Ada kesamaan musik klasik dengan musik rock. Yaitu penyanyi dan pemain instrumen harus memainkan dengan 'gusto' (penuh greget). Mendengarkan musik klasik dan rock, radio atau CD harus distel agak keras agar dapat dinikmati. Menurut saya, persamaannya cukup berhenti disitu saja.

http://www.iht.com/articles/2007/04/02/asia/china.php
 
Tidak salah kalau IHT menurunkan artikel diatas
"Western classical music made and loved in China".
Karena di Barat sendiri terdesak oleh musik pop. Di
China karawitan musik klasik muncul di seluruh penjuru
negeri. Setiap ibukota propinsi mempunyai orchestra
dan gedung musik. Sejalan dengan itu, piano dan biola
buatan China dijual di Eropa dan Amerika.

Siapa tidak kenal Seiji Ozawa dan dirigen asal Jepang
lainnya di Philharmonic Orchestras di Wina, Berlin,
London, dan New York. Ini menunjukkan bahwa musik
adalah seni universal dan mendapat apresiasi yang baik
di Jepang.

Musik klasik datang dari Eropa bersama Restorasi Meiji
(1868-1912). Akhirnya musik klasik tumbuh subur
bersama kemakmuran Jepang setelah Perang Dunia II.
Karya Bach, Mozart, Beethoven dan Wagner sama
populernya di Jepang dengan di Barat.

Mengapa begitu? Kehadiran musik klasik di Jepang
tidak dipertentangkan dengan musik dan seni
tradisional. Musik pop datang silih berganti, tetapi
sekali orang Jepang meminati musik klasik mereka tak
akan bosan. Karena musik klasik tidak hadir sekadar
sebagai fashion.

Satu hal lagi perlu kita ketahui; bahwa pendidikan
musik di Jepang adalah salah satu yang terbaik
didunia.
Selain kursus musik bertebaran, pelajaran musik masuk
dalam kurikulum mulai dari SD sampai SMA dan di
perguruan tinggi ada jurusan musik. Sebaliknya,
pengembangan musik tradisional diserahkan pada yayasan
dan individu saja tetapi perkembangannya tak kalah
cepat. Dengan demikian tumbuh subur pengemangan musik
klasik barat dan musik tradisional Jepang pada tingkat
akar rumput.

Begitu pula yang terjadi di Korea. Maka tak usah
heran banyak pemusik kelas dunia dari Jepang, China
dan Korea. Karena mereka memainkan musik dengan
serius.

Pergelaran musik simfoni pertama berlangsung di Jepang
pada tanggal 19 Februari 1887 oleh Tokyo Conservatory
of Music. Saat itu musik kamar biola, cello dan flute
memainkan opus dua dan tiga dari First Symphony
ciptaan Beethoven. Orkes simfoni professional pertama
dibentuk 5 Oktober 1926, dua tahun setelah pergelaran
konsert persahabatan Jepang-Rusia di Teater Kabuki
Tokyo. Mula2 orkes simfoni itu bernama New Symphony,
lantas menjadi Japan Symphony Orchestra pada 1942.
Pada tahun 1951 menjelma menjadi NHK Symphony
Orchestra sampai sekarang. NHK Symphony Orchestra
kedudukannya setara dengan orkes simfoni paling beken
diseluruh dunia. Di Jepang sekarang ada 28 orkes
simfoni professional dan 580 orkes simfoni amatir.

Hampir semua kota dan prefektur besar punya orkes
simfoni. Tapi di jabotabeknya Tokyo saja ada lebih
banyak orkes simfoni dari kota besar manapun didunia.
Setiap tahun sekitar 4,000 pegelaran professional
diselenggarakan di koridor Tokyo-Yokohama -- atau 25
pegelaran tiap hari -- sekali lagi, lebih sering dari
kota besar manapun didunia.

Kini Simfoni No.9 Beethoven (kegemaran Gus Dur)
menjadi tradisi akhir tahun. Salah satu orkes simfoni
dari Tokyo memainkannya 29 dalam satu tahun. Begitu
terkenalnya "Ode to Joy" bagi orang Jepang, sampai
masuk karaoke!!. Pada hari2 besar Messiah ciptaan
Handel dan Nutcracker ciptaan Tchaikovsky juga
populer.

Festival musik juga merupakan acara tetap di Jepang.
Yang paling akbar adalah pegelaran Pacific Music
Festival yang dimulai pada tahun 1990 oleh Leonard
Bernstein (kini almarhum). Selalu digelar di Sapporo,
festival ini menampilkan musisi paling top didunia,
sambil memberi kesempatan bagi pemusik muda berbakat
dari seluruh dunia yang dipilih dari audisi.

Jangan heran pula kalau di Jepang bertebaran gedung
konsert, mungkin terbanyak didunia. Di Tokyo saja ada
150 gedung konsert !!. Gedung2 konsert yang paling
akhir dibangun merupakan karya arsitektur adi luhung
dengan teknologi akustik termaju.

Sumber:
http://www.jpan.org/orches/index.html

Salam,
RM