Orang bijak berujar:Untuk menyelesaikan masalah,langkah awal yang terpenting adalah  mengetahui pokok permasalahannya [causa prima]. Bila Mampu mendeteksi causa prima permasalahan,berarti telah berhasil menyelesaikan 60% masalah.

Sayangnya jarang elite2 penguasa Indonesia yang mempunyai kemampuan  BERPIKIR, mereka hanya cerdas karena mampu menghafal trik2 untuk menarik simpati rakyat dan bisa menghafal informasi2 ilmu pengetahuan,tetapi mereka TIDAK PENAH memikir kepentingan rakyat sehingga tidak mampu memanfaatkan kecerdasaannya untuk berpikir mengatasi kesulitan yang dihadapi rakyat.
Jadi tidak mengherankan melihat logika berpikir mereka dalam menyelesaikan multi musibah yang menimpa bangsa Indonesia,bukannya berpikir untuk mencari penyebab utamanya,mereka malah mencari jalan pintas dengan melemparkan tanggung jawabnya pada pihak lain, tindakan PENGECUT ini justru akan MENAMBAH JUMLAH KORBAN harta dan jiwa rakyat,karena causa prima dari musibah2 tersebut sama sekali tidak tersentuh.
 
Seandainya"elite2" tersebut bisa berpikir,tentunya tidak akan melakukan ibadah"TOBAT NASIONAL"dengan TUJUAN memohon Allah mengampuni dosa2 bangsa Indonesia  AGAR TIDAK DITIMPA MUSIBAH LAGI.[menteri agama juga telah menginstruksikan agar mulai Jumat depan umat Islam melakukan zikir nasional dengan tujuan yang sama].
Penguasa MEMASTIKAN bahwa multi MUSIBAH tersebut adalah hukuman dari Allah, berarti penguasa MENUDUH bahwa causa prima multi musibah tersebut adalah Allah.
Kesimpulannya ritual"tobat"yang dilakukan adalah upacara sakral pembacaan vonis pada Allah, ritual tersebut lebih cocok disebut UPACARA NASIONAL MENGHUJAT ALLAH .
 
Selama ini SBY SELALU membentuk badan baru[tim sus] yang KHUSUS DIPERSIAPKAN  sebagai Institusi tempat melempar tanggung jawab bila mendapat tuntutan dari rakyat saat terjadi masalah,salah satunya contohnya Timnas lapindo berantas yang dibenturkan kerakyat Sidoarjo padahal mereka tidak diberi wewenang memutuskan,hasilnya sudah 10 bulan rakyat terlunta2 hidup diatas lumpur bakrie.
Bila dihitung sudah belasan jumlah timsus bentukan SBY,tetapi tidak satupun yang berhasil memecahkan masalah yang dihadapi rakyat Indonesia selama ini,karena fungsi mereka memang hanya sebagai subsitank[jamban].
Oleh politikus tindakan SBY disebut menjalankan trik lempar batu sembunyi tangan,target tersembunyinya adalah supaya rakyat TIDAK MENUNTUT PEMERINTAH.
 
Ritual tobat nasional ini adalah grand skenario SBY untuk meloloskan diri dari TUNTUTAN RAKYAT atas AKUMULASI musibah2 yang tidak pernah terselesaikan,makanya tumbalnya tidak boleh tanggung2 yaitu Allah.
Alasan pamungkasnya adalah musibah2 tersebut diluar kemampuan pemerintah[kehendak Allah],maka rakyat diajak rame2" melakukan unjuk rasa"pada Allah.
Semoga rakyat segera menyadari bahwa SBY cuma berusaha melempar tanggung jawab, dengan memposisikan Allah sebagai "institusi"yang paling bertanggung jawab atas semua multi musibah yang menimpa rakyat Indonesia;makna"ritual"tersebut sebenarnya adalah SBY cuma mau mengatakan:*BUKAN URUSAN GUA*/EMANG GUA PIKIRIN !!.
Suatu bukti kabinet SBY hanya lihai mencari "selamat"sendiri dan menghalalkan segala cara, termasuk "berani"MENUMBALKAN ALLAH sebagai"kambing putih",mudah2an tidak kena tulah dan TIDAK DITERTAWAKAN oleh bangsa2 lain.
 
Dari fakta musibah2 yang terjadi,sepertinya BIANG MUSIBAH yang menimpa rakyat Indonesia adalah DIPILIHNYA SBY-JK sebagai presiden Indonesia,hari pertama saja saat SBY akan ngantor sebagai presiden,6 jiwa rakyat mati percuma dalam tabrakan beruntun akibat disetop mendadak oleh pengawal SBY di tool hanya sekedar untuk memberi jalan SBY yang akan lewat.
Dalam dua setengah tahun pemerintahan SBY,realitanya tiada hari tanpa bencana dalam segala bentuk di Indonesia,bahkan sesuatu yang rasanya muskilpun bisa terjadi yaitu  MUNCRATNYA LUMPUR langsung dari perut bumi yang potensial menjadi MONUMENT MUSIBAH ABADI RI.[akan ada pemeo rakyat:INGAT MUSIBAH INGAT SBY-JK].
 
Sejak zaman baheula hujan adalah peristiwa alamiah dan merupakan siklus abadi agar kehidupan dibumi ini tetap berlangsung,begitupun gempa bumi sudah terjadi sejak dunia ada,seluruh umat manusia mengerti akan hal tersebut.
Bila hujan atau gempa bumi yang terjadi sejak dunia ini ada[diciptakan]bisa menimbulkan BENCANA,mestinya manusia yang harus introspeksi,kenapa hal tersebut bisa terjadi?.
Allah tidak pernah menciptakan hujan/gempa KHUSUS UNTUK MENCELAKAKAN MANUSIA;iklim,cuaca,angin,gempa,waktu[siang malam]yang terjadi secara alami justru merupakan ANUGERAH dari Allah sehingga berlangsungnya kehidupan didunia.
Berubahnya ANUGERAH siklus alamiah menjadi BENCANA adalah akibat dari ulah manusia sendiri yang MERUSAK ALAM,jadi CAUSA PRIMA bencana itu adalah perbuatan manusia sendiri,bukan hukuman dari Allah.
 
Salah satu KEWAJIBAN pemerintah adalah MENJAGA KELESTARIAN ALAM untuk melindungi rakyat,dan untuk itu telah diterbitkan ratusan undang2 yang mengatur pembangunan agar tidak mengabaikan alam sehingga tidak berbalik"pembangunan"malah menimbulkan bencana yang MENYENGSARAKAN RAKYAT.
Tetapi realitanya daerah2 yang TIDAK SELAYAKNYA dijadikan hunian sudah penuh dengan bangunan.
Penyimpangan2 tersebut bisa terjadi karena seluruh aparat pemerintah bermental KOROUP, aparat pemerintah justru memanfaatkan undang2 tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi,buktinya dilapangan semua yang dilarang undang2 tersebut telah dilangar.
 
Sebagai orang2 cerdas tentunya Penguasa sangat paham daerah2 mana yang TABU DIBABAT HUTANNYA,daerah2 yang TABU DIBANGUN gedung,daerah yang TABU DIEXPLORASI  tambangnya karena alasan2 tertentu;misalnya berfungsi sebagai:resapan air,penahan tanah agar tahan gempa,jalur air hujan menuju ke laut dan sebagainya.
Tetapi faktanya semua telah dilanggar,daerah resapan air dibangun gedung2,lereng2 bukit dibabat hutannya dijadikan lahan pertanian dan hunian,daerah padat hunian diexplorasi LUMPURNYA[minyak] dan aliran sungai dijadikan pembuangan sampah dll.
Setelah semua TABU tersebut dengan sengaja DILANGGAR sehingga ekosistem alam terganggu dan dampaknya menimbulkan bencana,apakah bermoral melakukan ritual TOBAT DENGAN TUJUAN AGAR ALLAH TIDAK MENIMPAKAN BENCANA ALAM LAGI,padahal sangat jelas bahwa bencana tersebut adalah buatan manusia sendiri.
 
Seharusnya TUJUAN "elite2" penguasa melakukan ritual TOBAT tersebut adalah: memohon ampun pada Allah karena telah MELALAIKAN KEWAJIBANNYA sehingga membinasakan ribuan jiwa rakyat,dan BERSUMPAH akan merubah sikap MUNAFIK yang selama ini dilakukannya.
Ritual yang harus dilakukan adalah UPACARA SUMPAH SAKRAL NASIONAL,penguasa dan seluruh rakyat Indonesia BERSUMPAH pada Allah,bersumpah tidak akan melakukan pengrusakan alam lagi dan bersumpah akan menjaga kelestariaan alam ANUGERAH Allah.
Mudah2an dengan ritual tersebut,penguasa termotivasi untuk merubah sikapnya yang tidak bertanggung jawab selama ini dan mulai menfaatkan kecerdasannya untuk MEMIKIRKAN solusi terbaik agar rakyat tidak terus2an menjadi korban BENCANA PENGUASA.
 
nuwun sewu.
 
singo