tulisan tanggapan : Ini tulisan bagus, sederhana , sayang sekali tak terjadi di Indonesia ….. seorang Kepala Negara yang berhasil merubah citra negaranya ….. Presiden SBY didukung oleh mayoritas suara rakyat, sayang dia tak memiliki kepemimpinan sekelas PM Zurab Nogaideli dan mungkin saja SBY masih takut akan kehilangan posisi untuk pencalonan diri memperpanjang jabatan kepresidenan tahun 2009 , untuk apa ?  Kemungkinan lain bahwa SBY memang jujur , tetapi tak memiliki keberanian yang sangat dibutuhkan bagi pemimpin bangsa untuk melakukan reformasi , ia masih berbudaya ….  Alon-alon asal Kelakon , yah nggak akan kelakon kalau demikian … dibutuhkan ketegasan dan keberanian ….

Apa buktinya bahwa Indonesia nggak sama dengan Georgia ?

Polisi tetap menjadi momok jalanan, menangkapi truk pengangkut barang untuk diperas, menangkapi pengendara sepeda motor yang tak memiliki STNK, padahal untuk mendapatkan ujian STNK dibutuhkan dana … dikota kecil pengendara sepeda motor merupakan penyumbang besar bagi polisi dan jajarannya …. sumbangan  ini merupakan INCOME kepolisian secara tidak resmi …. artinya di Kepolisian belum  ada REFORMASI ……. Georgia berhasil merubah citra demikian dalam waktu 3 tahun …..

Anti Korupsi, menurut survey dalam 1 tahun terakhir ini ,  95 %  rakyat  Georgia tak membayar sogokan  untuk mendapatkan pelayanan publik. Di Indonesia tetap rakyat akan mendapatkan kesulitan tanpa menyogok yang merupakan budaya bangsa , apa bisa tanpa sogokan ? Dibutuhkan ketegasan sebab di DPR aja untuk mengegoalkan UU dibutuhkan sogokan, untuk mendapatkan izin bangunan dibutuhkan sogokan, untuk mendapatkan izin usaha , bahkan keterangan kelurahan atau kecamatan dibutuhkan sogokan dan untuk menelorkan anti sogokan …. HARUS diberdayakan secara besar-besaran , dan dimulai dari Wakil Rakyat yang haus duit ….. menjadi calon Bupati ? Menjadi Calon Gubernur ? Menjadi calon Ketua Umum ? Semuanya tersangkut Budaya Sogok … sulit … sulit ….. bahkan untuk Surat Kewarga Negaraan tetap aja dibutuhkan sogokan …..
Dibidang import beras maupun gula, tetap saja merupakan bisnis mafia sindikat gula mapun sindikat beras . Dulu Bulog, sekarang sudah ada penggantinya …. kalau mau reformasi harus ada PROGRAM produksi beras ditingkatkan , produksi tebu ditingkatkan dan berhentilah import beras dan gula ….. tanah masih luas , kenapa tak ada penanaman atau industri agro yang bagus ? Baru aja membaca berita  " Harga Minyak Goreng melonjak " : yah, bagaimana mendukung pemerintahan SBY kalau tak ada perubahan besar ?   Dalam banyak hal pemerintahan SBY mampu menggerakkan gerakan anti korupsi, tapi agaknya banyak yang berkata : " Itu sih tebang pilih ! " Mudah-mudahan dapat dibuktikan bahwa tebang pilih benar-benar tidak ada !

Dari tulisan kasus Georgia dengan Kepala Negara yang berani melakukan reformasi merubah negaranya dari tindakan berani dan nyata , sebenarnya Indonesiapun bisa , kalau saja memang ada KEBERANIAN melakukan REFORMASI membela rakyat dan indikatornya ialah : pemberantasan korupsi, pemberantasan sogok menyogok, gampangnya mendapatkan perizinan, dihentikannya import beras maupun gula dengan program nyata, diberantasnya korupsi di DPR dan birokrat, diangkatnya pejabat profesional dan bukan cuma orang-orang Partai yang biasanya punya agenda memperkaya kelompoknya, dihentikannya sistim pengusaha – penguasa , dibuktikan pemecahan masalah Lapindo dengan berpihak kepada rakyat : katanya kalau BLBI gampang turun Trilyunan Rupiah – kenapa ganti rugi kepada rakyat dicicil dengan serba kecil dan tak akan membantu mencegah kesengsaraan rakyat kecil ? Kenapa tak banyak investor masuk ke Indonesia , kenapa tak banyak lapangan kerja terbentuk ?

SBY dikatakan oleh lawan politiknya sebagai Penebar Pesona, Sby dikatakan sebagai pengecut yang takut, SBY dikatakan tak memiliki keberanian … apa tudingan ini perlu dibantah atau ditanggapi ? Sebenarnya tak perlu, cukup bertindak dengan lebih berani dan pasti mendapat dukungan rakyat . Saat ini banyak suara sumbang karena pemerintah belum membuktikan adanya REFORMASI …. belum membuktikan bahwa import beras benar-benar bukan bernuansa menguntungkan pengusaha pedagang besar, gagalnya bagi-bagi Laptop membuktikan bahwa rakyat sudah tak percaya dengan DPR , gagalnya penertiban usaha penerbangan untuk keselamatan penerbangan, dan dugaan masih banyak pungutan untuk memperkaya para pejabat , siapa bilang bahwa KKN sudah dituntaskan ?

Semua ini akan terjawab dalam minggu pertama bulan Mei dengan bukti perombakan kabinet , siapa yang diangkat dan siapa yang diroger

……. apa partai masih berkuasa atas penunjukkan menteri ?  Penantian yang lama ……….