan suatu saat sudah bisa menjadi pesaing para produsen durian Thailand, terasi Hong Kong dan Bumbu Masak buatan Vietnam, sayalah yang akan membelinya terlebih dahulu di Toronto.

JANGAN CUMA JADI JAGO KANDANG.