Demonstrasi/unjuk rasa rupanya sudah merupakan"ULAH NGAMBEK"pilihan rakyat Indonesia saat ini untuk mengexpresikan rasa FRUSTASInya menghadapi kesengsaraan [abadi]yang dihadapinya dan pelampiasan kekecewaannya atas kinerja penguasa.

Mungkin keberhasilan demo hanya 1% untuk menarik perhatian pemerintah agar memperhatikan nasib mereka,meskipun demikian rakyat[terpaksa]tetap melakukannya karena hanya demo lah satu2nya cara untuk MELAMPIASKAN uneg2 dalam negara DEMOKRASI 2AN ini.
 
Terjadinya unjuk rasa hampir setiap hari diseluruh pelosok tanah air  merupakan dampak dari akumulasi Bobroknya kwalitas aparat pemerintah yang diperparah dengan TIDAK BERGUNANYA DPR sebagai lembaga yang seharusnya  memperjuangkan nasib mereka. Tidak berfungsinya lembaga2 yang  terpenting tersebut ternyata merupakan"KESALAHAN"  rakyat sendiri.
"KEPOLOSAN" rakyat ketika menggunakan hak pilihnya saat pemilu,berakibat DPR diisi oleh preman2 yang TIDAK JELAS latar belakangnya,rakyat manut saja memilih salah satu calon yang disodorkan oleh parpol meskipun tidak tahu/jelas kwalitasnya. 
Tidak menutup kemungkinan calon2 tersebut hanyalah oknum2 gagal yang tidak mampu mencari nafkah secara halal,tidak aneh bila mayoritas anggauta DPR adalah PENGANGGURAN yang menjadikan politik sebagai lahan MENCARI NAFKAH,sebab syarat untuk menjadi"politikus"di RI sangat gampang yaitu:DABLEG !.
 
Sedangkan ciri orang dableg adalah:mau hidup enak tapi tidak becus kerja[tidak bisa berpikir],salah satu contoh dablegnya adalah;meskipun gaji yang diterima sudah sangat tinggi,tetapi tetap ngotot minta LAPTOP GRATIS,rakyat yang miskin dan sedang dirundung bermacam2 musibah dipaksa membelikan 550 buah laptop yang harganya sudah di markup,pantaskah manusia2 tidak bermoral tersebut disapa sebagai anggauta dewan yang TERHORMAT?.
 
Mungkinkah orang TERHORMAT dengan menyatakan bahwa PENEMBAKAN TRISAKTI DAN SEMANGGI I dan II yang menewaskan belasan mahasiswa bukan pelanggaran HAM?.
 
Dimana sikap terhormatnya bila hanya NATO melihat belasan ribu rakyat dimatikan sumber nahkahnya dan properti hasilnya menabung belasan tahun LUDES ditenggelamkan lumpur bakrie??.
 
Selama belum ditentukan sistim SELEKSI anggauta DPR[D] yang benar,lembaga DPR[D] cuma akan menjadi BENALU bagi rakyat Indonesia.
Dalam lembaga DPR terbagi menjadi beberapa komisi/bidang,seharusnya sejak awal setiap calon sudah MENENTUKAN komisi mana yang akan direbutnya,jangan sampai oknum yang tidak ngerti hukum menjadi anggauta komisi yang membidangi hukum dsb.
Begitupun dengan daerah pemilihan,setiap calon harus berdomisili minimum 5 tahun secara fisik[bukan sekedar administrasi]didaerah pilihannya,jadi benar2 masyarakat mengenalnya.
 
Setiap caleg diwajibkan membuat semacam kertas kerja/planing apa yang akan dilakukannya seandainya terpilih menjadi anggauta DPR sebagai acuan rakyat dalam menilai kinerja mereka.
 
Lembaga yang berhak menilainya sebaiknya perguruan tinggi lokal[daerah pemilihan calon],bukan DPD parpol maupun lembaga semacam KPU yang TERBUKTI[semua]anggauta2nya adalah KORUPTOR.
 
Dan yang terpenting harus diterbitkan undang2 yang mengatur agar rakyat bisa memecat anggauta DPR,mekanismenya melalui pengadilan khusus Anggauta DPR,jadi rakyat yang mengangkat,rakyat pula yang berhak memecat mereka bila tidak berkwalitas.
 
Dampak[politik]pembiaran/penelantaran yang dilakukan"elite2"penguasa sudah berlarut2, maka muncullah "TEBAR KEMARAHAN"rakyat dengan cara turun kejalan dan memakai berbagai strategi,dari yang damai, menyiksa diri sampai anarkis.
Melihat frequensinya yang kian hari tambah meninggi,menggambarkan kondisi emosi mayoritas rakyat Indonesia sudah melewati ambang batas .
Mengingat mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam KEMISKINAN,potensial sekali bentuk tebar kemarahan tersebut berubah menjadi GERAKAN RAKYAT MISKIN bersekala nasional.
Indikasi kearah sana sudah nampak sebagai contoh:Pemblokiran jalan raya Porong oleh warga korban Lumpur Bakri,Penyanderaan kereta api Rangkas Bitung-Jakarta di setasiun Parung panjang karena dinilai pelayanan pada rakyat[miskin]sangat Jelek,Pemblokiran jalan Di pantura karena warga merasa terganggu oleh banyaknya truk2 besar yang parkir di pinggir Jalan,penanaman pohon pisang ditengah2 jalan di beberapa daerah karena warga marah  akibat pemerintah tidak membetulkan jalan yang rusak.
Dan masih banyak lagi perlawanan2 yang dilakukan rakyat,seperti saat penertiban kaki lima,penggusuran rumah[liar],saat pembacaan putusan vonis pengadilan dll.
Perlawanan2 tersebut bukan sekedar upaya mempertahankan hartanya tetapi sudah menjurus pada KENEKADAN akibat MARAH,buktinya rakyat sudah berani ngroyok petugas,dimana sebelum2nya hal tersebut adalah tindakan yang TIDAK MUNGKIN TERJADI. 
 
Belajar dari sejarah[segala bangsa]gerakan rakyat akan menjadi kekuatan yang dahsyat bila ada FAKTOR PEMERSATUNYA;di Indonesia hal tersebut sudah terpenuhi yaitu PERSAMAAN NASIB[sama2 miskin]dan ada"MUSUH"bersamanya yaitu penguasa,roh pemersatunya adalah:SENASIB DALAM PERLAWANAN.
Dalam situasi demikian pemerintah harusnya peka serta MEMPUNYAI KEMAUAN POLITIK meprioritaskan kepentingan rakyat,bukannya malah repot menyiapkan ancang2 agar menang dalam pemilu 2009.
Lebih bijak bila pemerintah MENUNDA[untuk sementara]penggusuran2 rumah"liar"maupun operasi2 penertiban kaki lima,PSK dan eksekusi2 rumah rakyat yang bermasalah,sebelum mampu menyelesaikan masalah2 kemiskinan yang diderita rakyat,karena hal tersebut akan memicu kemarahan rakyat,realitanya saat ini setiap ada penggusuran maupun penertiban pasti terjadi BENTROKAN FISIK antara rakyat dengan petugas.
Hubungan pemerintah dengan rakyat yang seharusnya sebagai ORANG TUA DAN ANAK dalam keluarga besar yang bernama NEGARA telah berubah menjadi PERSETERUAN antara PENINDAS dengan YANG TERTINDAS.
 
BILA TIDAK MAMPU MENOLONG RAKYAT,JANGANLAH MENYUSAHKAN RAKYAT.
 
nuwun ewu.
 
singo.