I left for Indonesia on Feb 16th California time to bury my ex-husband, per his request. Innalilahi waìna ilaihirojiun. Amazingly, the guy who was born with heart defects was able to live up to 50 years old. Thank Allah for that. After the burial aku pergi ke berbagai tempat untuk ketemu sanak dulur dan bersilaturahmi. Siapa tau ada yang meet the criteria untuk diclaim dan dibawa ke California.



Setiap orang yang saya temui bertanya apakah saya sudah menikah lagi.
Setelah mengetahui saya masih single parent, berbagai advicepun keluar
dari mulut mereka. Anehnya, advice itu seperti steretyped.

DULUR: Kenapa belum menikah?

AKU: Belum ada yang cocok.

DULUR: Masih trauma ya? Jangan lama lama trauma nya. Nanti keburu
ketuaan. Nanti gak ada yang mau.

AKU: Iya, saya mengerti. Terima kasih.

DULUR: Cari aja calon suami yang baik dan setia.

AKU: Iya. Saya mengerti. Dalam atiku "memangnya suami yang setia itu
pake stempel SETIA dijidatnya?"

DULUR: Tidak baik hidup sendirian dimasa mendekati usia tua. Suami itu
penting sebagai teman berbagi rasa senang dan susah.

AKU: Iya. Terima kasih atas sarannya. Dalam atiku, "Nah elu punya laki,
tapi kalo kesusahan malah telephone gue pake acara nangis nangis"

DULUR: Kalau bisa menikah lah dengan orang Batak. Orang Batak itu setia
sama keluarganya. Kalau Manado itu memang suka menyeleweng. Ada itu
marga Nababan. Dia orang baik baik. Duda ditinggal mati dia. Anaknya
dua. Kalau kamu mau biar aku kenalkan.

AKU: Gak usah lah. Aku takut pernikahan nggak langgeng.

DULUR: Kau kan masih bisa punya anak. Punya anak saja langsung, biar
dia terikat. Kalau nggak punya anak nanti dia gampang pergi.

AKU: Dalam ati, "Gue nih udah umur 45. Kebangetan nih orang nyuruh gue
bunting lagi" Trus aku bilang, "Aku kan sudah berumur. Mana aman lag
kalau hamil lagi"

DULUR: Di Amerika kan teknologi sudah maju. Aku baca dikoran katanya
umur 55 pun bisa melahirkan dengan selamat.

AKU: Ah, aku nggak mau lagi mengalami repot nya masalah berrumah
tangga. Males aku.

DULUR: Ya, yang penting sabar sabar lah. Serahkanlah semua pada Tuhan.
Banyak banyak berdoa.

AKU: (Garuk garuk kepala)


Martha Rumimper