Prof. Charles Taylor (75) yang yakin bahwa kejiwaan inti dari pembelajaran filsafat dan ilmu2 sosial memenangi Hadiah Templeton sebesar $1.5 juta. Dia mengajar ilmu hukum dan filsafat di Northwestern University di Illinois dan seorang professor emeritus di McGill University di Montreal Canada.

http://www.nytimes.com/2007/03/14/science/15prize.html?_r=1&oref=slogin 

Prof. Taylor banyak menulis buku dan artikel mengenai
rasa-diri dan bagaimana menyatakannya dari moral dan
kebajikan. Jika soal kejiwaan kita pisahkan dari ilmu
bumanities dan ilmu2 sosial, kita tiba pada kesimpulan
yang keliru.

"Sikap para filsuf, pakar ilmu2 sosial dan sejarahwan
yang menutup mata dan telinga pada dimensi kejiwaan
begitu kentara," kata Prof. Taylor. Sikap ini merusak
"karena berdampak pada budaya media dan opini publik."

Tulisannya menggali lebih dalam pencarian motivasi
manusia yang terlewatkan oleh ilmu2 sosial ke inti
hakekat untuk memahami soal kekerasan.

Templeton Prize dimulai tahun 1973 oleh investor cum
dermawan Sir John Templeton. Hadiahnya lebih besar
daripada Hadiah Nobel karena Sir Templeton yakin bahwa
soal kejiwaan lebih bermanfaat daripada soal2 lain.
Menurut rencana hadiah akan diserahkan oleh Pangeran
Phillip dalam sebuah upacara di Istana Buckingham pada
tanggal 2 Mei 2007.

Ketua yayasan Hadiah Templeton, John M. Templeton Jr.,
menyatakan bahwa Prof. Taylor sering berada pada
"posisi sendirian" dalam membahas kebijakan publik
tetapi dia menyumbangkan "pengertian segar mengenai
banyak masalah dunia dan bukan mustahil bersama kita
mencapai pemecahannya". Semoga, kita yakin itu.

Salam,
RM